
Tak lama setelah selesai berbincang dengan kak delima aldi hendak melangkah menghampiri alda yang sedang menunggu dirinya.
tetapi tangan kak delima menarik aldi, berharap agar aldi tetap bersama lebih lama dengannya, ternyata usaha ka delima hanya sia-sia, justru aldi menghempas keras lengan kak delima.
Aldi pergi meninggalkan kak delima tanpa menengok sedikitpun, lalu menghampiri alda yang sedang menunggu dirinya.
Sementara alda yang melihat kejadian barusan sangat bingung sekaligus terkejut, mengapa aldi sangat berani seperti itu pada kak delima, padahal kak delima adalah senior disekolah.
" Aldaa ayok!". Ajak aldi membuyarkan lamunan alda lalu mengajak pergi
" Kemana?!". Balas alda tanpa ekspresi karena ia sangat kesal dengan kejadian tadi.
" Ikut aja". Ajak aldi
" Hemm!". Gumam alda
Alda malas bertanya pada aldi, ia hanya bisa diam walaupun sebenarnya banyak sekali pertanyaan dikepalanya.
Siapa kak delima untuk aldi
Mengapa mereka dekat
Mengapa aldi terlihat begitu marah pada kak delima
Aaaaaaa apa mereka pacaran dan lagi marahan, kalo begitu aku kelihatan seperti orang ketiga diantara mereka!
Aaaaaaaa!
Begitu lah yang ada difikiran alda, fikiran nya sedang berlarian tentang beberapa pertanyaan yang ingin sekali ia tanyakan pada aldi.
Tetapi bagaimana bisa ia bertanya urusan pribadi tentang aldi, toh itu bukan hak alda untuk tau segalanya tentang aldi.
Karena fikirannya sedang berlarian memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang belum tentu akan dijawab. Ternyata alda tidak menyadari bahwa ia telah berada didepan penjual es krim.
Aaaaa ko tiba-tiba depan penjual es krim sih!. Alda
Aldi membeli dua ice cream dengan cup ukuran besar lalu memberikan satu es krim pada alda.
Setelah membeli es krim mereka pergi menuju tempat duduk yang telah disediakan untuk pengunjung.
Aldi menatap alda yang sedari tadi fikirannya entah kemana, aldi sudah bisa menebak jika banyak sekali pertanyaan yang pasti ingin alda tanyakan.
" Gue sama kak delima cuman masa lalu al". Ucap aldi, Mata alda terbelalak kaget saat aldi berbicara seperti itu.
__ADS_1
Ko aldi tahu sih aku lagi mikirin itu. Alda
Alda tidak menjawab ia hanya mendengarkan semua penjelasan aldi.
" Bisa dibilang saat itu gue pernah ngalamin cinta monyet, karena gue mencintai kak delima saat menginjak SMP kelas dua, jujur dia selalu ada disaat gue butuh bantuan, makannya gue bisa jatuh cinta sama dia.....". Penjelasan aldi belum selesai
" Jadi sampai sekarang kamu masih cinta sama kak delima di?!". Ucap alda memastika, tetapi entah mengapa hatinya terasa sesak saat mendengar penjelasan aldi, tapi alda juga bahagia jika melihat sahabatnya bahagia.
Aldi hanya tersenyum tipis lalu menatap alda.
