
Malam telah larut, tetapi aktivitas masih tetap berlangsung. Acara selanjutnya adalah jurit malam, dimana nyali seluruh siswa diuji saat camping malam hari.
Setiap orang telah berkumpul dengan anggota kelompok nya masing-masing, mereka harus terus bersama, sebab mereka harus mengelilingi hutan pada malam hari.
Bu Tasni dan Pak Rudi menyebutkan nama setiap kelompok agar memulainya terlebih dulu. Yang dipanggil harus segera maju, dan harus siap bertanggung jawab pada setiap anggotanya.
Kelompok A sampai kelompok terakhir telah dipanggil, sekarang saatnya mereka mengelilingi hutan untuk diuji nyali, mungkin ada beberapa dari mereka yang menciut nyalinya karena takut, tetapi harus bagaimana lagi, ini sudah menjadi ketentuannya.
" Aldi, aku takut, kamu bakal lindungin aku kan?".
Sista memulai aksinya dengan kondisi seperti ini, sebab menurut nya ini adalah kondisi yang pas untuknya mendekati Aldi. Tetapi itu tak mempan untuk Aldi, dengan kemampuannya yang dingin ia tidak akan pernah dikelabui oleh siapapun.
" Apasih, lepasin tangan lo!". Ucap nya marah, sebab sista terus saja merangkul lengan nya.
" Aldi, lo ga inget kata Pak Rudi, kalo cowo itu harus lindungin cewe loh".
" Lo tau, gue gaakan lindungin siapapun kecuali Alda, inget lo!".
" Tapi kan Alda bukan kelompok lo".
" Gue ga peduli".
" Aldi kenapa sih, walaupun Alda ga satu kelompok sama lo, lo terus aja mikirin dia, emang apa lebih nya dia dibanding gue sih, sampai lo care banget sama dia!".
" Tutup mulut lo, kelebihan dia adalah semuanya, yang wanita lain gapunya! Jadi jangan sekali-kali lo bandingin dia sama cewe lain".
" Gue udah berusaha buat dapetin lo, tapi lo ga pernah liat itu".
" Hemm, Nic, Rel kemari!". Memanggil teman satu kelompoknya yang ada dibelakang.
" Ada apa Di?".
" Lo temenin dia, gue sama Riki bakal jadi penunjuk jalan".
" Oke Di, kita bakal jagain wanita dikelompok ini".
__ADS_1
Aldi dan Riki memimpin didepan, menjadi petunjuk jalan bagi kelompok nya, mereka mengikuti panah yang berada di setiap pohon. Walaupun mereka hanya dibantu oleh pencahayaan senter.
Sementara didalam kelompok Alda, ia terus berpegangan dengan Keysa, sebab ia hanya dekat dengan Keysa dikelompok nya sebagai wanita, Dalvin juga memang berada disamping Alda, tetapi Alda hanya berpegangan pada jaket saja agar lebih aman.
" Al, Key hati-hati ya disini jalannya kurang bagus loh".
" Iya Vin".
Tanpa mereka sadari Alda berdiri dibelakang Dalvin dan Keysa, yang dibawah nya terdapat jurang yang curam. Senter yang mereka bawa tiba-tiba mati, entah kenapa mungkin batrai nya sudah habis, dan sial nya mereka hanya membawa satu senter.
Karena panik mereka tak mampu melihat apapun, sebab dihutan seperti ini sangat gelap jika tidak memakai penerangan. Hingga akhir nya hal tak terduga pun terjadi, Alda yang berada di belakang seketika terpeleset, hingga akhirnya jatuh kedalam jurang, tetapi untungnya ia masih bisa menahan dengan ranting yang ia pegang, walaupun posisinya menggantung diatas. Ia kaget dan sontak meminta pertolongan.
" Tolong, tolong, tolong aku, aku dibawah temen-temen". Teriaknya meminta pertolongan.
Alda menangis, karena ia takut jika nanti terjatuh dari jurang, siapa yang tak takut ditengah kegelapan seperti ini berada dalam hidup atau mati.
" Key, Alda mana?". Tanya Dalvin.
" Hah, bukannya Alda dari tadi dibelakang gue, ko dia gaada sih".
Mereka bingung, panik, kuatir, karena Alda tiba-tiba menghilang begitu saja.
