Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 90


__ADS_3

Sementara itu, Pilot dan Copilot dari Pesawat XX berusaha untuk melalukakan pendaratan darurat di suatu tempat yang cukup aman.


Karena cuaca yang sangat buruk, membuat Pesawat harus mendarat darurat. Karena jika terus melanjutkan perjalan, ia tahu tidak akan aman untuk keselamatannya dan para penumpang yang berada didalam pesawat.


Semua penumpang sudah sangat ketakutan, karena cuaca yang ekstrim membuat mereka sangat panik. Di pesawat semua orang sedang berdoa, meminta pertolang kepada sang maha kuasa.


Untung saja Pilot dari Pesawat XX sangat lah cerdas. Walaupun dengan guncangan badai sekalipun ia tetap tenang dan tidak gentar, ia berusaha mengemudi dengan baik, untuk menyelamatkan para penumpang yang berada didalam pesawat. Karena ia tahu ia harus berhasil menyelamatkan ratusan nyawa manusia.


Tugas Pilot dan Copilot tidak lah mudah, jika dalam suasana seperti ini, mereka dituntut untuk melakukan kepandaian mereka dan ketenangan mereka agar tetap fokus untuk mengemudikan pesawat.


Sementara itu Copilot berusaha keras untuk menghubungi Air Traffic Controller disana. Tetapi sayang, karena cuaca yang buruk membuat jaringan terputus dengan ATC.


Dengan hati-hati Pilot segera melakukan pendaratan darurat di Kota XX. Untuk sementara waktu, sampai cuaca membaik. Dan mereka dapat mengubungi ATC yang berada disana.


Sementara itu Alda, Dalvin, dan Keysa saling mensuport satu sama lain. Jika ini akhir dari kehidupan, mereka ikhlas menerimanya, walaupun masih banyak tujuan yang harus mereka capai.


Pesawat terus berguncang, Pilot sudah melakukan ancang-ancang untuk pendaratan darurat. Dengan keahlian nya, pesawat bisa mendarat dengan baik di suatu tempat yang berada di kota XX.


Semua penumpang merasa bersyukur, karena mereka selamat dari kecelakaan maut yang akan menantinya tadi. Ternyata Tuhan berencana lain, dan memberikan kuasa untuk nyawa yang berada didalam Pesawat tetap hidup.


Begitupun untuk jasa Kapten Pilot yang sudah berusaha mengendarai pesawat dengan baik, patut untuk diberi apresiasi luar biasa. Karena telah menyelamatkan ratusan nyawa manusia yang berada didalam nya.


Para penumpang turun beserta pramugari yang menertibkan, sungguh ini adalah trauma terbesar bagi Alda dan para penumpang pesawat XX, ini kali pertamanya bagi Alda dan teman-teman nya berada diambang maut tadi. Saat turun dari pesawat, mereka sujud syukur karena Tuhan telah melindungi nyawa mereka semua.


" Al, Key, kalian gapapa kan?". Tanya Dalvin.


" Kita gapapa ko Vin". Jawab Keysa sambil memeluk Alda yang masih terdiam.


" Al, kamu kenapa?". Tanya keduanya.


" A, aku gapapa". Ucap nya dengan tatapan kosong.


" Kita udah aman sekarang Al, kamu gausah takut lagi. Kita ada disini ko disamping kamu". Ucap Dalvin yang melihat trauma besar pada diri Alda.


Ya memang ini pun menjadi trauma terbesar bagi Dalvin dan juga Keysa. Tetapi mereka berusaha tenang untuk mengontrol emosi mereka.

__ADS_1


Mereka duduk terdiam dalam lamunan, tidak ada satu pun kata yang diucapkan. Karena bayangan didalam pesawat tadi masih terekam jelas di kepalanya. Suara teriakan, anak kecil yang menagis, suara orang-orang yang sudah pasrah, dan lain sebagainya. Itu semua masih ada didalam ingatan Alda.


Kapten Pilot dan Copilot berhasil untuk meminta bantuan, karena mesin yang ada didalam pesawat bermasalah akibat badai, ia menghubungi ATC untuk memberitahu bahwa Pesawat XX telah berhasil mendarat di Kota XX.


Tak selang beberapa lama, beberapa helicopter Tentara, mobil ambulance, mobil polisi, dan mobil pemadam kebakaran sudah datang di tempat kejadian, untuk membatu evakuasi para korban.


