
Kekacauan kini telah berhasil di tuntaskan, tak ada lagi yang bisa mengganggu keluarga Ardiantara, semua ini berkat Aldi calon penerus Tahta sang Ayah.
Semenjak itu mereka sudah mengetahui besarnya kekuasaan Aldi yang sesungguh nya. Ia bisa melakukan apapun jika seseorang sudah berurusan dengannya, itu sebabnya semua orang harus menjaga cara bicara nya dihadapan seorang Aldi Ardiantara. Ia tidak lagi dianggap sebagai bocah yang baru bertumbuh dewasa, tetapi sekarang dengan kedewasaannya lah semua bisa ia kondisikan dengan baik.
Dan ia ditakuti oleh banyak orang bukan lah karena suatu alasan, tetapi karena banyak penyebab yang membuat Aldi sangat disegani.
Waktu berjalan cepat dengan sendiri nya, semua orang menjalani hari seperti biasanya. Kehidupan normal yang sudah bisa dirasakan semenjak kejadian kelam satu tahun lalu, kini dengan berputar nya waktu mereka sudah berada ditahap kelulusan sekolah.
Tersimpan tangis haru saat perpisahan sekolah, merasakan rasanya tak ingin kehilangan teman yang sudah sangat berarti dalam kehidupannya. Dan entah kapan mereka bisa bertemu kembali, hanya berharap suatu hari nanti mereka bisa menjalani kesuksesan bersama.
Seharusnya hari perpisahan adalah hari yang sangat membahagiakan bagi semua orang, tetapi tidak bagi Aldi saat mendengar kepulangan Tuan Ardiantara tersimpan kabar duka yang membuat semua orang bisa menangis sejadi-jadinya.
Tuan Ardiantara dikabarkan telah gugur dalam perang saat dimana hari perpisahan anak nya sekarang. Kabar itu kini telah sampai pada Aldi, itu membuat nya tak percaya bahwa ayah nya akan pergi secepat ini.
Ia bergegas menghampiri Mama nya yang belum mengetahui kabar kepulangan Suaminya. Sungguh ia tak tega mengatakan suatu kenyataan yang membuat Mama nya akan sangat terluka nanti. Tetapi semua kebenaran ini harus ia katakan walaupun dengan berat hati.
" Mama, Hari ini Papa akan segera pulang". Sambil menatap sedih pada Mama nya.
" Papa pulang? Mama sangat merindukan Papa, Nak apa Mama boleh pulang sekarang, karena Mama akan memasak makanan kesukaan Papa mu".
" Lebih baik tidak usah Ma".
" Kenapa? memang kau tidak merindukan Papa mu, jam berapa Papa akan pulang?".
" Sebentar lagi Papa akan sampai, tolong kuatkan hati Mama". Sambil memberi pelukan erat pada Mama nya.
" Kenapa kamu menangis Nak, apa kamu tak senang jika Papa mu akan pulang?".
__ADS_1
" Aldi senang, tetapi saat ini kita harus meng ikhlaskan kepergian Papa untuk selamanya Ma". Ucap nya menangis.
" Meng ikhlaskan, kepergian Papa, Maksud mu apa?". Melepaskan pelukannya.
" Papa sudah tiada Ma, Papa sudah gugur dalam berperang". Sambil berlutut di hadapan Mama nya, lalu mencium kedua telapak tangan Mama nya.
" Kamu sedang berbohong kan nak? Papa mu masih hidup".
Aldi memberi pelukan pada Mama nya, menenangkan Mamanya agar tidak menangis, tetapi air mata Mama sudah tak bisa dibendung. "Maafin Aldi Ma, Aldi harus memberitahu kabar ini, walaupun Aldi sendiri juga berat untuk memberi tahu pada Mama".
Pa, kenapa kau harus pergi secepat ini? Bukan kah kau telah berjanji pada kami untuk pulang dengan keadaan selamat? Tapi kenapa kau membiarkan Mama terluka sekarang. Dengan kepergian mu dua tahun lalu membuat kami sangat terluka, dan sekarang kau mau pergi meninggalkan kami untuk selamanya, itu membuat kami sangat hancur Pa. Aldi.
" Kenapa Papa mu harus pergi secepat ini, Mama belum siap untuk kehilangan Papa".
