
Malam pun sudah tiba, tetapi Alda masih belum sadar dari koma nya, berharap suatu keajaiban akan segera datang.
Kini Dokter telah mengizinkan anggota keluarga dan kerabat pasien untuk menjenguk. Tetapi hanya diperbolehkan satu sampai dua orang saja yang bisa masuk ke dalam.
Orang tua Alda masuk terlebih dahulu melihat keadaan anak nya. Sungguh teramat sangat hancur hatinya saat melihat anak nya masih terbaring lemah di atas kasur rumah sakit.
" Alda bangun nak, Ibu tau kamu anak yang kuat, kamu pasti bakal bangun kan?".
Tak ada jawaban dari anak gadis nya yang tertidur di atas kasur itu, membuat hati mereka sangat hancur. Tangis Ibu pecah memenuhi langit-langit ruangan, tetapi Ayah berusaha menenangkan Istrinya, walaupun hati Ayah juga merasa hancur.
Memang benar hati wanita sangat lah sensitif, apalagi saat melihat anaknya yang sedang terbaring lemah tak sadarkan diri, berbeda dengan Pria walaupun hatinya sangat terluka, tetapi ia berusaha untuk kuat.
" Nak ini Ayah sama Ibu, kamu bisa dengar kan suara kami, bangun Nak bukannya kamu tidak mau melihat kami kuatir? Sekarang kami sangat kuatir dengan keadaan mu Nak, ayo sayang bangun, jangan buat kami kuatir. Ayah tahu kamu adalah anak yang kuat, kamu pasti bisa berjuang Nak". Bisik Ayah ditelinga kanan Alda, sambil menggenggam erat lengan anaknya.
Karena waktu telah habis, akhirnya orang tua Alda pun keluar dari ruangan. Bergantian dengan orang-orang yang menjenguk Alda saat ini, karena ingin melihat kondisinya sekarang.
Tak lama saat orang tua Alda keluar, tiba-tiba terdengar suara keributan dari jarak yang tak jauh dari mereka.
" Vin, kenapa lo gabisa jagain Alda kemaren!". Teriak Aldi menyalahkan Dalvin.
" Ya, gue tau kalo gue salah, tapi ini kecelakaan Di".
" Semua gara-gara lo, Alda jadi kaya gini!!". Sambil mencengkram krah baju Dalvin. "Seharusnya lo bisa tanggung jawab sama anggota lo sendiri".
Dalvin diam, karena ia merasa ini memang kesalahannya, jika ia bisa melindungi Alda kemarin mungkin tidak akan terjadi seperti ini, hingga menyebabkan Alda jatuh dari jurang dan tak sadarkan diri. Begitu fikirnya.
" Iya Di lo bener, ini semua kesalahan gue. Gue gabisa jagain dia, kalo lo mau pukul silahkan pukul gue sekarang". Teriaknya sambil menampar pipinya sendiri.
Aldi menatap Dalvin dengan amarah, ia hendak meluncurkan tangannya untuk memukul Dalvin. Tetapi tangannya ditahan oleh orang-orang yang berada disana, lalu memisahkan mereka berdua.
" Tenang Nak Aldi, ini semua bukan kesalahan siapapun. Ini sudah jalan takdir, kita sebagai manusia hanya bisa mendoakan agar Alda sehat kembali". Ibu.
" Aldi, ini semua bukan kesalahan Dalvin, dia udah jagain kita kok. Lo ga perlu salahin siapapun untuk ini". Keysa.
" Ahh, gue gabisa maafin orang yang udah bikin Alda jadi kaya gini!". Teriak Aldi marah.
Papa datang menghampiri, karena tak suka dengan perbuatan Aldi saat ini. Ia tahu Aldi bicara seperti ini karena ia sedang emosi, tetapi ini tak bisa dibiarkan.
" Aldi berhenti! Jangan ambil keputusan sepihak jika kamu tidak tahu yang sebenarnya terjadi". Teriak Papa.
__ADS_1
Aldi diam lalu menunduk, karena ucapan Papa barusan memang benar. Entah mengapa ia merasa kesal pada Dalvin, karena ia berfikir bahwa Dalvin memang tak bisa menjaga Alda.
Aldi berlari keluar, untuk menenangkan fikirannya. Karena fikirannya saat ini benar-benar kacau, ditaman ia duduk untuk menenangkan dirinya. Sambil menatap bintang bersinar dilangit.
Al kemarin lusa aku duduk bareng kamu, sambil menatap bintang dilangit, sekarang aku liat bintang ini sendiri tanpa kamu. Aku pengen kamu ada disini sekarang Al, aku mohon. Aldi.
Selang beberapa waktu Alda datang menghampirinya, lalu duduk bersebelahan dengan nya.
" Alda, kamu disini?". Senyumnya bahagia.
Alda hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan Aldi. Lalu Aldi menggenggam tangannya dan memberi pelukan pada gadis didepannya.
" Al, aku kangen banget sama kamu. Aku mohon jangan tinggalin aku lagi Al".
