
Aldi tak bicara sepatah katapun, ia bergegas membuka tali yang diikat di tubuh Alda. Hatinya merasa sakit sebab melihat nasib sahabat nya yang begitu malang pada malam hari ini.
" Aldi aku takut". Ucap nya menangis langsung memberi pelukan pada Aldi.
" Maafin aku Al, kamu kaya gini gara-gara aku".
" Huaaa, Aldi aku sangat takut sekarang".
" Oke sekarang kita pulang ya, kamu ga perlu takut karena aku ada disini sekarang". Ujarnya lalu menggendong Alda.
Aldi menggendong nya keluar dari ruangan kosong tersebut, sementara diluar semua kekacauan sudah berhasil dibereskan. Termasuk tokoh utama yang menculik Alda malam ini, mereka telah dimasukan ke dalam tahanan.
Selama berada dalam pelukan pria yang menggendongnya, ia terus membenamkan wajahnya di dada bidang milik Aldi, sebab ia tak ingin orang lain melihat wajah nya yang sedang menangis, walaupun itu membuat baju yang digunakan Aldi basah karena air matanya. Dan hari ini adalah hari yang sangat buruk untuk nya.
" Siap kan mobil kemari!". Teriak nya.
" Sudah kami siapkan Tuan, mari Tuan".
Aldi menggendong nya hingga masuk ke dalam mobil, lalu ia keluar karena ingin segera membalas perbuatan Raffi kepada Alda, tetapi sayang nya Raffi sudah berada di pengadilan.
" Rik mana orang brengsek itu?".
" Dia sudah berada di pengadilan Tuan".
" Anter gue kesana!".
" Baik Tuan, tapi apakah anda tidak ingin menemani Alda terlebih dulu?".
" Kenapa, gue bakal anter Alda terlebih dulu, lalu pergi ke kantor polisi".
" Tapi Tuan saran saya, lebih baik anda mengurusi dulu gadis yang sedang anda lindungi, saya hanya meminta waktu sebentar untuk mengurusi masalah ini semua. Dan saya sudah mengumpulkan semua bukti tentang kejahatan Tuan Charles dan anak nya yang ingin menghancurkan kantor milik anda. Karena saya ingin saat anda mengetahui, semua masalah sudah terselaikan dengan baik, dan setelah nya tergantung pada anda ingin melakukan apapun pada Raffi, saya akan mengantar nya nanti".
" Oke, gue terima saran lo, dan lo memang selalu bisa gue andalkan Rik".
" Baik Tuan, silahkan". Sambil membuka pintu mobil.
" Setelah masalah sudah dapat terselesaikan, lo jemput gue di rumah Alda, dan antar gue kesana".
" Baik Tuan".
Di dalam perjalanan Alda masih menangis sambil menatap keluar jendela, Aldi yang melihat nya langsung mendekat dan menggenggam lengan gadis disampingnya.
" Al, kemari". Sambil menepuk dada nya.
__ADS_1
Alda pun menyandarkan kepala nya pada Aldi, troma nya malam ini masih sangat mendalam. Bahkan ia menangis jika mengingat kejadian yang baru saja ia alami barusan.
" Kamu ga perlu kuatir Al, aku gabakal biarin kehidupan keluarga Charles akan tenang selama dia masih ada disini, termasuk Raffi, aku akan bikin dia menderita".
Alda tak bicara, teroma nya masih amat mendalam mendengar nama Raffi saja sudah sangat sakit ditelinga nya, ia lebih memilih untuk meng erat kan genggaman Aldi pada nya.
" Al, mulai besok aku janji gaakan pernah biarin kamu untuk pulang sendiri, jika aku tidak ada, aku akan suruh supir ku untuk menjemput kamu di sekolah".
" Gausah Di ga apa-apa kok, kamu ga perlu kuatir".
" Gimana aku ga kuatir, sementara kondisi kamu saat ini sudah sangat membahayakan Al".
Alda menangis entah apa sebabnya, tapi bayangan kelam hari ini terus menghantui fikirannya. Aldi yang menggengam lengan Alda pun langsung memberi pelukan erat, dan membiarkan nya untuk menangis, sebab itu lah wanita ia akan mengeluarkan semua nya dengan tangisan, begitu fikir nya.