Beberapa korban ada yang dilarikan ke rumah sakit, karena serangan jantung akibat panik, asma, dan lain sebagainya.


Alda masih saja terdiam tanpa melihat kondisi sekitarnya, trauma nya kali ini sangat berbeda untuk nya. Pengalaman buruk yang baru saja terjadi pada dirinya dan teman-teman nya.


" Alda". Panggil seseorang dari kejauhan. Yang dipanggil tidak mendengar.


Keysa dan Dalvin yang menengok, lalu memanggil orang yang baru saja memanggil Alda.


" Disini, Aldi ayo kemari". Teriak Keysa. Alda masih terbenam dalam lamunanannya, membuatnya tak mendengar apapun.


Aldi segera menghampri, lalu memeluk Alda dari belakang. Merasa beruntung karena kekasih nya selamat dari kecelakaan maut.


" Kamu gapapa kan?". Sambil mengecup rambut Alda.


" Alda". Ucapnya sambil menggoyangkan tubuh Alda.


Alda tersadar lalu bangun dari lamunannya. Ia terkejut saat dibelakang nya sudah ada Aldi yang memeluk dirinya.


" Aldi, kapan kamu ada disini?". Tanya Alda terkejut.


" Baru saja, kenapa kau terkejut?".


" Tidak, aku kaget saat kamu sudah berada disini".


" Kenapa? Bagaimana keadaan mu sekarang. Lalu apakah kalian baik-baik saja?".


" Yah seperti yang kamu lihat sekarang".


" Aku sangat mengkhawatirkan mu Al. Aku takut akan terjadi hal buruk pada mu. Aku takut kehilang mu dan sahabat-sahabat ku".

__ADS_1


" Terimakasih sudah mengkhawatirkan kami". Ucapnya tertunduk.


" Kamu tidak apa-apa sekarang, kamu tidak perlu khawatir. nanti aku yang akan mengantar kalian pulang ke Negara XX. Oh iya Vin, Key ntuk dua hari, kalian bisa kembali lagi ke apartemen gue. Dengan keadaan kalian kaya gini, kalian gaakan bisa pergi sekarang". Masih memeluk Alda dengan hangat.


" Hemm oke, kalo itu ga ngerepotin lo kita ga jadi masalah". Jawab Dalvin.


" Yaudah sekarang kalian langsung aja ke apartemen. Vin, Key gue minta tolong jagain Alda, bawa dia sampai apartemen, kali ini dia trauma banget. Gue sama Riki masih ada urusan yang harus gue lakuin disini, supir gue udah jemput kalian disana". Jelas Aldi.


" Jadi, kamu ga ikut kita sekarang?". Tanya Alda.


" Engga sayang, masih ada yang harus aku urus disini. Kamu pergi duluan ya. Kalo urusan ku udah selesai, aku bakal langsung ke apartemen ko". Ucapnya sambil mengecup kening Alda.


" T, tapi".


" Gapapa, aku anter kamu ke dalem mobil ya. Udah ini kamu harus istirahat. Dan kalian juga harus istirahat, tenangin diri kalian, nanti dokter akan nyusul untuk periksa mental kalian akibat kecelakaan tadi".


" Siap, tapi lo disini ga akan lama kan Di?".


" Engga ko. Cuman sampai urusan gue disini selesai".


" Oh iya jangan lupa ya, kamu harus kasih penghargaan besar untuk Pilot dan Copilot pesawat XX".


" Itu pasti, karena mereka telah menyelamatkan nyawa mu. Aku sangat berterimakasih pada mereka".


" Aku ingin bertemu dengannya, ingin mengucapkan terimakasih, mereka sangat hebat bahkan sangat keren".


" Iya, mereka akan datang nanti disaat hari pernikahan kita".


" Hah menikah? Kapan kalian akan rencana menikah?". Tanya Keysa terkejut.


" Tidak lama lagi". Jawab Aldi.


Alda tersenyum pipinya merah merona. Sebab hari itu adalah hari yang sangat dinanti oleh nya. Saat ia memakai gaun pengantin dengan kekasih yang ia cintai, ia harap hari itu akan segera tiba.


-Selesai 😊

__ADS_1


__ADS_2