Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 38


__ADS_3

Aldi menggenggam tangan Alda dengan sangat erat, seperti tak mau melepaskan sesuatu miliknya. Ia merasakan kehangatan kasih sayang Alda yang begitu tulus padanya, ia tak ingin waktu perputar begitu cepat, karena ia merasa tenang jika Alda selalu menemaninya.


Tetapi tak lama setelah itu, seseorang memanggil Alda dengan senyuman tulusnya dari jarak yang tidak terlalu jauh. Aldi mendengus kesal karena orang itu adalah Dalvin, semenjak hari itu, saat Dalvin terus bersama Alda, ia tak menyukai Dalvin. Karena entah mengapa, hati nya terasa begitu sesak, saat melihat Alda bersama pria lain.


" Alda, ayo kita ke ruangan Bu Tasni, aku nyari kamu dari tadi, loh".


" Ahh iya, eum.. tapii".


Kata-kata nya belum selesai, tetapi Dalvin sudah menarik lengan Alda, itu membuat seseorang yang berada di samping Alda merasa kesal.


" Lo kenapa sih, kan Alda lagi bicara sama gue!".


Teriaknya dengan nada tinggi, sambil melepaskan genggaman Dalvin pada Alda. Ahhh, kenapa perasaan gue jadi aneh gini sih. Aldi


" Lo ga denger barusan gue bilang apa, kita di panggil ke ruangan Bu Tasni, gue pinjem Alda sebentar ya Di".


Aldi diam tak menjawab, itu membuat Alda merasa bersalah, karena niatnya untuk menghibur Aldi, kini hanyalah sebuah kegagalan. Jujur saja karena ia tak mau melihat sahabatnya semakin terluka.


" Aldi, maaf".


Aldi hanya memberi anggukan kepala, sebenarnya ia tak rela jika Alda beranjak dari hadapannya, tetapi ia sadar bahwa ia tak boleh egois. Jika ia sakit, cukup menyimpannya sendiri. Begitu fikirnya.


Alda pun pergi bersama Dalvin, ia hanya menatap punggung Alda yang semakin menjauh dari hadapannya. Ia duduk lalu bersandar di kursi.


Riki yang dari tadi memperhatikan, langsung menghampiri Aldi yang sedang menyandar kan kepala nya di kursi.


" Di, lo sakit?". Tanya Riki.


Ya, karena jika di sekolah, ia memanggil Aldi sebagai teman, bukan sebagai Tuannya.


" Ia Rik, tolong cariin obat buat nyembuhin sesak di dada gue, sebelah sini". Tunjuk nya pada dada sebelah kiri.


Riki hanya tersenyum, ia mengerti dengan maksud Aldi. Bahwasanya ia sedang meraskan patah hati saat ini.


" Heii, lo denger kan perintah gue?".


" Maaf Di, tapi gue rasa lo ga perlu obat. Cukup Alda yang datang, pasti lo sembuh".


" Hemm".


Tapi memang bener, saat Dalvin tarik tangan Alda, entah kenapa rasanya bener-bener sesak, hiks. Aldi.

__ADS_1


" Lo udah mulai jatuh cinta sama dia ya? Kalo gitu, gue gaakan biarin Alda pergi dari lo, gue bakal pastiin dia akan terus bareng lo".


" Kenapa? Toh dia juga berhak bahagia kan?".


" Tapi kebahagiaan lo lebih penting bagi gue, mau gimana pun caranya, gue bakal pastiin lo bahagia, termasuk dengan wanita yang lo cintai nanti".


" Tapi bagi gue, kebahagiaan Alda lebih penting, jadi lebih baik lo juga bikin Alda bahagia".


" Maaf, tapi saya akan mendukung hal yang membuat anda bahagia saja Tuan".


Kan, kata-kata tegas Riki kemabali ia keluarkan. Sebab memang benar, Riki hanya mendukung kebahagian Tuannya saja, bukan kebahagiaan orang lain.


" Terserah lu lah! Lo lupa gue bilang apa, kalo di sekolah lo bicara sama gue seperti biasanya".


" Maaf, gue lupa Di".


Setelah terjadi obralan yang cukup panjang, merekapun pergi menuju kelas.