" Auww". Ringisnya merasa sakit pada bahu nya.
" Kamu kenapa Al, apa bagian ini sakit?".
" Eummm". Alda mengangguk.
" Kurang ajar!!". Teriaknya marah sambil terus menatap bahu Alda yang sakit.
" Aldi jangan marah, aku takut liat kamu marah".
" Kamu tenang aja Al, aku bakal tindak lanjut ini semua kok gaada lagi orang yang bakal sakitin kamu lagi".
" Iya Al, sama-sama".
" Oh iya Di, boleh ga aku minta satu permintaan?".
" Apa?".
" Tolong jangan pernah lakuin hal buruk terhadap wanita, walaupun orang itu udah bikin kamu sangat marah sekalipun, kamu boleh menghukum nya asalkan jangan sama seperti apa yang aku alami sekarang".
" Aku gatau Al, tapi aku akan tetap kasih dia pelajaran, agar dia tidak mengulangi kesalahannya lagi".
" Apapun asalkan jangan fisik jika kamu menghukum wanita".
" Iya Al, aku akan menuruti apa yang kamu mau".
Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang di tengah kota, sampai akhirnya tiba lah mobil terparkir di depan rumah Alda.
Ibu dan Ayah yang sudah menunggu nya sedari tadi sangat mengkuatirkan keadaan nya, langsung berlari dan memberi pelukan pada anak nya.
__ADS_1
" Alda, Ibu dan Ayah sangat cemas dengan keadaan mu, kenapa kamu bisa begini Nak". Karena melihat kemalangan anak nya.
" Huaaa, Alda gatau Bu".
" Yaudah ayo kita masuk, Nak Aldi silahkan masuk". Ucap Ayah.
" Iya Pa, terimakasih".
Mereka masuk ke dalam rumah, sementara Ibu membantu Alda untuk membersihkan diri. Hari ini Alda mandi lebih lama tidak seperti biasanya, dikarenakan ia merasa dirinya sangat kotor hari ini.
" Kamu kenapa bisa seperti ini nak?".
" Alda gatau Bu, tapi saat pulang sekolah ada beberapa orang yang mengikuti Alda dari belakang".
Alda menceritakan segala hal pada Ibu nya, dengan eksperisi yang tak bisa ditebak. Ibu ikut merasakan ketakutan yang ada pada diri Alda, ia sangat sakit melihat anak nya yang terus mengalami penderitaan yang tak ada hentinya.
" Apa Ibu harus melarang kamu terus bersama dengan Aldi? Agar kejadian seperti ini tidak ter ulang kembali ".
" Kenapa Ibu mau memisahkan aku dengan Aldi?".
" Aldi itu orang terpandang Nak, kamu tidak ada apa-apa nya jika dibanding kan Aldi".
" Tapi Bu, Alda ga bisa jauhin Aldi, dia itu sangat tulus pada Alda, dan Alda gaakan pernah bisa jauhin Aldi".
" Tapi Nak?".
" Ibu, Aldi adalah kebahagiaan Alda, apa ibu tega jika Alda tak bahagia?".
" Yasudah jika itu memang keputusan mu nak, Ibu harap kamu akan selalu baik-baik saja kedepannya, Ibu akan mendoakan kalian, dan keputusan mu adalah keputusan terbaik untuk dirimu sendiri".
" Terimakasih Bu karena sudah mengerti Alda".
" Iya sama-sama Nak, Ibu akan selalu mendukung mu".
***
Alda sudah selesai membersihkan diri nya, ia melanjutkan untuk pergi ke ruang tengah menghampiri Aldi yang sedang mengobrol dengan Ayah nya.
" Kemari Nak". Ucap Ayah sambil menepuk kursi disamping nya.
" Bagaimana kondisi mu sekarang? Apakah sudah membaik?". Tanya Aldi.
" Aku sudah membaik, terimakasih Aldi karena sudah menyelamat kan ku tadi". Ucap nya lalu menatap Ayah. "Dan terima kasih Ayah, karena sudah mengkuatir kan Alda".
__ADS_1
Perbincangan panjang pun segera dimulai, tentang bagaimana Alda bisa di culik, dan Aldi yang menyelamatkan dirinya seperti super hero. Malam panjang pun akan segera mereka lewati.
-Selesai😊