
Sore telah tiba, senja sudah mulai muncul, dan kini aktivitas siswa masih berlangsung, dengan banyaknya acara yang menarik. Tetapi tidak untuk orang yang sedang saling jatuh cinta kali ini, dengan rasa yang dipendam sendiri, tak mau berbagi rasa atau menceritakan nya pada siapapun, dua sahabat yang saling menyukai, tetapi bingung harus melakukan apa, karena jika mereka saling mengungkapkan, bisa saja persahabat mereka akan hancur dan berubah menjadi sangat canggung. Begitu lah fikirnya.
Padahal tak tau jika mereka saling mengetahui perasaan satu sama lain, mungkin taakan pernah timbul rasa saling cemburu, salah paham, dan lain sebagainya.
Di game kali ini, game yang dibuat khusus untuk beregu, dengan di ujinya kekompakan para kelompok masing-masing, membuat acara semakin seru.
Di game kali ini semua orang memang harus kompak dengan anggota kelompoknya masing-masing, tetapi tidak untuk dua sejoli kali ini. Sungguh mereka tidak menikmati game kali ini, karena merasa kurang nyaman dengan suasana, memang mereka tidak gampang dekat atau pun akrab dengan orang-orang, walaupun dirasa mereka semua adalah teman satu sekolah, mereka hanya akan bisa dekat dengan orang yang sudah mereka kenali, dan mereka percaya.
Sementara itu berbeda dengan Alda, ia sangat menikmati permainan kali ini, karena ia memang gampang akrab dengan siapapun, ia tertawa ceria, karena melakukan kebersamaan bersama teman-teman nya, permainan kali ini sungguh sangat mengasyikan untuknya. Ditambah lagi dengan keysa yang selalu memberi lelucon disetiap keadaan.
Satu, dua, tarikk..
Suara gemuruh setiap kelompok saat bermain tarik tambang.
Saat bermain tarik tambang, sungguh sangat luar biasa, dimana setiap kelompok harus menunjukan kekuatannya.
***
Malam telah tiba, rembulan telah menggantikan mentari siang, dan dinginnya malam semakin menghembus kencang, membuat seluruh siswa harus memakai jaket dan syal yang mereka bawa, walaupun ditengah terdapat api unggun yang menyala, tetapi tetap saja dingin karena angin terus menghembus.
Ahh, seneng deh liat Aldi pake syal yang aku kasih, walaupun dia pakai syal tapi kok masih tetep terlihat tampan ya. Ahhh tidak tidak, sadar Alda, dia kan memang udah tampan dari dulu, tapi awas loh hati, kalo kamu sampai punya rasa sama dia. Dia kan sahabat ku, kalo aku sampai jatuh cinta sama dia, awas loh hati, kita musuhan nanti. Alda.
" Al, kamu kenapa?". Seseorang membuyarkan lamunannya, membuat yang ditanya memjawab gelagapan.
" E, eu, em, aku ga kenapa-kenapa kok, ah Key, aku mau ke kamar mandi sebentar".
" Mau aku temenin, tapi memang ada kamar mandi ditempat kaya gini?". Tanya nya bingung, sebab sepanjang perjalanan tadi, ia tak melihat kamar mandi.
" Aku gatau, tapi mau aku cari". Jawabanya "eumm kamu gausah temenin aku deh, kamu lanjutin aja acaranya, disini kan lagi seru banget, nanti kalo ada yang nanyain, kamu jawab aja, aku lagi cari kamar mandi". Jelasnya "ga apa-apa kan key, aku kebelet banget nih".
" Bener nih gaakan aku temenin? Tapi kamu hati-hati dijalan ya Al".
" Iya Key, pasti". Jawabnya sambil tersenyum.
Alda berdiri lalu berjalan mencari kamar mandi, dibantu dengan pencahayaan senter saja. Sementara dari sebrang sana Aldi melihat Alda yang berjalan pergi entah mau kemana, langsung menghampiri Keysa, untuk bertanya terlebih dulu.
__ADS_1
" Woy, Alda mau kemana malem-malem gini?".
" Gue punya nama kali, dia mau cari kamar mandi katanya".
" Mana ada kamar mandi disini, ini gelap banget, kenapa lu ga temenin dia!". Teriaknya kuatir.
