
Kini Alda menjalani hari-hari nya sebagai mahasiswa di salah satu Universitas terfavorit di kotanya, karena berkat usahanya ia mampu mendapat kan beasiswa terbaik saat ini.
Bukan hanya Alda yang mendapatkan beasiswa terbaik, tetapi Dalvin dan Keysa pun ikut mendapatkannya, karena prestasi yang sudah mereka raih selama ini.
Aku tidak menyangka, sudah lama kamu pergi tetapi hati ku masih tetap menunggu mu sampai saat ini, Aldi aku ingin kau bangga melihat ku sebagai seorang sarjana kedokteran nanti, kelak aku pun akan sangat bangga saat melihat mu menjadi seorang jendral. Alda
Duarrr...
Suara Keysa yang membangunkan Alda dari lamunannya.
" Ishh kebiasaan deh, kalian kenapa sih seneng banget ngagetin aku?".
" Lagian kamu sihh diem aja Al, lagi mikirin apa sih?". Tanya keysa.
" Yahh pasti mikirin gue lah Key, hehe". Ucap Dalvin diiringi tawa.
" Ihh Dalvin geer banget sih".
" Tuh kan, Alda itu bukan mikirin lu Vin".
" Terus kamu lagi mikirin siapa Al?".
" Haha engga ko aku ga mikirin siapapun, cuman sekedar menikmati cuaca disini".
" Hemm kayanya gamungkin sihh, ahh aku tau kamu pasti lagi mikirin Aldi kan?".
" Hemm e, engga kok". Ucapnya gelagapan.
" Ahh jujur aja deh".
" Ko tiba-tiba Aldi sih, memang aku harus selalu mikirin Aldi gitu? Aku pun punya kehidupan ku sendiri kan Key". Ucap nya dengan nada tinggi.
" Hahaha biasa aja kali Al aku hanya becanda, jangan marah dong hehe".
Seketika Alda menatap Dalvin yang sedang duduk disamping nya, ia merasa tak enak, sebab ia berfikir perkataan Keysa mungkin telah menyakiti hati Dalvin.
" Vin, kamu kenapa?".
" Aku gapapa Al, aku duluan ya".
" Tapi kenapa, kamu kan baru sampai".
" Engga ko Al, yaudah Key, Al, gue balik duluan ya".
" Lah kenapa? Kita kan baru sampai". Tanya Keysa.
" Tiba-tiba gue ada urusan nih".
" Hemm, yaudah bye hati-hati ya". Teriak Keysa.
Saat Dalvin pergi, Alda menyenggol lengan Keysa dengan sengaja, sebab entah mengapa ia merasa risih dengan tingkah Keysa pada Dalvin.
__ADS_1
" Kenapa sih Al?".
" Kamu yang kenapa? Aku pernah cerita kan tentang Dalvin?".
" Iya, terus?".
" Kamu sengaja bikin Dalvin jadi gitu, aku ga enak tau Key".
" Yah salah ku apa Al?, aku tau dia suka sama kamu dan aku pengen dia tau, kalo hati kamu itu cuman milik Aldi".
" Tapi cara mu salah Key, dengan cara kamu seperti itu justru kamu menyakiti hati Dalvin".
" Terus aku harus minta maaf Al?".
" Hemm udah lah key, aku harap Dalvin bisa ngerti".
Mereka pun pergi dari tempat nya, lalu di pertengahan jalan mereka menemukan seseorang yang menyerupai Dalvin yang sedang berpegang mesra dengan seorang wanita.
" Al itu sepertinya Dalvin deh".
" Ahh salah liat kali, ayo deh jangan halu kita pulang aja sekarang".
" Tapi beneran deh itu Dalvin, tapi kamu ga penasaran buat ngedatangin Dalvin? Soalnya perasaan ku ga enak Al, tadi dia bilang ada urusan kan? Tapi dia ga bilang ke kita urusannya apa, apa dia punya urusan sama cewe itu".
" Ahh udah lah Key, itu kan urusan dia dan itu bukan hak kita buat tau".
" Tapi Al, masa iya Dalvin sekarang deket sama cewe lain, sementara kita tau kan kalo dia suka sama kamu".
