
Didalam mobil yang belum berjalan, mereka berbincang sebentar karena belum puas dengan kejadian yang baru saja terjadi beberapa jam yang lalu.
" Al apakah kau cukup bersenang-senang hari ini?".
" Ya, aku senang sekali hari ini. Apa kau tahu pernyataan mu barusan membuat ku percaya bahwa kau tak akan pernah meninggalkan aku".
" Aku berjanji untuk tidak meninggalkan mu Al".
" Seberapa besar kau akan membuktikan semua ucapan mu pada ku?".
" Sebesar yang aku bisa Al".
"Lalu apa kau bisa berjanji untuk tidak meninggalkan ku?".
" Iya Al aku berjanji untuk tetap bersama mu, aku milik mu dan kau milikku Al".
" Bagaimana jika suatu saat nanti ada wanita yang menginginkan mu, dan kau harus memilih anatara aku dan wanita itu?".
" Aku sudah menentukan pilihan ku Al, dan kau adalah pilihan ku".
" Mengapa kau menjadikan aku sebagai pilihan mu, apa kau tidak takut jika nanti persahabatan kita akan hancur karena melibatkan perasaan?".
" Aku yakin kita sudah ditakdirkan untuk bersama Al, apa kau tau bahwa aku sangat menyayangi mu".
" Aku juga sayang pada mu".
" Terimakasih aku mencintai mu Al".
" Aku juga, dan tolong tepati semua janji yang sudah kau ucap kan padaku".
" Aku pasti menepati janji ku Al, aku tidak akan pernah berdusta dengan apa yang sudah aku katakan".
" Baik lah aku percaya pada mu".
" Dan secepatnya aku akan segera melamar mu dihadapan keluargamu dan keluargaku". Sambil menggenggam lengan Alda.
Alda terdiam ia terkejut dengan perkataan yang baru saja keluar dari mulut Aldi. Seperti mengatakan apakah aku sedang bermimpi kali ini?".
" Tapi kau sedang menempuh pendidikan mu Di, begitu pun dengan ku".
"Sudah ku katakan tahun depan kita sudah sama-sama lulus dengan gelar yang kita punya bukan? Setelah kelulusan ku menjadi Jendral aku akan segera mengurus semuanya. Begitupun setelah kita menikah nanti kau bebas melakukan apapun dan kau bisa mengejar apapun yang sedang kau kejar".
" Baik lah, kau sudah mengatakannya dan aku akan menunggu mu sampai saat itu tiba".
" Baiklah. Aku berjanji tidak akan membuat mu kecewa pada ku".
" Aku tak membutuh kan janji mu, yang kubutuh kan adalah bukti".
" Iya sayang aku pasti membuktikannya pada mu. sekarang tidur lah jika sudah sampai akan aku bangunkan kamu".
__ADS_1
" Baik lah".
Karena sedikit lelah Alda pun tertidur dengan hati yang bahagia. Senang karena usaha nya untuk kemari ternyata membuahkan hasil yang istimewa.
Aldi melajukan mobil nya dengan hati-hati, sambil tersenyum melihat gadis disampingnnya yang sedang tertidur pulas.
" Aku tak menyangka hubungan kita bisa sampai sejauh ini Al, kau orang yang selama ini ada sebagai sahabat ku. Sekarang kau akan menjadi istri ku, secepat nya aku akan mengurus ini Al". Ucap Aldi sambil mencium kening Alda yang tertidur pulas lalu mengusap kepala Alda dan memeluk nya.
Aku berjanji tidak akan pernah mengeecewakan mu, aku tak akan pernah melanggar sumpah ku pada mu sayang. Tak apa jika kita tidak menikah secepat nya, tetapi aku akan melamar mu secepatnya, yang terpenting ada ikatan yang mengikat kita. Walaupun kata itu sangat sederhana asalkan bermakna, aku mencintai mu dan aku tak akan pernah melepas mu dari genggaman ku.
Kamu adalah milik ku, dan aku adalah milik mu Al. Aku ingin kau terus berada disini bersama ku.
