
Supir membawa Alda dan kawan-kawan nya kembali ke apartemen. Sementara Aldi mengurus semua kekacauan yang berada di tempat kejadian.
Masyarakat di kota XX sudah mulai ramai membicarakan pesawat yang jatuh mendarat. Mereka juga tak percaya melihat keberadaan Aldi di tempat kejadian.
Karena biasa nya di Negara XX, Aldi hanya melakukan perintah kepada anak buah nya, bahkan ia tak pernah turun langsung. Karena ia mempercayakan segala hal pada Riki, selama 6 Tahun ini Aldi sudah banyak berubah, ia sudah menjadi orang yang sangat di hormati dan disegani oleh beberapa Negara.
Bahkan hampir seluruh Negara mengetahui betapa kejam dan berwibawa nya seorang Aldi Ardiantara, seorang penerus tahta sang Ayah, bahkan jika ada kesalahan kecil pun ia tak akan segan untuk memberikan konsekuensi yang berlaku. Yaitu mengusir nya atau menghilang dari hadapannya, bahkan orang itu harus pergi ke Negara lain untuk tidak muncul dihadapannya.
Betapa banyak Wali Kota dan Orang-orang besar yang menunduk hormat pada nya. Karena Aldi adalah orang nomor satu yang meng investasikan kekayaannya dibeberapa Negara. Bahkan jika dihitung, kekayaannya tidak akan pernah habis, karena terus mengalir. Dari daftar sepuluh orang terpenting didunia, ia masuk dalam pringkat ke satu dunia.
Ia bukan hanya seorang Jendral. Tetapi ia juga seorang pengusaha besar yang memberikan banyak investasi kepada beberapa orang kepercayaannya di beberapa Negara. Itu mengapa banyak sekali orang yang tunduk patuh kepadanya, apapun yang mereka lakukan pasti akan diawasi oleh anak buah Tuan Aldi. Karena mereka tahu satu kesalahan saja akan mengancam kehidupannya.
Tetapi entah mengapa banyak sekali orang yang mengagumi Aldi, bahkan beberapa remaja mendambakan Aldi menjadi seorang kekasih nya. Menurut mereka pasti akan sangat beruntung atau bahkan mengerikan jika ia memiliki kekasih seperti Tuan Aldi.
Tetapi kenyataannya, Aldi sangat mencintai Alda. Hatinya tulus bahkan sebening air yang mengalir. Bagi orang yang mengenal sisi luar nya, mereka menilai Aldi seperti tumpukan kristal keras yang sulit dihancurkan.
Sepanjang TKP, fikirannya terus terpacu pada Alda yang sudah berada di apartemennya. Ia ingin segera pulang untuk menemui Alda, karena begitu khawatir dengan keadaan kekasihnya sekarang.
" Maaf Tuan, dokter sudah berada di apartemen. Ia sedang memeriksa mereka sekarang".
" Baiklah. Suruh dokter untuk tunggu kedatangan gue, gue akan pulang sekarang. Lo suruh komandan dari kota XXI buat urus ini".
" Baik Tuan".
Aldi pergi dari TKP, menuju helikopter pribadinya. Ia ingin segera menemui Alda, hati nya begitu gundah. Sebab kejadian yang dialami Alda hampir membuat nya kehilangan kesadaran.
***
Di dalam apartemen Aldi, dokter telah selesai memeriksa psikis Alda beserta kedua temannya. Sebenarnya dokter itu sangat takut jika harus bertemu dengan Aldi. Sebab ia tidak tau apa yang akan di katakan Tuan Aldi padanya.
Tuhan apa saya berbuat kesalahan? Sampai Tuan Aldi saja ingin bertemu dengan ku. Apa yang ingin ia katakan? Bukan kah saya hanya cukup memeriksa teman-teman nya saja? Setelah itu pulang. Dokter Wanita
" Dokter". Panggil Alda, yang dipanggil tak ada jawaban.
" Dokter!". Panggil nya kembali.
__ADS_1
" I, iya Nona?". Jawab nya gugup.
" Anda kenapa dokter? Mengapa muka Anda menjadi pucat?".
" Saya tidak apa-apa Nona, kembali lah beristirahat. Oh iya jangan sampai memikir kan hal yang membuat kesehatan Anda menurun ya. Trauma yang Anda alami, saya yakin pasti akan segera membaik". Ucap nya dengan senyuman.
" Iya dokter, terimakasih sudah memeriksa saya dan teman-teman saya".
" Baik Nona, jangan lupa untuk makan dan minum yang cukup. Dan jaga kesehatan Anda".
