Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 28


__ADS_3

Selesai mengambil motor ditempat parkir, aldi pun menghampiri alda yang sedang berdiri didepan gerbang menunggu dirinya.


Tanpa aldi suruh naik pun alda sudah berinisiatif untuk naik ke atas motor.


Aldi masih tidak bicara sepatah katapun, ia hanya menuruti arah yang ditunjukan oleh alda padanya.


Tak lama merekapun sampai di suatu tempat yang indah, yaitu danau yang tidak jauh dari sekolah.


Mereka pun berjalan kepinggir danau lalu duduk sambil menatapi air yang jernih.


" Jangan banyak basa-basi, jadi lo mau ngomong apa?!". Ucap aldi langsung pada intinya.


" Aldi sebenernya aku mau minta maaf sama kamu". Ucap alda menunduk dengan mata yang berkaca-kaca, ia juga tidak berani menatap aldi "aldi jujur aja aku takut liat kamu marah sama aku, aku takut hubungan kita jadi renggang, perasaan aku kacaw saat kamu marah sama aku di, aku terlalu nyaman bersahabat sama kamu, aku gabisa bayangin, gimana jadinya kalau sampai aku gabisa bareng-bareng lagi dengan kamu di". Jelas alda tanpa disengaja air matanya jatuh begitu saja, bukan karena ia cengeng. Tapi ia memang tidak mau jika persahabatan mereka hancur hanya karena masalah tadi.


Coba bayangkan bagaimana jika kalian memiliki sahabat yang selalu ada untuk kalian, dan bagaimana jika sahabat kalian marah pada kalian sampai bersikap dingin, apa kalian akan sedih??.


Ya itu yang sedang dirasakan alda saat ini, ia berusaha untuk memperjuangkan persahabatannya dengan aldi.


" Terus ngapain lo barusan lebih belain kak delima, gue ga suka sama sikap lo yang terlalu baik al, lo tau dengan sikap lo kaya gitu lo semakin mudah buat dimanfaatin orang". Ucap aldi masih kesal.


" Aldi aku bukan belain kak delima, justru aku setuju jika kak delima dikasih hukuman, tapi aku ga setuju kalo kamu sampai memutuskan rezeki orang lain atau kamu memutuskan pendidikan orang lain, justru aku berfikir dia pasti bakal berubah sedikit demi sedikit, aku masih kasih dia kesempatan untuk berubah di". Ucap alda memberi penjelasan.

__ADS_1


" Lo tau kan orang kaya dia itu gamungkin bisa berubah!". Teriak aldi.


" Iya di, tapi aku gamau karena masalah dikantin barusan, kamu sampai ngeluarin kak delima dari sekolah. Kasih dia kesempatan toh ini juga tahun terakhir kak delima ada disekolah kan, kasih juga waktu buat dia berubah untuk sadar atas semua perbuatannya di, mungkin hukuman scors dari sekolah untuk kak delima bisa bikin dia menyesali semua perbuatannya di". Ucap alda jelas.


" Tapi gimana kalo dia masih belum berubah al, gimana kalo dia masih tetep nyakitin lo?!". Tanya aldi.


" Yah mungkin tuhan belum membuka hatinya untuk berubah di, tapi gaada salahnya juga kan kita sebagai manusia kasih kesempatan kedua buat orang yang nyakitin kita, tuhan aja maha pemaaf, masa kita yang cuman manusia biasa gabisa maafin orang yang udah berbuat salah sama kita". Ucap alda dengan lembut. "Terus kamu masih marah sama aku di, aku takut ngeliat kamu marah kaya gini". Lirih alda lalu mengusap air matanya.


" Hati lo itu sebenernya terbuat dari apa sih al, kenapa lo bisa berhati malaikat kaya gini al?!". Ucap aldi kagum lalu memeluk alda yang menangis. "Gue udah maafin lo al, maafin gue ya yang udah bikin lo sedih". Ucap aldi memeluk alda lebih erat.


" Huaa, makasih di makasih udah maafin aku, aku gamau liat kamu marah sama aku di, aku bakal berusaha sebaik mungkin agar kamu ga marah lagi sama akuu". Ucap alda membasahi jaket aldi dengan air matanya.


" Iya al, sekarang gue ngerasa beruntung karena gue udah nemuin seorang sahabat yang berhati malaikat kaya lo al". Ucap aldi bangga.


" Engga al, gue gaakan pernah niggalin lo sampai kapanpun". Ucap aldi melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata alda. " Lo nangis dari tadi al, mata lo sampai sembab gini?". Tanya aldi menyesal.


" Iyaa di, maaf yaa". Ucap alda minta maaf.


" Kenapa minta maaf, justru seharusnya aku yang minta maaf karena udah buat kamu nangis kaya gini al". Ucap aldi merasa bersalah "maaf ya aku udah ngelanggar janji aku sama kamu". Lirih aldi tiba-tiba lembut.


" Engga ko di aku ga apa-apa, yang penting persahabatan kita udh kembali lagi". Ucap alda tersenyum.

__ADS_1


" Iya al, makasih udah mau sabar ngehadepin sifat aku yang keras kepala". Ujar aldi sambil menggenggam tangan alda.


" Iya di, makasih juga udah sabar ngadepin aku yang ngeselin hehe". Tambah alda.


" Huh, emang lo ngeselin. Untung gue sanggup ya temenan sama lo haha". Goda aldi lalu tertawa.


" Ishh gitu yaa, mulai lagi deh". Ucap alda.


" Haha ga apa-apa al dari pada tegang mulu kan dari tadi". Ucap aldi lalu menyentuh mata alda yang sembab "mata lo sembab banget, gue kompres ya ntar pake es batu". Ucap aldi.


" Gausah di, nanti juga hilang sendiri kok". Ucap alda.


" Serius nih gamau gue obatin?!". Tanya aldi masih menyentuh mata alda.


" Engga, kenapa sih pengen banget ngobatin mata sembab aku?!". Ucap alda


" Hemm ga apa-apa lah, pengen ajaa". Ujar aldi


Setelah salah paham diantara mereka dapat terselesaikan akhirnya merekapun kembali tertawa bersama seperti biasanya lagi.


-

__ADS_1


-


-Selesai😊


__ADS_2