" Aldi juga sama Ma, tetapi ini sudah takdir, Papa harus pergi meninggalkan kita dengan keadaan seperti ini Ma". Ucapnya dengan hati yang berlapang dada. "Sekarang ayo kita sambut Papa di rumah Ma".
" Iya Nak".
Kabar di televisi sudah beredar tentang kematian Tuan Ardiantara sang pahlawan yang gugur dalam berperang untuk membela Negaranya, menjadi perbincangan topik hangat saat ini.
Banyak orang yang sudah berdatangan di rumah sang Jendral, banyak sekali yang ingin ikut berpartisipasi untuk membantu pemakaman orang yang sudah banyak berjasa bagi Negeri ini, ini adalah bentuk kecintaannya pada Negeri dan dicintai kembali oleh Negeri.
Sang keluarga sudah datang, merasakan kesedihan yang amat mendalam Atas tiadanya sang pemimpin keluarga yang sangat dicintai nya. Ibu membantu Mama Aldi agar tidak berlarut dalam kesedihannya, sementara Alda berusaha menghibur Aldi agar tak larut juga dalam rasa sedihnya sekarang.
Alda menggenggam lengan Aldi saat masuk kedalam rumah, karena ia tahu betapa besar nya kekecewaan Aldi saat ditinggalkan oleh Papa nya, perasaannya sungguh sakit saat ini.
" Aldi, kamu harus kuat ya, tetap semangat karena kehidupan panjang mu akan segera dimulai".
__ADS_1
" Iya Al, aku sedang berusaha Ikhlas sekarang".
" Kamu orang hebat, dan kamu orang yang tangguh Di".
" Terimakasih Al".
Tak lama seseorang sudah memberi kabar pada Aldi, bahwa Tuan Ardiantara sudah sampai sekarang. Dan sudah berada di depan gerbang utama, dengan diantarkan oleh pasukan tentara PBB.
Didalam rumah, penyambutan jenazah tercinta sudah di banjiri air mata, tangisan meluap dari semua keluarga, kerbat, dan orang-orang terdekatnya.
" Suami ku, kenapa kau harus pergi sekarang, kau tahu kan dengan kepergian mu dua tahun lalu sudah membuat ku terluka, dan sekarang kau menambah luka mendalam pada ku dan anak-anak kita". Sambil memeluk jenazah yang sudah dibungkus oleh kain kafan.
" Suamiku, aku sangat mencintaimu dan aku tidak mau kehilangan mu, bangun Suamiku aku mohon". Tangis nya pecah, membuat semua orang yang berada diruangan ikut tersentuh.
" Kau pernah mengatakan, jika kau ingin melihat anak-anak kita bertumbuh dewasa dan memiliki ketegasan yang sama seperti mu, lihat lah Aldi dia sudah bertumbuh dewasa sama seperti mu, lihatlah anak-anak kita, mereka sudah menjalakan semua tanggung jawab yang kau beri pada mereka. Lalu dengan mudah nya kau meninggalkan kami Suami ku".
" Apa kau lupa, kau selalu mengatakan bahwa kau sangat mencintaiku dan sekarang tolong katakan itu kembali kalau kau sangat mencintai kami".
Aldi pergi dari ruangan menuju kamarnya karena tak tahan melihat tangisan Mama nya, sebenarnya ia ingin menenang kan Mama nya, tetapi ia juga tak kuasa untuk menahan tangisnya.
Alda yang melihat nya berlari mengejar Aldi untuk menenangkan sahabat nya. Luka yang amat mendalam ini sangat sulit untuk disembuhkan.
" Aldi kamu harus tenang, kamu pasti kuat ko". Sambil memberi pelukan pada Aldi.
" Maaf Al kalo aku nangis, maaf jika dihapan mu aku terlihat lemah, tetapi keadaan ini sangat sulit untuk ku Al".
" Aku paham Di, lebih baik kamu menangis sepuasnya, kamu tidak perlu merasa lemah dihadapanku, sebab itu wajar karena kau ditinggalkan oleh orang yang sangat berarti dalam kehidupan mu".
__ADS_1
Aldi menangis sepuasnya didalam pelukan Alda, ia menangis bukan berarti ia lemah, tetapi ia sedang mengumpulkan kekuatan pada dirinya untuk terus bertahan dalam keadaan yang sangat sulit baginya.
-Selesai😊