Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 89


__ADS_3

Alda sudah pergi dari Negara XX untuk kembali ke Negara nya sendiri. Ia sudah merindukan keramaian Ibu Kota disana, merindukan keluarga nya yang sedang menunggu kehadirannya.


Kerinduan pada keluarga nya membuat ia ingin segera menemui Ayah dan Ibu. Ia sudah tak sabar ingin memeluk kedua orang tua nya, karena sudah beberapa hari ia meninggalkan rumah untuk menemui Aldi puajaan hatinya.


Saat teringat Aldi, tiba-tiba saja ia ingat sebuah kotak yang diberikan padanya beberapa jam lalu, sebelum kepergiannya tadi. Tetapi Aldi meminta nya untuk membuka kotak itu ketika ia sudah berada di rumah.


Alda terlelap tidur karena ia merasa bosan. Sementara Keysa dan Dalvin, mereka sibuk dengan urasannya masing-masing.


***


Sementara itu, ditempat kediaman Aldi ia menerima berita, bahwa baru saja pesawat XX hilang akibat cuaca yang sangat ekstrim.


Ia teringat pada Alda dan teman-teman nya, karena mereka bertiga sedang menaiki pesawat XX. Kali ini Aldi sangat panik, sebab orang-orang terdekatnya berada didalam sana.


Ia bergegas mencari tahu lebih lanjut, apakah pesawat yang jatuh adalah pesawat yang sedang di tumpangi oleh Alda dan teman-teman nya.


Aldi berulangkali menghubungi Alda, tetapi sayang nya Handphone Alda tidak aktif. Begitu pun dengan Keysa dan Dalvin, mereka juga sama dengan Alda.


Kekhawatiran Aldi bertambah, ia segera memberi perintah pada Riki untuk segera mencari tahu kebenarannya. Riki pun bergerak dan meminta anak buah nya untuk membantu menyelidiki kasus jatuhnya pesawat kali ini.


" Brengsek! kenapa harus ada kejadian kaya gini. Pesawat yang baru aja lepas landas itu pesawat yang di tumpangi Alda tadi Rik, lo harus bener-bener cari mereka Rik!".


" Iya Tuan, Anda harus tenang sekarang. Saya yakin mereka pasti akan baik-baik saja".


" Gue gabisa tenang Rik, sebelum gue tau kalo mereka baik-baik aja".


" Baik Tuan, kami akan berusaha mencari keberadaan mereka bertiga. Kami akan mencoba melacak handphon Alda dengan handphon anda Tuan. Bukan kah GPS kalian masih saling terhubung?".


" Iya lo bener Rik. Gue serahin semua ini sama lo! Gue gamau tau semua ini harus segera diselesaikan".


" Baik, anda tenang saja Tuan. Saya dan Tim akan berusaha sebaik mungkin".


Aldi semakin kuatir dengan keberadaan Alda. Ia takut akan terjadi sesuatu padanya, kali ini Aldi benar-benar terlihat sangat risau karena sangat mencemaskan pacar beserta para sahabat nya.


Sore telah tiba, tetapi Aldi masih saja belum mendapatkan informasi tentang keberadaan Alda. Serta saluran berita pun belum menyiarkan nya kembali karena belum juga memdapatkan informasi.

__ADS_1


" Rik, sekarang juga lo anter gue ke bandara".


" Baik Tuan, kalo boleh saya tahu kenapa anda ingin pergi ke bandara?".


" Anter aja gue sekarang. Jangan banyak tanya!".


" Baik Tuan, saya minta maaf".


Riki segera mengambil mobil, bergegas menuju bandara untuk mengantar Aldi yang entah apa akan ia lakukan disana.


Riki hanya melakukan hal tanpa banyak bicara. Ia cukup mengatakan ia pada Tuan Aldi yang bisa melakukan semaunya.


" Cepet Rik. Gue harus cepet kesana. Biar gue sendiri yang pastiin".


" Tapi Tuan. Semua orang sedang mencari tahunya untuk anda".


" Gue gapeduli. Yang gue peduliin sekarang hanya Alda dan temen-temen yang ada didalam sana Rik".


" Baik Tuan, sebentar lagi kita akan sampai".


Tidak lama kemudian, mereka sampai di bandara. Sudah ramai orang yang mencari tahu tentang keberadaan keluarganya. Pesawat XX yang masih menghilang belum kunjung ditemukan.


