Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 92


__ADS_3

" Bagaimana keaadaan mu sekarang?". Tanya Aldi saat memasuki kamar gadis pujaannya. Diikuti Riki dibelakang.


" Aku baik, mengapa kau kemari. Apa kamu tidak punya kesibukan lain?". Ucap nya masih melihat kearah jendela, tanpa melihat orang yang baru saja datang.


" Kenapa? Sepertinya kau tidak menyukai keberadaan ku. Ini rumah ku, dan aku berhak datang kemari!". Ucapnya kesal dengan tingkah Alda kali ini.


" Aku hanya bertanya, kenapa kau menjawab seperti itu?. Ya ini rumah mu dan kau bebas untuk keluar masuk. Maafkan aku Tuan Aldi!". Teriak nya sambil menangis.


Entah mengapa kali ini Alda begitu sensitif. Ia masih bisa mendengar gemerisik orang-orang yang berteriak didalam kepalanya.


Bunyi-bunyi itu sangat terekam jelas dalam kepalanya. Itu membuat Alda menjadi sangat sensitif ketika ada orang yang mendekat padanya.


" Aaaaa kenapa begitu banyak suara didalam kepalaku". Teriaknya sambil menutup telinga.


" Al kamu kenapa Al?". Tanya nya panik.


" Kenapa suara ini muncul lagi, kenapa banyak sekali orang yang menangis. Tolong aku, aku tak ingin mendengar suara ini lagi". Ucap nya menangis sesenggukan, ia masih membayangkan bagaimana jika pada akhirnya pesawat akan terjatuh. "Ibuu tolong aku, aku ingin memeluk mu. Aldi tolong bantu aku, aku tak ingin pesawat ini terjatuh". Teriaknya masih menangis. Sementara Aldi sangat bingung dengan tingkah Alda sekarang.


Teriakan Alda membuat orang-orang yang ada didalam panik, mereka bergegas menghampiri dan melihat kondisi Alda.


" Al, kamu aman bersama ku. Aku ada disamping mu, kamu tidak perlu takut".


" Aldi, Riki. Alda kenapa?". Tanya Keysa panik, saat memasuki kamar.


" Gue gatau!. Rik panggil dokter wanita tadi. 15 menit dari sekarang dia harus udah ada disini. Ayo cepat!".


" Baik Tuan, saya akan segera menghubunginya".


Riki menghubungi kepala rumah sakit XX, karena yang memberi perintah dokter wanita tadi adalah bagian kepala rumah sakit.


Aldi sudah mulai panik dengan keadaan Alda. Kali ini Alda mulai tak sadarkan diri, lalu terjatuh didalam pelukan Aldi. Kejadian ini membuat Aldi semakin kesal pada dokter wanita yang tadi memeriksa Alda.


" Sayang, bangun. Sayang kamu kenapa?".


" ALDA". Teriak orang-orang yang berada didalam ruangan.


" Rik, gue gaakan ampuni dokter wanita itu. Dia bener-bener ga becus memeriksa Alda!". Teriaknya marah. Begitu pun Riki.


Ia duduk tepat disamping Alda, berusaha membuat Alda sadar dengan beberapa aromatrapi. Tetapi nihil, Alda masih belum sadarkan diri.


" Panggil beberapa dokter ahli kemari!".


" Iya Tuan saya sudah menghubungi mereka untuk datang kemari".


" Dimana mereka sekarang?".

__ADS_1


" Mereka masih dalam perjalanan kemari Tuan".


" Suruh mereka untuk cepat datang kemari. Gue gamau tunggu lama".


" Kalo dalam waktu yang gue kasih tadi mereka belum datang. Tamat riwayat mereka,terutama dokter wanita tadi!". Ucapnya kembali.


" Baik Tuan, saya telah menyampaikan perintah anda".


Keysa yang sedari tadi kesal mendengarnya langsung mencela perintah Aldi.


" Di, lu gila? Gimana bisa mereka datang dalam waktu 15 menit?".


" Lu ga usah ikut campur, ini urusan gue sama mereka!".


" Rik, kenapa lu nurut sama perintah ga masuk akal gini sih?".


" Selama itu perintah dari Tuan Aldi, akan saya lakukan". Jawab nya tanpa ekspresi.


" Tapi kan kasian dokter itu, belum lagi dalam perjalanan macet?".


" Kalo boleh saya saran, anda tidak perlu mengkhawatirkan itu. Mereka semua akan berusaha datang kurang dari 15 menit".


" Yaudah gue percaya sama kalian. Yang penting Alda baik-baik aja".