" Temen-temen tolong aku, aku ada dibawah, tolong".
Dalvin mendengar suara terikan dari bawah, lalu ia mencari sumber suara yang meminta tolong, semakin mendekat Dalvin berjalan, semakin jelas teriakan itu terdengar seperti teriakan Alda. Ia melihat ke bawah jurang, saat ia lihat ia terkejut panik, sebab seseorang sedang menahan dirinya, dengan berpegangan diranting, memang terlihat tidak jelas, tetapi ia yakin itu adalah Alda.
" Siapapun tolong aku, aku ada disini".
" Alda". Teriak nya panik. " Temen-temen tolongin Alda, dia jatuh dijurang".
Kelompok lain yang baru saja datang terkejut dengan teriakan Dalvin, sebab ia meminta bantuan untuk menolong seseorang.
" Alda pegang tangan gue". Teriak Dalvin sambil mengulurkan lengannya.
Alda meraih lengan Dalvin, walaupun aga sedikit bergetar. Sementara seseorang yang baru mendengar teriakan Dalvin segera menghampiri sumber suara, lalu melihat Dalvin sedang mengulurkan tangannya kebawah dengan keadaan panik.
__ADS_1
" Ada apa Vin?". Tanya Aldi.
" Cepet lo bantu gue, Alda mau jatoh!". Teriakan Dalvin keras.
" Hah, Alda". Bergegas ia melemparkan senter, lalu bergegas membantun Dalvin untuk menolong Alda.
Tetapi sayang nya itu terlambat, lengan Alda sudah mulai lemas dan tak bisa merasai apa-apa, karena sudah terlalu lama ia menahan beban tubuhnya, yang menggantung diatas jurang dengan hanya dibantu ranting pohon.
" Al, pegang tangan lo satu lagi ke tangan gue".
Baru saja Alda akan mengulurkan lengan satunya pada Aldi, tetapi ia sudah tak kuasa menahan lengannya yang dipegangi Dalvin, akhirnya ia terjatuh dan menggelinding di jurang yang cukup curam.
" Alda!". Teriak dua pria itu berbarengan.
" Alda gimana, cepet bantu dia". Ucap Keysa sambil menangis.
" Key, cepet panggil Pak Redi sama Bu Tasni kemari, Alda jatuh". Teriak Dalvin masih berada di posisi tadi.
" Apa, Alda jatuh?". Tangis nya tak bisa dibendung lagi, seketika ia bergegas memanggil Bu Tasni dan Pak Rudi.
" Arghhh Alda maafin gue, gue datang terlambat buat selametin lo, maafin gue Al". Teriaknya sambil menangis dalam posisinya yang duduk. Begitu pun Dalvin, ia sama menangisnya seperti Aldi.
Tak lama Bu Tasni dan Pak Rudi datang, dengan air muka yang panik, setelah mendengar penjelasan dari Keysa.
" Anak-anak ini terlalu berbahaya untuk kalian, lebih baik kalian kembali ke dalam tenda masing-masing, bapak akan segera menghubungi TIM SAR malam ini".
" Engga Pak, saya gabisa diem aja, saya harus segera cari Alda sekarang". Ucap Aldi, sambil mengambil senter yang ia lempar barusan, lalu bergegas mencari Alda.
" Tapi Aldi ini sangat berbahaya, lebih baik kamu masuk tenda sekarang".
" Saya gaakan bisa biarin sahabat saya terluka Pak".
Aldi bergegas mencari Alda, ia tak peduli dengan apa yang dikatakan guru nya, sebab mencari keberadaan Alda adalah hal yang terpenting baginya, melebihi apapun, ia rela mengorbankan jiwanya asalkan Alda bisa diselamatkan. Sungguh saat ini hatinya begitu hancur, saat melihat wanitanya dalam kondisi berbahaya untuk kesekian kalinya.
Alda dimana pun lo berada gue akan terus cari lo, gue gaakan diem aja, sementara lo lagi dalam kondisi yang berbahaya saat ini, maafin gue Al, karena gue selalu terlambat buat lindungin lo. Alda tunggu gue, gue bakal datang untuk selametin lo. Walaupun malem sekalipun, gaakan ada seorang pun yang bisa halangin gue buat terus cari lo.
__ADS_1
-Selesai😊