
Aldi terus menggenggam lengan Alda dan menciumi berkali-kali. Karena saat ini hatinya benar-benar lega sudah melihat senyuman gadis yang berada dihadapan nya.
" Al lain kali kamu jangan bikin kita semua kuatir lagi ya".
" Hemm, memang aku kenapa? Ahh iya aku inget sekarang, kemarin aku jatuh dari jurang kan?".
" Iya Al, kamu ga sadarkan diri seharian". Jelas Aldi. "Semua orang kuatir sama keadaan kamu".
" Hemm termasuk kamu juga gitu?".
" Engga!".
" Hemm yaudah deh".
" Yaiyalah jelas-jelas aku kuatir banget sama keadaan kamu Al".
Eh bentar-betar, tapi ko aku baru sadar ya kalo dari tadi Aldi bicara lembut banget. Biasanya kan dia selalu bilang lo gue kalo bicara. Guman nya dalam hati sambil mengernyitkan dahinya.
" Hei, ada apa, apa masih sakit Al?".
" Hemm engga ko, cuman ada yang aneh aja".
" Apa?". Sambil mengernyitkan dahi nya.
" Ko kamu jadi bilang aku kamu sih, biasanya juga lo gue".
" Haha emang kenapa, ga boleh? Aku kira ada apa ". Ucapnya sambil mengacak rambut Alda.
" Hemm, justru aku seneng Di".
" Yaudah mulai sekarang aku bakal bicara kaya gini terus sama kamu".
Alda hanya tersenyum dengan perubahan sikap Aldi padanya, seperti baru mendapatkan sisi baru dari Aldi.
" Aldi, orang tua ku mana?".
" Ada diluar, mau aku panggil?".
" Boleh, aku rindu sama Ibu dan Ayah".
" Oke Al, sebentar ya". Sambil berdiri "oh iya Al, aku pulang dulu sebentar ya nanti aku balik lagi kok".
" Hemm, yaudah deh hati-hati dijalan ya". Sambil memanyunkan bibirnya.
" Jangan sedih gitu dong Al".
" Engga kok, lagian kamu udah lama banget kan nunggu aku, jadi kamu pulang dulu aja Di". Sambil tersenyum.
" Oke, tunggu aku balik lagi ya". Sambil mengusap rambut Alda.
Aldi pun pergi keluar, bergantian dengan orang tua Alda, lalu meminta izin untuk pulang. Karena ia tak tega jika orang tua nya harus berada dirumah sakit seharian.
" Pak, Bu, saya pulang dulu ya, kesian Mama sama Papa kalo harus nunggu saya. Alda udah bangun sekarang, nanti saya balik lagi kesini".
" Baik Nak Aldi terimakasih ya". Sambil mengelus kepala Aldi, lalu menatap Mama dan Papa yang berada disamping Aldi. "Tuan dan Nyonya terimakasih banyak sudah membantu Alda". Ucapnya sambil tersenyum.
" Itu memang sudah kewajiban kita juga ko, yasudah kami pulang duluan ya". Ucap Mama sambil memeluk Ibu.
" Iya sama-sama, jaga Alda dengan baik. Semoga Alda cepat sembuh". Ucap Papa.
" Iya Pak, kami pasti menjaga anak kami dengan baik".
Aldi dan keluarga nya pun pulang kerumah nya, Aldi hanya ingin mandi dan berganti pakain, lalu kembali ke rumah sakit. Begitu fikirnya.
***
Aldi telah selesai bersiap-siap, ia hendak kembali ke rumah sakit untuk menjaga Alda malam ini. Tetapi Papa tidak mengizinkan, karena malam ini cuaca sedang buruk.
__ADS_1
" Lebih baik besok saja kamu kembali ke rumah sakit, malam ini cuaca sedang buruk terlalu berbahaya jika kamu pergi malam ini".
" Tapi Pa, Aldi harus jaga Alda malam ini".
" Nak dengerin kata-kata Papa kali ini, lebih baik kamu pergi ke kamar dan istirahat sekarang".
" Tapi Pa, Aldi harus pergi". Mencoba membujuk Papa.
" Masih ada waktu esok Nak".
Aldi kembali ke kamar nya tanpa sepatah katapun, karena kesal denga Papa nya, padahal apa yang dilakukan Papa nya itu semata-mata untuk kebaikan nya sendiri.
Al maafin gue, gue ga bisa jaga lo malem ini. Tapi besok gue bakal kembali Al. Aldi.
***
Pagi hari yang dinanti Aldi telah tiba, ia sudah bersiap untuk menjenguk sahabatnya di rumah sakit, karena saat ini sekolah sedang libur untuk kelas 2.
Dimeja makan, keluarga Aldi telah berkumpul untuk melakukan kegiatan rutin setiap pagi, yaitu makan pagi bersama.
" Kamu mau kemana Nak?". Tanya Mama.
" Aldi mau temenin Alda di rumah sakit Ma".