" Yah kan dia gamau gue temenin".
" Arghh!".
Dia pergi mencari Alda, karena kuatir Alda hanya pergi sendiri, karena malam yang gelap ini membuat hati nya merasa tak tenang jika seorang gadis yang ia sayang akan terluka nantinya.
Ia melihat cahaya senter menerangi dedaunan, iya mengikuti seseorang dari belakang, ternyata benar itu adalah Alda.
Ahh akhirnya gue bisa nemuin lo Al. Aldi.
Ia melihat gadis didepannya, tersandung batu dan akan terjatuh, refleks ia langsung menangkap gadis didepannya. Yang ditangkap terlonjak kaget, karena seseorang membantunya. Ia menyilaukan senter menuju muka pria itu, supaya ia tahu siapa yang membantunya.
" Aldi". Ucap nya kaget.
" Lu kenapa harus pergi sendiri sih?".
" Lo tau kan ini itu udah malem, gimana kalo lo kesasar nanti?".
" Kan aku cuman mau cari kamar mandi".
" Ditempat ginian gaada kamar mandi, lu harus pergi ke sungai kalo mau buang air kecil".
" Kalo gitu, aku mau ke sungai Di".
" Emang lo ga bisa tahan gitu?".
" Gabisa Di, hiks, aku mau ke sungai Di".
" Yaudah, gue temenin lu ya".
__ADS_1
" Kenapa, aku kan bisa cari sendiri".
" Yaampun, ini udah malem bodoh, kalo lu pergi sendiri gimana kalo lu kenapa-kenapa nanati?".
" Yaudah iya, tapi nanti kamu jangan cari-cari kesempatan loh".
" Gila lu, emang gua cowo apaan". Ujarnya "yaudah, lo pegang tangan gue, biar kita ga kepisah".
Mereka berpegangan mencari sumber air. Tetapi dari tempat mereka berada, mereka belum mendengar suara gemericik sungai sedikit pun, seharusnya mereka sudah bisa mendengarnya bukan?. Memang tempat mereka camping adalah dipedalaman, makannya agak susah juga untuk mencari kamar mandi. Tetapi kali ini yang mereka cari adalah letak sungai.
Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya mereka menemukan suara gemericik air, mereka mengikuti aliran suara sampai akhirnya dapat menemukan sungai dibawah.
" Memang ga apa-apa, kalo aku harus buang air kecil disini?".
" Yah ga apa-apa lah, lagian ini darurat kan?".
" Iya sih, Aldi awas loh kamu jangan liat ya".
" Emang gua cowo apaan sampai liat cewe buang air kecil, gue bukan cowo mesum kali". Berbicara tapi badannya membelakangi Alda.
" Siapa juga yang bilang kamu cowo mesum". Kamu itu cowo yang bertanggunh jawab tau Di, ternyata bener kamu gaakan biarin orang yang kamu lindungi sendirian, aku beruntung deh punya sahabat kaya kamu. 'ALDI' nama yang bakal aku ingat sampai kapanpun. Alda.
" Udah selesai belum? Lama banget sih".
" Udah kok dari tadi, haha". Tawanya sambil duduk diatas batu besar.
" Kenapa lu ga bilang". Teriaknya kesal, lalu menghampiri gadis yang sedang duduk di atas batu.
Aldi duduk disamping Alda, mereka menatap bintang bersamaan, dan menghirup udara yang sama.
" Al lo dingin?". Melihat gadis disampingnya mengusap tubuh nya sendiri dengan kedua lengannya.
" Haha, emang udaranya lagi dingin bukan?".
Seketika Aldi memberi pelukan hangat pada Alda, membuat gadis yang dipeluknya membelalakan matanya, tetapi memang rasanya begitu hangat saat Aldi memberi pelukan, ia tak melepaskannya, sebab ia tak ingin membiarkan pelukan ini lepas begitu saja. Seperti mengatakan aku ingin waktu berhenti kali ini saja agar bisa merasakan kehangatan ini terus menerus.
__ADS_1
Dan malam ini, adalah malam yang sangat berarti dalam kehidupan Alda, dengan degupan kencang didadanya, membuat hati nya semakin percaya, bahwa ia sudah mencintai pria yang saat ini sedang memeluknya.
-Selesai😊