Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 35


__ADS_3

Di dalam perjalanan, mereka diam membisu, tak ada sepatah katapun yang mereka lontarkan. Tetapi kebisuan itu seketika sirna, saat Alda memulai pembicaraan. Walaupun Ia sendiri juga bingung, karena tak biasanya Aldi hanya diam.


" Aldi". Seru Alda.


" Ya?". Balas nya singkat.


" Aku sama Dalvin kepilih jadi ketua buat acara camping, makannya barusan aku bareng Dalvin". Jelas Alda.


" Ohh". Ucap Aldi singkat.


" Kamu kenapa sih dari tadi, aku bingung Di". Seru Alda.


Aldi hanya diam tak menjawab, membuat Alda semakin larut dalam rasa bersalah.


Maaf Al, gue ga ngerti kenapa gue jadi diemin lo, gue butuh waktu.


Gerutunya dalam hati, karena merasa bersalah telah mendiamkan Alda.


**


Sesampainya didepan rumah, Alda turun dari motor, Ia menatap Aldi dengan sorot mata yang tak biasa.


" Lo kenapa?". Tanya Aldi.


" Kamu yang sebenernya kenapa?". Tanyanya balik.


" Gue ga apa-apa ko!". Ucapnya mengelak. " Oh iya bukannya lo mau bilang sesuatu?".


" Hmm, apa aku buat kamu marah Di? Terus kenapa kamu pergi tadi?". Tanya Alda.


" Engga ko, memang kenapa?". Tanyanya balik.


" Soalnya kamu aneh banget hari ini". Ucap Alda bingung.


" Hahaha, emang kalo gue pergi sebentar ga boleh?". Tanya Aldi.


" Hmm, tapi...". Kata-katanya tergantung saat Aldi menyudahi pembicaraan.


" Udah lah ngapain bahas hal gapenting gini, sekarang lo masuk, dan gue mau pulang". Jelas Aldi sambil mendorong Alda maju sampai depan rumahnya.


" Kamu bilang ini ga penting? Tapi ini penting buat aku Di". Seru Alda.


" Udah Al lupain aja, lagian kalo gue marah sama lo, gue gaakan mau anterin lo pulang". Jawab Aldi.

__ADS_1


Emang bener Al, buat apa gue marah sama lo. Gue ga akan sanggup diemin lo walaupun hanya sedetik. Lo adalah orang yang paling berharga, yang hanya bisa dimiliki oleh orang yang berharga. Jadi gue gamau sampai nyakitin hati lo, gue bakal terus jaga hati lo Al.


Gumam Aldi dengan penuh keyakinan pada prinsipnya yang selama ini terus ia jalani, untuk menjaga orang-orang yang paling berharga dalam kehidupannya.


" Oke deh, kalo gitu makasih ya Di, maaf kalo aku buat kesalahan sama kamu". Ucap Alda.


" Perasaan, lo minta maaf terus, gue mah ga apa-apa kali". Seru Aldi. " Udah sana masuk, cuaca diluar lagi ga bagus".


" Oke, kamu hati-hati di jalan ya". Ucap Alda sambil melempar senyuman.


Aldi pun menaiki motor, lalu pergi meninggalkan Alda. Ia melemparkan senyuman sejuta watt kali ini, dengan ikhlas dari lubuk hatinya. Walaupun, ia masih bingung dengan perasaannya pada gadis yang baru saja bersamanya.


**


Di dalam kamar Aldi, Riki sudah menunggu kedatangan si pemilik kamar, karena yang punya baru saja datang.


" Lo baru datang, lo beruntung karena Papa lo datang 5 menit lagi". Seru Riki yang sedang menyenderkan badannya di kursi, sambil membaca buku.


" Memang kenapa?".


" Papa lo mau bicara penting sama lo".


" Apa?".


Aldi pun hanya mendengar apa yang di ucap kan oleh Riki, tanpa memperdulikan apa yang ia katakan.


Ia bergegas mandi lalu berganti pakaian, agar lebih fress.


Tak lama setelahnya, terdengar bunyi klakson mobil dari gerbang utama. Tuan Besar rumah ini pun telah datang. Ia langsung memberi perintah pada pengawalnya untuk memanggil Aldi, agar segera menuju ke ruang kerjanya.


Aldi pun bergegas menuju ruang kerja papanya, karena salah satu pengawal utusan papa nya telah memanggil dirinya.


