
Aldi segera berlari mencari gadis yang tadi terjatuh di dalam jurang, tetapi tubuhnya dipegang erat oleh Pak Rudi. Agar Aldi tak nekat untuk pergi, karena keadaan malam yang gelap tak memungkinkan untuk mencari Alda.
" Lepasin saya Pak!". Teriak nya marah.
" Jangan malam ini nak, ini sangat berbahaya".
" Saya ga peduli Pak, sahabat saya sekarang lagi dalam kondisi yang sangat berbahaya, saya ga akan bisa tinggal diam, jangan larang saya untuk pergi cari sahabat saya!".
Aldi sangat marah karena dirinya ditahan oleh Pak Rudi, ia tak peduli Pak Rudi adalah guru sekalipun, karena demi menyelamatkan Alda, ia rela melakukan apapun.
" Jangan perintah saya, untuk menyelamatkan nyawa sahabat saya, saya ga akan duduk diam seperti anda!".
" TIM SAR akan segera membantu nak".
" Arghh!". Masih tetap dalam keadaan emosi, lalu beralih pada Riki. "Rik, ambil HP gue, buruan". Teriaknya.
" Siap Di".
Riki segera menuruti peritah Aldi untuk mengambil handpon. Tak menunggu waktu lama akhirnya ia tiba dihadapan Aldi.
" Ini Di". Mengulurkan tangannya untuk memberikan handphon yang di genggamnya.
Aldi menerima handphone yang dibawakan Riki, lalu menelpon seseorang dibalik sana.
" Arghh sial! Gaada sinyal disini".
" Kenapa Di?". Tanya Riki.
" Gue mau minta bantuan Papa, tapi gaada sinyal disini".
" Apa ga sebaik nya lo jangan ganggu Tuan Besar kan?".
" Tapi kan dia Papa gue".
Riki tak menjawab, sementara Aldi memberikan handphonnya pada Riki, lalu bergegas pergi karena sudah tak dipegangi oleh Pak Rudi. Riki yang melihatnya langsung mengikuti Aldi, karena ia tidak akan membiarkan Tuannya pergi sendiri.
" Kenapa lo ikutin gue, gue bisa pergi sendiri".
" Maaf Di, tapi gue gabisa biarin lo pergi sendiri".
" Hemm, kalo gitu lo harus bantu gue buat cari Alda".
" Pasti Di, lo gausah kuatir".
Mereka berdua mencari Alda, sebab kehilangan Alda adalah hal yang paling berpengaruh pada Aldi, jika Alda tidak ditemukan, Aldi akan jauh lebih merasa bersalah, dan bisa saja ia akan kembali seperti Aldi yang dulu.
__ADS_1
Al, kamu dimana, aku harus cari kamu kemana lagi. Aku udah kelilingin hutan ini buat cari kamu Al. Tapi aku akan terus cari kamu Al, kamu harus baik-baik aja. Aldi.
Malam semakin larut, pencarian Alda masi dilanjutkan oleh TIM SAR yang baru datang, acara sudah dihentikan sementara, karena dengan kehilangan seseorang, itu sangat berpengaruh besar pada acara ini.
" Pak, tolong carikan juga dua murid kami yang sedang mencari Alda". Ucap Bu Tasni.
" Baik Bu, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menemukan murid Anda".
Penelusuran pun segera berlangsung, beberapa Tim SAR segera turun kedalam jurang tempat Alda jatuh tadi, dengan dibantu alat khusus untuk menuruni jurang.
***
" Di ternyata kita udah ada dibawah, TIM SAR juga udah sampai".
" Lo bener Rik, ayo kita kesana".
Mereka menghampiri TIM SAR yang sedang bertugas, lalu meminta para petugas penyelamat untuk menemukan Alda.
" Pak, tolong cari Alda sampai ketemu".
" Baik, kami sedang berusaha. Tapi bukan kah Anda adalah anak dari Pak Ardiantara, kenapa anda ikut mencari?".
" Iya, saya mencari sahabat saya, tolong temukan dia secepatnya".
" Baik, bagaimana jika anda sekarang naik ke atas, biar kami saja yang mencarinya Tuan". Ucap kepala TIM SAR.
" Baik, kalo begitu anda bisa memakai rompi ini terlebih dulu". Memberikannya pada Aldi dan Riki. "Tetapi jika nanti Papa anda tahu bagaimana?". Takut akan terjadi masalah nanti.