" Aku gaakan pernah tinggalin kamu kok, doain aku semoga aku bisa bertahan". Sambil tersenyum.
" Kamu ada dalam pelukan ku sekarang, kamu gaakan bisa pergi lagi Al".
Lama kelamaan Alda menghilang dari pelukannya, itu membuat Aldi tersadar dari mimpi indah nya barusan. Karena ternyata ia hanya bermimpi, mungkin ia sangat lelah hari ini, hingga akhirnya ia terlelap tidur walaupun hanya sebentar.
Kenapa, kenapa cuman mimpi. Kenapa kamu cuman datang dimimpi aku Al, aku rindu senyuman kamu Al. Aldi.
" Aldi, kamu dari mana saja nak?". Ucap Papa menghampiri Aldi yang baru datang.
" Gimana keadaan Alda sekarang Pa?". Tak menjawab pertanyaan Papanya.
" Alda masih belum sadar Nak, apa kamu mau lihat keadaanya? Semua orang yang berada disini sudah melihat, hanya tinggal kamu yang belum".
Aldi mengangguk, lalu pergi kedalam ruangan dimana Alda berada. Saat didalam ia duduk di kursi samping tempat tidur. Menatap Alda dengan prihatin, lalu menggenggam lengan Alda.
" Al bangun, aku mohon bangun Al, jangan kaya gini". Sambil mengusap air matanya. "kamu inget ga, waktu pertama kali kita ketemu, kamu benci banget kan sama aku, hingga berjalannya waktu akhirnya kita bisa deket Al". Sambil mengeluarkan suatu barang yang ada didalam tas nya. "Ini Al kamu kasih ini buat aku kan? Kita pake samaan waktu camping, aku kangen liat kamu pake syal ini, aku rindu tawa kamu Al karena udah seharian kamu ga sadarkan diri, bangun Al. Ayo kita liat bintang dilangit, ayo kita pergi ke danau lagi Al, ayo kita pulang bersama lagi Al, asalkan kamu bangun. Kamu udah terlalu lama tidur Al, kamu harus bangun". Ucap nya dengan air mata yang terus mengalir, hingga membasahi lengan Alda, lalu menciumi lengannya.
Aldi sudah pasrah, ia tak tau sampai kapan Alda akan sadar dari komanya. Ia berdiri dari duduk nya, lalu terkejut ketika mendengar mesin EKG menyala. Refleks ia berteriak memanggil Dokter.
" Dokter, cepat kemari!".
Beberapa kali ia berteriak memanggil Dokter, akhirnya Dokter dan para staf nya segera tiba di ruangan.
" Dok, Alda kenapa. Tolong sembuhin dia".
__ADS_1
" Kami akan berusaha Tuan, mohon maaf saya minta tolong kali ini agar anda bisa menunggu diluar".
Aldi pun pergi keluar, bertambah kuatir dengan kondisi Alda, semua yang ada diluar bertanya-tanya, bagaimana kondisi Alda didalam.
Mereka semua menunggu setengah jam lamanya, sangat cemas dengan kondisi Alda. Akhirnya Dokter keluar.
" Dok bagaimana kondisi nya sekarang?".
" Hemm, Tuan Aldi bisa ikut saya ke dalam".
" Ya, kenapa?".
Aldi pun mengikuti Dokter kedalam, walaupun merasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
" Dari tadi Nona Alda memanggil nama Anda, siapa tau jika Nona mendengar kembali suara Anda, ia akan sadarkan diri".
Aldi pun menghampiri Alda dengan menggunakan pakaian khusus, ia menggenggam lengan Alda lalu menciumi lengannya.
" Al ini aku Aldi, sadar Al, aku ada disini untuk kamu, kamu kuat Al, aku yakin kamu kuat, kamu bisa jalani semua ini Al".
Jari Alda sedikit bergerak, mata Aldi tertuju pada jarinya, sedikit demi sedikit Alda segera tersadar dan bangun dari komanya. Dokter memeriksa kembali detak jantung Alda, dan sekarang detak jantungnya sudah kembali normal.
" Aldii". Ujar Alda masih belum membuka matanya.
" Aku disini Al, aku disini". Masih menggenggam erat lengan Alda.
Alda pun akhirnya bisa membuka mata, dan melihat Aldi disampingnya.
" Aldi, aku dimana sekarang, kenapa aku bisa disini? ".
" Kamu dirumah sakit Al, kamu baru bangun dari tidur panjang kamu".
" Tidur panjang?". Bingung.
" Udah Al jangan difikirin, yang penting sekarang kamu udah sadar sekarang". Sambil mencium lengan Alda.
Alda tak menjawab sebab badannya masih terasa sakit akibat benturan yang cukup keras. Aldi pun sekarang sangat bahagia karena gadis dihadapannya kini sudah terbangun dari koma nya.
Aku lega Al, akhirnya kamu bangun dari koma. Aku berharap mulai sekarang aku gaakan pernah kehilangan senyum kamu lagi Al. Aldi.
__ADS_1
-Selesai😊