" Kalo gitu salamin dari Mama untuk Alda ya, maaf karena sekarang Mama belum bisa nengokin Alda".
" Iya Ma, Alda juga pasti ngerti kok".
Aldi menghabiskan makannya, lalu membawa beberapa sandwich dimeja makan.
" Ma, Aldi minta sandwich ya buat Alda, soalnya Alda suka banget sama sandwich".
" Boleh kok, bawa aja nak".
" Oh iya Nak, tolong salam kan juga dari Papa untuk Alda ya".
" Iya Pa, pasti bakal Aldi salamin. Kalo gitu Aldi pergi ya".
" Kita langsung ke rumah sakit Tuan?".
" Kita beli buah-buahan dulu Rik".
" Baik".
Setelah itu mereka pergi ke pasar untuk membeli beberapa makanan dan buah-buahan untuk Alda.
***
Di rumah sakit, keadaan Alda sudah semakin membaik, ia sudah bisa kembali tersenyum, melupakan semua yang telah terjadi kemarin.
" Nak, kamu mau makan apa?".
" Gausah Bu, biar Ayah sama Ibu aja yang makan. Ayah sama Ibu kan udah jaga Alda dari semalam".
" Iya, tapi kamu juga perlu makan Nak".
" Nanti aja Yah, Alda masih belum lapar sekarang".
" Yaudah makan roti dulu ya walaupun sedikit".
" Boleh Bu". Sambil mengambil roti yang diberikan Ibu. "Oh iya, Fadli mana Bu?". Tanyanya sambil mengunyah.
" Fadli kan sekolah Nak".
" Oh iya Alda lupa Bu, hehe". Sambil menepuk dahinya.
Ibu hanya tersenyum, selang beberapa menit setelah Alda menghabiskan roti tawar nya, dua orang pria datang membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
" Aldii, Riki". Teriaknya senang.
" Hai Al, gimana keadaan kamu sekarang?". Tanya Aldi. Lalu bersamalaman pada orang tua Alda.
" Aku udah sembuh kok".
" Syukur lah, jangan sakit lagi ya". Sambil mengusap kepala Alda.
Muka Alda yang tersipu malu sangat terlihat, itu membuat pria dihadapannya semakin gemas.
" Al cepet sembuh ya, gue keluar dulu". Ucap Riki.
" Oke Rik". Sambil mengacungkan jempol nya.
Didalam hanya tinggal Aldi, Alda, dan kedua orang tua Alda.
" Bu, Pak, siapa tau kalian mau istirahat, biar Aldi aja yang jaga Alda".
" Memang Nak Aldi tidak apa-apa?".
" Engga kok".
" Baik, kalo gitu Ibu sama Ayah pulang dulu ya, ga apa-apa kan Al?".
" Iya Bu, lagian Ibu sama Ayah udah jaga Alda semalaman, engga tidur pula".
Ibu tersenyum lalu memberi pelukan hangat pada anaknya, dan tak lupa untuk menciumi pipi anak nya.
" Nak Aldi, Ibu sama Ayah titip Alda ya".
" Iya Bu, pasti Aldi jagain Kok".
" Makasih Nak".
Orang tua Alda pun pergi keluar untuk pulang sebentar kerumah, karena sudah seharian di rumah sakit dan tidak berganti pakaian.
Di dalam ruangan hanya tinggal Aldi yang menjaga Alda. Mulai sekarang ia memang menepati janjinya untuk tidak berbicara kasar, sekarang Aldi jauh lebih lembut dan sangat perhatian pada Alda.
" Al, kamu udah makan?".
" Udah kok, barusan makan roti".
" Roti aja mah ga cukup Al, kamu harus makan nasi. Aku udah beliin nasi buat kamu".
" Tapi aku gamau makan Di".
" Kamu harus paksain makan Al, biar cepet sehat". Ucapnya. "Kalo gitu aku suapin ya, aaaa".
" Aku gamau Di". Sambil menutup mulutnya seperti anak kecil.
" Hemm kalo kamu gamau makan, nanti aku kelitikin kamu loh".
" Hemm siapa takut". Ucapnya seperti menantang.
" Wah wah, oke kalo gitu kamu liat ya". Sambil menyimpan nasi yang berada ditangan nya.
Aldi pun meng kelitiki Alda dengan jarinya sampai dia mau makan. Alda terus tertawa karena geli Aldi meng kelitiki nya terus menerus.
" Udah Di cukup, gelii hahaha".
" Hemm, kalo kamu gamau makan aku bakal terus klitikin loh".
" Yaudah iya aku mau makan".
" Nah gitu dong, itu baru namanya anak yang baik dan patuh".
" Iya Pak guru, haha".
__ADS_1
Alda pun mengalah dan makan dengan disupi oleh Aldi, mereka juga bermain suap-suapan saat itu. Entahlah mungkin dunia hanya milik mereka berdua saat ini. Bukan pacar, tetapi mereka adalah sepasang sahabat yang terlahir untuk saling melengkapi.
-Selesai😊