Bandara pun untuk sementara waktu ditutup karena seluruh pegawai disana sedang sibuk untuk melacak keberadaan pesawat.


Tetapi hasilnya nihil, karena kabut yang tabal membuat pilot dan capilot tak bisa dihubungi. Itu Membuat semua orang panik untuk mencari keberadan pesawat XX.


Aldi datang kedalam ruangan, menemui semua petugas yang sedang bekerja. Sementara reaksi semua orang yang berada didalam ruangan sangat terkejut karena kedatangan Tuan Aldi yang sangat mendadak.


Tuan, belum apa-apa semua orang sudah takut melihat anda. Mengapa kau datang disaat semua orang sedang sibuk, tolong jangan membuat keributan kali ini. Riki.


" T, Tuan Aldi, selamat datang Tuan". Sapa Direktorat.


" Bagaimana keadaan pesawat XX sekarang, apakah sudah ada petunjuk?".


" Maaf Tuan kami sedang berusaha untuk melacak keberadaan pesawat XX, tapi mengapa anda datang kemari untuk menanyakan ini Tuan?". Ucap salah satu Direktorat penasaran.

__ADS_1


" Orang yang sangat berarti dalam kehidupan saya, ada didalam pesawat itu. Jika sampai saya tau Alda terluka, saya tidak akan pernah memaafkan kalian semua".


" Baik Tuan, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk segera melacak keberadaan pesawat XX. Anda tidak perlu kuatir Tuan".


" Bagaimana saya tidak kuatir? Sementara kekasih saya berada didalam sana!".


" B, baik Tuan saat ini kami sedang mencari keberadaan pesawat XX".


" Silahkan lanjutkan, saya juga akan segera mencari informasi keberadaannya disana".


Aldi berusaha membantu para Air Traffic ControllerĀ (ATC) untuk mencari letak keberadaan pesawat. Ia berusaha mencari dengan seluruh kemampuannya, ia sangat mencemaskan Alda, bahkan ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri jika pesawat yang ditumpangi Alda dan teman-teman nya tidak ditemukan.


Beberapa saat kemudian salah satu Air Traffic ControllerĀ menemukan keberadaan pesawat XX. Mereka berusaha menghubungi Pilot atau Copilot yang berada disana.


Tetapi sayang, dengan cuaca yang buruk disana, membuat sambungan terputus. Entah apa yang akan terjadi nanti, semua orang berharap bahwa pesawat XX akan baik-baik saja.


Aldi sudah berada pada titik dimana ia merasa tidak bisa berbuat apapun. Ia berfikir seharus nya Alda dan teman-teman nya menaiki pesawat pribadi miliknya, bukan malah mengizinkan mereka untuk menaiki pesawat yang sudah mereka pesan.


Ia merasa bahwa ini semua adalah kesalahannya, ia merasa gagal menjadi seorang pacar ataupun seorang sahabat. Apapun yang terjadi pada Alda itu semua adalah kesalahan dirinya. Begitu lah yang Aldi fikirkan, ia merasa semua ini adalah kesalahan nya.


Tetapi Riki berusaha untuk menenangkan Aldi, agar ia tidak panik dalam menghadapi posisi seperti ini. Ia yakin bahwa pesawat XX pasti bisa diselamatkan.


Ia tak bisa menyalahkan siapapun untuk ini, karena jika sudah terjadi kesalahan ataupun kecelakaan, itu semua sudah direncanakan oleh Tuhan.


" Kita sebagai manusia hanya bisa menerima garis takdir dari Tuhan yang sudah ditentukan. Manusia hanya bisa berharap dan meminta, selebihnya serahkan kepada sang pencipta". Ujar Riki dengan kata-kata bijak nya.


" Gue gamau sampai kehilangan Alda, Dalvin dan Keysa Rik, mereka semua sangat berharga".


" Saya tahu Tuan, tapi yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah berdoa. Semoga mereka semua baik-baik saja".


Aldi terdiam, ia berdoa dalam hatinya dengan harapan semoga mereka semua yang berada didalam pesawat baik-baik saja. Dan ia berharap semoga segera dipertemukan dengan Alda dan kawan-kawan nya.


Saat ini suasana kembali menegangkan, semua orang menunggu kabar keberadaan pesawat XX yang tidak bisa terdeteksi keberadaannya. Semua orang hanya bisa berharap, menunggu suatu keajaiban yang akan datang berpihak.


-Selesai 😊

__ADS_1


__ADS_2