**


Alda dan Dalvin sedang berada didalam Ruangan Bu Tasni, untuk mendata kelompok saat camping esok. Setelah mendata, mereka mengerahkan seluruh anggota OSIS, dan mangatur siswa kelas 2 untuk berkumpul di lapangan, karena ada pengumuman yang akan disampaikan oleh Kepala sekolah, dan Ketua acara.


Alda sebagai pembicara pun ikut mengatur siswa melalui microfont pengeras suara. Setelah lamanya mengatur, akhirnya siswa pun sudah berada duduk dilapangan. Pengumuman pun segera dimulai.


Selanjutnya akan ada informasi penting yang akan disampaikan oleh Ibu Tasni, selaku ketua acara.


" Assalamualaikum anak-anak, apa kabar?".


" Baik". Gemuruh siswa.


" Alhamdulillah, anak-anak ku yang berbahagia, kali ini Ibu akan menyampai kan peraturan untuk esok, beserta nama kelompok yang sudah di data, dan nanti Ibu akan di bantu Alda, dan juga Dalvin untuk menyebutkan masing-masing nama kelompok".


Bu Tasni pun menyebutkan banyak sekali peraturan yang harus kami taati, dan peraturan yang tidak boleh dilakukan secara terperinci.


Dilanjutkan dengan pembagian kelompok, dan inilah yang ditunggu oleh para siswa. Bu Tasni pun menyerahkan nama kelompok kepada Alda dan Dalvin untuk mereka umum kan.


Akhirnya semua telah memiliki kelompo masing-masing, tetapi jujur saja Alda merasa kecewa dengan hasilnya, karena ia tidak satu kelompok dengan Aldi. Sebenarnya Alda sudah kecewa saat tadi, ia membantu Ibu Tasni membagikan nama kelompok.


Ya, walaupun begitu, itu sudah tidak bisa diubah, karena memang sudah keputasan mutlak.


Setelah dirasa cukup pengumaman kali ini, seluruh siswa pun di per boleh kan meninggalkan lapangan, lalu pergi ke kelas masing-masing untuk bersiap pulang, karena mereka harus mempersiapkan segalanya dengan baik.

__ADS_1


Alda berkeling mencari seseorang dengan sorot matanya, di tengah keramaian memang aga sulit untuk mencari seseorang, tetapi tak selang beberapa lama akhirnya ia menemukan orang yang ia cari.


Ia berlari, lalu menghampiri seseorang yang sedaritadi dicarinya.


" Aldi". Panggilnya sambil menepuk bahu Aldi. Yang di tepuk melirik lalu melihat kebelakang.


" Alda, ngapain lo disini?".


" Di, nanti anterin aku beli syal ya, itung-itung sambil kita jalan-jalan, gimana?".


Aldi pliss mau dong, aku pengen kamu tenang, karena tadi aku ga bisa bantu kamu. Hiks. Alda.


Riki menatap Aldi, seperti mengatakan jangan membuat saya menjadi repot, karena harus mengatakan kepada Tuan besar nanti, bagaiman jika anda pulang malam nanti. Begitu lah yang di fikirkan Riki.


" Rik, ga apa kan, lo ga perlu khawatir biar gue yang bilang ke Papa nanti". Sambil menyenggol perut Riki.


" Terserah lu lah". Dengan nada kesal.


Tetapi, saya tetap akan mengawasi anda dari kejauhan Tuan. Riki.


" Lo mau ajak gue kemana?".


" Kita ke toko XX dulu ya, lanjut ke danau".


" Hemm".


" Oke Di, aku ambil tas dulu ga apa kan?".


" Terserah lu".


Sambil memanyunkan bibirnya karena kesal dengan jawaban Aldi, ia mengatakan "kenapa sih, bikin males aja!".


" Apanya?". Tanya Aldi sambil mengernyitkan dahi.


Alda tak menjawab, ia beranjak pergi dari tempatnya, karena malas menjawab perkataan Aldi.


" Heii, gue nanya sama lo, kenapa ga lo jawab?". Sambil menarik lengan Alda, untuk berhadapan kembali dengannya.


" Yah kamu lah, ga peka banget jadi cowok".


Aldi tersadar dengan jawabannya barusan, ternyata Alda marah karena jawabannnya sangat membuat nya kesal.

__ADS_1


-Selesai😊


__ADS_2