Kata-kata Aldi sungguh sangat bermakna, bisa dibilang sudah cukup lama mereka bersahabat. Tetapi kali ini persahabatan mereka justru menjadi cinta yang akan segera terikat.
Ia merasa dunia sedang berpihak padanya, merasakan bahagia yang amat mendalam, ditengah kerinduan yang selama ini mengguncangkan hati dan fikiran nya.
Rindu yang menjadi padu antara memilih persahabatan yang mereka jalani selama ini. Persahabatan nya kini akan segera berakhir, digantikan oleh perasaan yang menggebu dan jatuh cinta yang amat mendalam dari keduanya.
Disepanjang perjalanan Aldi terus saja menggenggam erat lengan gadis yang sedang tertidur disampinya, seperti tak ingin melepaskan apa yang sudah menjadi miliknya.
***
Mobil sudah melaju tepat didepan pintu utama gerbang apartemen. Aldi menelpon Riki untuk segera membawakan mobilnya menuju parkiran VIP, karena ia tak tega jika harus membangunkan Alda yang sudah terlelap dalam tidur nya.
" Kenapa jam segini anda baru pulang Tuan Muda?".
" Baiklah".
Aldi menggendong Alda menuju kedalam kamar yang sudah disediakan khusus untuk Alda dan Keysa.
Didalam kamar, Keysa yang sedang memainkan handphone nya terkejut, karena ada ketukan dari balik pintu yang memanggil dirinya.
" Key cepet buka pintunya".
" Iya, iya sebentar". Sambil berjalan dan membukakan pintu untuk Aldi.
" Hah! Alda kenapa, apa dia ga sadarkan diri? Lo apain dia".
" Gila lu! Alda itu lagi tidur. Dia kecapean karena seharian pergi jalan-jalan sama gue". Sambil menempatkan Alda di atas tempat tidur.
" Tapi lu ga apa-apa in Alda kan?".
" Gue apa-apa in dia kok".
" Maksud lo!". Teriak nya dengan nada tinggi.
" Santai aja kali, gue cuman ajak dia kencan barusan".
" Oke lah, apa dia bahagia hari ini?".
__ADS_1
" Lo tanya aja sendiri".
" Lah, gue kan nanya sama lo. Rese banget emang lu".
" Alda sahabat lu kan? Yaudah lo tanya aja langsung sama dia, kenapa harus tanya gue".
" Ishhh dasar cowo rese".
Aldi mengecup kening Alda tak menanggapi kekesalan Keysa padanya. Setelah itu ia segera keluar tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Dasar ya emang cowok aneh, tapi gapapa deh asalkan dia bisa bikin Alda bahagia gue pasti bakal seneng. Keysa.
Diluar ruangan Aldi sedang duduk santay di sofa, sambil tersenyum membayangkan harinya bersama Alda tadi.
" Tuan kenapa anda tersenyum seperti itu?". Ucapnya membuyarkan lamunan Tuannya.
" Rik, gue ingin lamar Alda secepatnya. Bagaimana menurut lo?".
" Apa anda sudah memikirkannya matang-matang Tuan".
" Iya, gue udah mikirin itu sejak lama".
" Bagaimana dengan keluarga anda?".
" Mama pasti setuju".
" Lalu keluarga Alda?".
" Gue akan bilang secepatnya".
" Apa anda sudah yakin dengan pilihan anda Tuan?".
" Iya gue yakin, bahkan sangat yakin".
" Baik lah jika seperti itu akan segera saya urus".
" Iya, terutama dengan pelatihan ku. Kau harus mengurus segalanya Rik".
" Baik Tuan, selamat ya akhirnya anda bisa menemukan cinta sejati anda Tuan".
" Terimakasih, gue mau mandi tolong siapkan air hangat Rik".
" Baik Tuan".
Riki pergi meninggalkan Aldi untuk mempersiapkan air hangat yang diperintah Aldi padanya.
Di ruang tengah Aldi masih saja melamun, membayangkan semua kejadian yang hari ini tak akan pernah ia lupakan sepanjang hidupnya. Walaupun sangat sederhana tetapi ini semua sangat bermakna baginya, dan bagi Alda sang pujaan hatinya.
-Selesai 😊
__ADS_1