" Engga, saat gue tau dia cuman manfaatin gue. Karena dia tau gue anak dari seorang ardiantara, seorang jendral yang sukses dan menjadi orang yang berpengaruh di indonesia, dia manfaatin gue karena ayah dia adalah saingan di kantor militer milik papa. Ayah nya sengaja manfaatin anaknya buat deketin gue, karena gue adalah orang yang bakal meneruskan kantor militer milik papa suatu saat nanti". Ucap aldi geram
" Yang lebih parahnya gue tau itu saat dia lagi di kantin sekolah, dia bicara dengan seseorang dan ternyata itu adalah pacarnya, dia berhasil buat ngehianatin gue al, dia buat seolah-olah gua itu bodoh karena gue terlalu cinta sama dia dan dia manfaatin gue saat itu". Ucap aldi geram
" Gue marah, tapi riki nahan gue supaya gue bisa bicara baik-baik". Ucap aldi
" Itu sebabnya sampai sekarang gue selalu jaga jarak dengan wanita, karna gue fikir semua wanita sama aja". Jelas aldi
Apa orang yang memanfaatkan kebaikan orang lain bisa disebut cinta ya, apalagi ini masih cinta monyet masa SMP, hufttt ternyata masih banyak didunia ini yang selalu memanfaat kan kebaikan orang. Alda
" Tapi di kalian kan waktu itu masih SMP ko fikiran kalian udah kaya orang dewasa sih, bukannya seharusnya kalian fokus belajar ya?!". Tanya alda bingung
" Nah itu al, lo pasti gaakan ngerti tentang kehidupan gue, dari kecil gue sama riki udah diajarin fisik dan mental sama seperti papa yang mendidik anak buah nya, gue harus bisa belajar dewasa walaupun gue masih dibawah umur saat itu, papa sangat berharap gue bisa seperti papa suatu saat nanti dan bisa meneruskan kantor militer milik papa". Jelas aldi
" Ko sama riki, memang kalian sodara?!". Tanya alda masih kebingungan
" Terua sekarang riki lagi ngikutin kamu di?! ". Ucap alda sambil melirik ke kanan dan kekiri
" Engga lah, hari ini dia dirumahnya gue yang minta". Ucap aldi
" kamu hebat ya di bisa bersikap dewasa sebelum waktunya". Ucap alda kagum
" Hemm, gue anak dari seorang ardiantara itu sebabnya prilaku gue harus jadi contoh buat adik gue". Ucap aldi tegas
" Aku salut sama kamu di, eh iya balik lagi ke topik awal kamu bilang kan sampai saat ini kamu jaga jarak sama wanita, tapi sekarang kenapa kamu malah milih berteman sama aku?!". Ucap alda yang sedaritadi ingin ia tanyakan
" Entah lah tapi gue nyaman temenan sama lo, semenjak gue nolongin lo waktu lo hampir ketabrak". Ucap aldi sambil mengangkat kedua bahunya.
" Oh cuman itu aja?!". Ucap alda mengerutkan dahinya
" iya lah terus apa lagi, oh iya satu lagi gue selalu merhatiin lo haha". Ucap aldi sambil tertawa
" aldii". Teriak alda sambil memukul tangan aldi
__ADS_1
" Serius, apalagi saat muka lo lagi jelek haha". Seru aldi sambil tertawa
" Ihh nyebelin". Ucap alda memukul mukul tangan aldi
" Haha emang bener". Ucap aldi masih tertawa "tapi gue lebih suka saat lo mulai tegas al". Bisik aldi dengan air muka serius
Wajah alda langsung merah merona saat aldi berbisik dengan kata-kata yang terakhir "apa, tegas?". Tanya alda melihat kearah aldi
" Hemm iya, lo kalo lagi tegas kaya monster tau!". Ucap aldi bercanda
" Tuh kan nyebelin banget jadi orang". Jawab alda memanyunkan bibirnya kesal
" Haha gue becanda al!". Ucap aldi
Es krim yang sedari tadi dinikmati sudah habis tak tersisa, karena tak terasa dengan obrolan yang awalnya serius sampai candaan, membuat mereka tidak menyadari dengan suapan-suapan sendok yang menghampiri mulut.
Setelah selesai mereka beranjak dari tempat duduknya untuk pulang.
Saat sedang berjalan tiba-tiba aldi mengajak alda untuk pergi mengunjungi rumahnya, karena ia teringat perkataan mamanya yang penasaran dengan alda.
" al lo mau ga kalo gue ajakin ke rumah?!". Tanya aldi
" hah, gapain?!". Jawab alda kaget
" lo jangan mikir macem-macem, mama gue pengen ketemu sama lo katanya". Ucap aldi
" ko bisa?!". Tanya alda
" Yah gue bilang ke mama, kalo gue punya sahabat cewe dan kayanya mama gue tertarik sama lo". Jelas aldi
" Tapi di aku maluu". Ucap alda
" Gue aja sering ke rumah lo ga malu tuh, tenang aja mama gue baik ko gaakan ngigit". Ucap aldi
" Haha yaudah ayok kita ketemu mamah kamu ". Ucap alda sambil menepuk bahu aldi
Saat perjalanan menuju mobil kejadian tak teduga kembali muncul.
Tiba-tiba.....
Seseorang manarik lengan alda dan berteriak sambil menunjuk-nunjuk muka alda.
-
__ADS_1
-
-Selesai😊