***


Ditambah dengan waktu perjalan 15 menit, mereka sebisa mungkin untuk datang tepat waktu. Dengan bergegas, mereka menyiapkan helikopter darurat.


" Cepat periksa dan obati dia!". Perintahnya kepada tiga orang dokter ahli.


" B, baik Tuan. Tetapi apakah anda bisa menunggu diluar terlebih dulu?".


" Tidak. Saya akan menunggu nya disini!".


" T, tapi Tuan. Saya mohon pengertian anda, jika disini terlalu banyak orang, maka tidak akan baik untuk kesehatan Nona". Ucap kepala dokter dengan gugup.


" Apa kau bilang, jika terjadi sesuatu pada Alda bagaimana?, saya tidak akan pernah memaafkan kalian semua".


" Maafkan saya Tuan, tapi kami akan berusaha semaksimal yang kami bisa". Ucap nya takut.


" Baiklah saya akan tunggu dia luar, jika sudah selesai, temui saya di ruangan kerja ku".


" Baik Tuan setelah ini selesai kami akan segera menemui anda". Ucapnya sambil membungkukan badan.


Aldi tak menjawab. Ia memberikan kepercayaan kepada dokter ahli untuk mengurus Alda. Tetapi jika nanti hal buruk terjadi pada Alda, maka para dokter itu harus siap mempertaruhkan jabatannya sebagai dokter.

__ADS_1


Alda kamu pasti akan baik-baik saja. Aku ada disini untuk kamu, aku gaakan membiarkan siapapun menyakiti atau melukai mu, dokter wanita itu. Aku akan memberi pelajaran untuknya. Aldi.


" Key, Vin, setelah para dokter itu keluar. Kalian langsung masuk dan jaga Alda. Gue bakal nyusul setelah gue udah bicara dengan para dokter itu".


" Oke Di siap, tapi kenapa lo keliatannya serius?". Tanya Dalvin penasaran.


" Kalian akan tau nanti". Jawab nya singkat, lalu berjalan menuju ruangannya. "Ayo Rik".


Sementara itu dokter sedang memeriksa keadaan Alda, memberikan penenang pada pasiennya. Setelah beberapa menit, akhirnya dokter bisa melakukan tugas nya dengan baik.


Tetapi kepala dokter lelaki itu merasa heran, mengapa pasiennya masih begini, sementara Dokter yang ia suruh tadi sudah melaksanakan tugasnya. Seharus nya ia bisa memeriksa kondisi nya dengan baik.


" Obat apa yang kau beri pada nya tadi?".


" Aku memberinya obat ini dok. Obat penenang yang sama seperti yang kau berikan sekarang". Sambil memberikan obat yang ada ditangannya.


" Apa kau tahu, Ini bukan obat penenang. Mengapa kau tidak bertanya padaku, ini adalah obat pengingat. Kenapa kau seceroboh ini?". Ucapnya sambil menepuk kepalanya.


" Apa dok. Tapi kenapa bentuk nya sama?".


" Jelas tidak sama, coba kau perhatikan lagi".


Dokter wanita itu memperhatikan perbedaan antara keduanya. Jika memang diteliti kembali, ukurannya memang berbeda.


" Kenapa kau seceroboh ini hah? Bagaimana nasib kita jika Tuan Aldi sampai mengetahui ini?".


" M, maaf kan aku dokter".


" Tamatlah kita, kita harus berkata jujur padanya. Sebab apapun yang terjadi, cepat atau lambat ia akan segera mengetahuinya".


" Ini adalah kesalahan ku dok. Aku yang harus bertanggung jawab".


" Baik lah. Setelah ini kau harus memohon ampunan padanya".


" Baik dok, aku akan melakukannya". Ucapnya ragu.


" Kau tau kan, Nona Alda ini sangat berarti untuk Tuan Aldi, jadi walaupun sedikit saja kesalahan, ia tidak akan pernah mengampuni kita. Kecuali jika ada keajaiban yang memihak pada kita".


" Maafkan aku dokter".


" Jangan meminta maaf pada ku, kali ini berdoalah agar Tuan Aldi mengampuni mu".


Dokter telah selesai memeriksa, para dokter ahli keluar. Lalu disambut hangat oleh sahabat-sahabat Alda, untuk bertanya perihal kondisi Alda sekarang.


" Dokter, saat ini Tuan Aldi sedang menunggu kalian. Kalian tahu kan Tuan Aldi tidak suka menunggu". Ujar Riki tegas, tidak memberikan kesempatan dokter untuk menjelaskan pada orang lain.

__ADS_1


" Baik Tuan, kami akan segera menemui Tuan Aldi".


-Selesai 😊


__ADS_2