" Hemm yaudah deh kalo emang kamu gamau tau, itu ga masalah".
" Yaudah Key ayo kita pulang, masih banyak tugas dari dosen yang harus kita kerjain sekarang".
" Hemm iya Al".
Keysa pun mengikuti dari belakang untuk menuju ke rumah Alda, karena mereka akan mengerjakan tugas bersama.
Hemm kayanya ada yang aneh deh, kenapa Dalvin bisa bersama dengan wanita lain, sementara sekarang yang dia suka adalah Alda, apa dia mau mempermainkan perasaan Alda? Tapi disisi lain perasaan Alda hanya untuk Aldi kan, ahh entah lah ini semua ternyata sangat rumit. Keysa.
" Heii kenapa sih ngelamun?". Ucap Alda membuyarkan lamunan Keysa.
" Hemm aku gapapa Al".
" Masa sih, masi kefikiran Dalvin?".
" Hemm engga juga sih, cuman aku heran aja Al, sejak kapan dia punya pacar, tapi dia ga pernah cerita sedikit pun ke kita".
" Yah mungkin itu privasi nya yang engga bisa semua orang tau Key".
" Hemm iya sih".
" Tapi dia hanya suka sama kamu kan?".
__ADS_1
"Aku gatau Key, tapi sepengetahuan ku gitu, hanya saja kita ga bisa memaksakan orang itu untuk terus suka sama kita Key".
" Lalu bagaimana perasan mu pada Aldi sekarang?".
" Aku masih tetap menunggunya Key".
" Apa kamu yakin? Masih banyak cowo di kampus yang lebih keren loh Al".
" Aku tak peduli Key, yang jelas hati ku memang berkata seperti itu".
" Baik lah".
Mereka pun mengerjakan tugas bersama, hingga tugas yang telah di kerjakan dapat terselesaikan dengan baik.
Hari semakin sore, matahari pun akan segera berpindah tempat. karena terlalu fokus dengan pekerjaan yang sedari tadi dikerjakan, akhirnya mereka pun merasa lapar dan mencari makanan keluar karena keluarga Alda sedang tidak berada di rumah saat ini.
" Ayo Al kita cari makanan di luar".
" Ayo Key, kita mau cari makan dimana?".
" lebih baik kita cari makanan dekat taman Al, suasana disana sungguh sangat indah Al".
" Boleh, kalo gitu tunggu sebentar ya Key, aku perlu keluarin motor sekarang".
" Oke Al".
***
" Al itu Dalvin kan, ternyata bener ya dia itu bukan type cowo yang jujur, dia bilang saat ini pengen nunggu kamu sampai kamu bisa nerima perasaan dia kan Al, tapi justru sekarang dia malah deket sama cewe berbeda, yang tadi kita temuin".
" Hemm kamu bener, tapi bagaimana pun Dalvin tetep sahabat kita kan, aku seneng ko Key liat dia bahagia".
" Tapi aku ga bisa diem aja Al".
Keysa pun menghampiri Dalvin dengan keadaan marah, entah apa sebab nya, tetapi saat ini ia sungguh merasa di khianati, karena sahabat nya Dalvin telah menghianati sahabat wanitanya.
" Vin lo bener-bener cowo play boy ya, lo bilang lo suka sama Alda, tapi sekarang justru lo mainin perasaan Alda".
" Maksud lo?".
" Lo jangan pura-pura bodoh Vin, gue tau semuanya, barusan lo bilang ada urusan kan? Dan tadi siang gue liat lo lagi sama cewe lain, dan sekarang gue liat justru lo bareng sama cewe yang berbeda".
" Tadi siang kapan? Lo jangan asal tuduh Key".
" Gue liat dengan mata kepala gue sendiri Vin".
" Dah lah males gue sama cowo kaya lo, lo emang ga ngerti ya persaan Alda sekarang".
" Maksud lo Alda suka sama gue gitu?".
Keysa menarik lengan Alda, lalu pergi dengan keadaan sangat kesal, tanpa mengetahui penjelasan Dalvin sedikit pun, entah mengapa tetapi hatinya sungguh merasa di khianati.
__ADS_1
-Selesai😊