" Tenang aja Papa gaakan marah, karena Papa udah tau Alda".
" Baik Tuan".
Disepanjang perjalanan malam, didalam jurang yang cukup curam mereka terus mencari Alda, walaupun belum ditemukan, mereka masih tetap mencari sampai Alda ditemukan nanti.
***
Malam telah berganti menjadi pagi, tetapi Alda masih belum ditemukan, sementara Aldi masih sangat kuatir dengan kondisi Alda yang belum ditemukan.
" Al, lo dimana sih kenapa lo masih belum ditemuin juga sampai sekarang". Teriaknya pasrah, sambil berjongkok, kepala nya menyentuh tanah, sementara tangannya mengepal.
" Aldi, lo harus yakin kalo Alda pasti bakal ditemuin".
" Tapi kenapa dia belum ditemuin sampai sekarang Rik, gue kuatir sama keadaan dia".
" Lo harus semangat Di".
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara salah seorang petugas berteriak, ia mengatakan jika ia sudah menemukan seorang gadis yang sedang dalam keadaan tak sadarkan diri, seketika saat mendengar itu Aldi dan Riki segera menghampiri untuk melihat nya.
" Alda!". Teriaknya kaget, ketika melihat Alda sedang dalam keadaan tak sadarkan diri.
" Benar ini teman anda?".
Aldi tak menjawab, sebab ia tak kuasa melihat Alda terluka, dan banyak darah pada tubuh nya. Justru yang menjawab adalah Riki.
" Betul Pak, ini Alda teman kami".
" Baik kalo begitu, kita harus segera naik keatas, kita harus segera mengobati luka nya, baru kita bawa ke rumah sakit".
" Iya Pak".
Aldi tak kuasa menahan tangisnya melihat orang yang ia sayangi terluka. Tak salah jika seorang pria menangis karena orang yang dicintai nya terluka, sebab telah begitu besar pengorbanan yang mereka hadapi bersama.
" Alda bangun Al ini aku sahabat kamu".
Alda masih tetap tak sadarkan diri, mungkin benturan pada badan nya sangat keras, itu membuatnya tak sadarkan diri sampai sekarang.
Petugas membawa gadis itu keatas, untuk mengobati lukanya terlebih dulu. Sebab jika tidak diobati, ia akan mengalami infeksi nantinya.
Sesampainya diatas, seluruh siswa telah bersiap untuk pulang, dan orang tua dari Alda sudah berada disini, ia menangis saat melihat kondisi anak nya. Begitu pun orang tua Aldi, ia juga sudah berada ditempat ini. Aldi menghampiri Mama nya, lalu memberi pelukan pada Mama.
" Alda Ma, rasanya hati Aldi sakit banget liat Alda terluka".
" Kamu doain yang terbaik untuk Alda nak".
Aldi masi mengis menatap wanitanya itu. Ia tak ingin sesuatu terjadi padanya, Papa membantu segala nya, ia menelpon ambulan agar segera datang.
" Kamu jangan kuatir nak, ambulan akan segera tiba".
" Makasih Pa".
Sementara Aldi, menghampiri orang tua Alda yang sedang menangis, untuk meminta maaf pada mereka karena tak bisa menjaga Alda dengan baik.
" Aldi minta maaf, karena ga bisa lindungin Alda semalem". Dengan merasa sangat bersalah, ia duduk berjongkok dihadapan orang tua Alda.
" Ga apa-apa nak, ini sudah takdir, kamu ga boleh salahkan dirimu sendiri, kamu sudah berusaha untuk menjaga Alda, sampai saat ini pun kamu telah membantu mencari Alda, kami sangat berterimakasih pada nak Aldi". Ucap Ibu dan Ayah.
" Tapi Aldi gabisa lindungin Alda semalam, maafin Aldi". Masih merasa bersalah.
" Berdiri nak, sekarang yang paling penting adalah doakan Alda semoga ia baik-baik saja".
" Iya Bu, itu pasti".
__ADS_1
Alda pun dibawa kerumah sakit yang berada di kota, karena ambulan sudah datang. Begitu banyak pengorbanan Aldi pada Alda, ia sangat tulus membantu nya, karena ia merasa Alda adalah segalanya didalam hidupannya, dan Alda telah mewarnai hari-harinya. Jika Alda sampai terluka dan tak sadarkan diri, kehidupannya sekarang terasa hampa, karena sebagian kehidupannya sedang tak sadarkan diri sekarang.
-Selesai😊