" Baik dok".
Tak lama kemudian Aldi dan Riki datang, membuat dokter semakin takut dengan kedatangan nya.
Aldi memeluk Alda yang menyender di atas kasur, membuat dokter terkejut dengan kejadian yang sedang dilihat nya saat ini.
Apa? Jadi ini kekasih Tuan Aldi. Pantas saja ia ingin menemui ku, untuk memastikan keadaan kekasih nya baik-baik saja. Ehh tapi benarkah ini kekasih Tuan Aldi? Mengapa ia cantik begini. Tapi ia memang cocok dengan Tuan Aldi yang tampan. Dokter wanita.
Ia masih terbelalak kagum, melihat Aldi yang sigap membantu kebutuhan Alda. Mulai dari beberapa pertanyaan yang tidak biasa ditanyakan Aldi pada orang lain. Dokter wanita itu ternganga melihat sisi lain dari Aldi, karena selama ini ia hanya tahu di publik saja, dan humor yang mengatakan bahwa Tuan Aldi adalah pria yang berdarah dingin.
" Aku gapapa kok, kenapa kamu cepat sekali pulang?".
" Aku sangat mengkhawatirkan mu. Aku hanya ingin ada disamping mu, dan aku tak ingin pergi dari hadapan mu".
" Tapi kan pekerjaan mu jauh lebih penting dari pada aku? Aku tidak apa-apa, dan kembali lah bekerja". Sambil menyentuh pipi kiri Aldi.
" Tidak ada yang jauh lebih penting dari pada kamu Al".
" Bucin nya mulai deh, udah sana aku malu diliatin". Ucapnya dengan pipi merah merona.
" Baiklah, aku akan kembali setelah urusan ku dengan dokter selesai. Sekarang kamu tidur dan jangan memikirkan hal apapun". Ujarnya sambil menyelimuti gadis dihadapannya.
" Baiklah".
Aldi pergi, lalu memberi Riki kode untuk mengikutinya ke ruang kerjanya. Riki juga meminta dokter wanita itu untuk mengikuti.
__ADS_1
" Mari ikut kami dokter". Ajak Riki dengan muka tanpa ekspresi.
" Baik Tuan".
Dokter wanita itu mengikuti dibelakang dua pria dihadapannya. Ia terus mengutuki atasannya karena telah memberi perintah untuk menginjak apartemen mewah Tuan Aldi.
Sesampai nya di ruang kerja Aldi, Riki mempersilahkan dokter wanita itu untuk duduk. Dengan sangat berhati-hati ia duduk tanpa bersuara, dan diam membisu sebelum Aldi berbicara.
" Bagaimana perkembangan Alda dan dua teman saya?".
" Mereka baik Tuan, hanya saja memang mereka menyisakan sedikit trauma, akibat kejadian didalam pesawat tadi".
" Lalu?!".
" Mereka hanya cukup beristirahat dengan baik. Dan perlu menenangkan fikiran mereka agar kembali tenang. Terutama dengan Nona Alda".
" Ada apa dengannya?". Ucap nya dengan mata tajam. Seperti mengatakan, jika terjadi sesuatu padanya aku tidak akan memaafkan mu.
" N, nona Alda masih memiliki trauma dan bayangan mendalam, tentang kejadian yang ia alami tadi didalam pesawat. Sebelumnya ia merasa ketakutan, dan sekarang keadaannya sudah mulai membaik. Tetapi saran saya, Anda perlu menghibur nya dan membantu untuk melupakan kejadian tadi dari fikirannya".
" Memang kau tidak punya obat, untuk mengatasi hal seperti ini?!".
" Saya sudah memberikan obat penenang Tuan, ia akan tertidur dan menenangkan fikirannya, tapi anda juga bisa mengajak nya jalan atau menghiburnya nanti setelah ia terbangun".
" Kerja bagus. Lalu bagaimana dengan Dalvin dan Keysa?".
" Mereka baik Tuan, mereka tidak menjadikan ini sebagai beban. Memang masih ada trauma pada diri mereka, tetapi mereka sudah bisa menerima, dan bersyukur karena telah selamat dari kecelakaan maut tadi".
" Baiklah, Anda bisa pulang sekarang".
" Baik, terimakasih banyak Tuan".
Aldi tidak menjawab. Tetapi tak apa, karena dokter wanita itu sudah bisa bernafas lega sekarang. Sebab saat mengobrol dengan Aldi. Ruangan terasa sesak baginya.
-Selesai 😊
__ADS_1