Tok, tok, tok.


Suara dari balik pintu yang diketukan.


" Ada Apa pa?".


" Masuk Nak".


Aldi pun masuk, dan duduk di kursi yang berhadapan dengan papa nya. Pembahasan penting pun akan segera dimulai.


" Aldi, Papa akan pergi ke luar negeri minggu depan, Papa pergi selama 2 tahun, karena banyak sekali tugas yang perlu Papa urus disana. Papa tau, kamu sudah dewasa sekarang, Papa hanya minta beberapa permintaan. Tolong jaga Mama mu. Papa ga bisa bawa mama kesana, karena ini adalah tugas yang sangat berat, Papa sangat mencintai Mama mu, jadi Papa gamau Mama sampai terluka nanti. Tolong jaga juga Adik mu, jangan banyak berantem karena hal kecil Nak. Dan juga setiap kamu pulang sekolah atau hari libur, usahakan untuk periksa Kantor, jangan sampai ada masalah nanti, Apa kamu siap?".

__ADS_1


" Kenapa Papa pergi lama? Apa Papa sanggup, jika harus berpisah dengan kami?".


" Jujur saja, Papa tidak mau jika sampai berpisah dengan kalian, tapi Papa harus menjalankan seluruh amanah yang harus Papa jalani, beserta konsekuensi yang harus Papa ambil, sampai titik darah penghabisan".


" Aldi paham, tapi Aldi bingung jika nanti Papa pergi Aldi harus berbuat apa".


" Cukup lakukan apa yang pernah Papa ajarkan, sama seperti saat kamu Sekolah Menengah, saat kamu membantu Papa dan perusahaan yang sedang diambang kebangkrutan. Sekarang tunjukan bahwa kamu bisa menjalankan semuanya tanpa Papa, anggap saja ini adalah latihan sebelum kamu, menggantikan posisi Papa, jika Papa sudah tidak ada nanti".


" Baik Pa, Aldi bakal lakuin semua perintah Papa".


" Oh iya, kamu ga perlu khawatir, Riki akan selalu ada disamping kamu, dia sudah bersumpah akan selalu menjaga kamu hingga nanti kamu dewasa".


" Iya Pa, Aldi tau itu. Riki memang selalu ada ko, dia selalu bantu Aldi".


" Bagus, hanya itu yang Papa sampaikan, Papa harap kamu tidak menjadikan ini semua sebagai beban".


" Aldi bakal jalanin semua perintah Papa, dan Aldi juga pasti jaga mama dengan baik, sama seperti Papa yang menjaga Mama".


" Terima kasih Nak, Papa percaya kamu bisa melakukan semuanya dengan baik. Mama adalah kehidupan Papa, dan Mama adalah senyuman Papa setiap harinya".


Aldi tersenyum mendengar perkataan Papanya, Ia merasa, Papa sangat mencintai Mama sepanjang hidupnya. tentu saja karena Mama adalah orang yang paling mulia dan sangat berjasa dalam keluarga ini.


Papa pun berbicara pada asisten pribadinya yang sedari tadi hanya diam membisu , ia adalah Papa nya Riki.


" Tolong panggilkan Riki".


" Baik, Komandan".


Setelah dipanggil, Riki pun masuk ke dalam Ruangan, sementara Papa Riki kembali ketempatnya dan diam.


" Duduk Nak".


" Baik Pak".


" Tolong jaga Aldi, seperti kamu menjaga saudara mu sendiri. Aldi sudah banyak menanggung beban, Bapa mau, kamu menepati sumpah mu untuk terus berada disamping Aldi".


" Baik Pak, pasti akan saya lakukan".


" Terima kasih Nak".


Aldi pun mulai memahami seluruh keinginan Papanya. Termasuk cinta Papa pada keluarga, terutama pada Mama, yang memang mendukung Papa dari awal, sampai akhirnya Papa bisa menjadi seperti ini.


Papa melakukan semua ini, karena ia merasa berat untuk meninggalkan keluarganya. Jika tidak untuk negaranya Papa tidak akan berjuang sampai titik darah penghabisan, karena untuk perjuangan nya papa rela pergi meninggalkan keluarga demi Negara, karena seluruh pengabdiannya telah ia berikan untuk negara nya.

__ADS_1


-Selesai😊


__ADS_2