
Riki turun dari mobil lalu mengetuk pintu rumah seseorang, untuk menjemput tuannya yang sedari tadi menunggu dirinya di rumah gadis yang disapa sepabagai Alda.
Tok, tok, tok.
Suara ketukan dari balik pintu.
Seseorang bembuka pintu dengan ramah, langsung mempersilahkan Riki untuk masuk kedalam.
" Mohon maaf kedatangan saya kemari untuk menjemput Tuan Aldi Bu, apa dia ada di dalam?".
" Ada Nak Riki, silahkan masuk".
" Baik terimakasih Bu".
Ibu hanya menganggukan kepalanya, lalu berjalan didepan untuk menunjukan jalan menuju ruang tengah, dimana Aldi berada.
" Tuan kita harus pergi sekarang".
" Tapi kenapa harus pergi secepat ini?". Tanya Alda sedih.
" Sebentar Rik, gue perlu bicara dulu dengan Alda". Ucap Aldi meminta waktu.
" Baik Tuan silahkan".
Aldi pun menarik lengan Alda menuju ke luar rumah, karena ia tahu jika Alda pasti tak akan nyaman jika Riki mendengarkam perkatannya. Ia juga tahu bahwa Alda ingin sekali dirinya masih berada disini dengannya.
" Al, kenapa raut wajah kamu jadi seperti ini?".
" Sesudah ini kamu pergi kemana?".
" Aku akan pergi ke kantor polisi Al, aku akan membalas perbuatan Raffi pada mu".
" Dengan cara?".
" Kamu ga perlu tahu Al, aku akan buat dia tidak akan berani lagi menyentuh mu". Ucap Aldi sambil menyentuh bibir Alda dengan telunjuk nya.
Alda diam, ia bingung dengan cara Aldi memperlakukannya sekarang, karena ia merasa sangat jarang sekali Aldi menyentuh bibir nya.
" Sekarang kamu tidur dan istirahat kan badan mu, jangan memikirkan hal apapun".
" Iya Di, tapi kamu jangan sampai melalukan hal aneh ya".
" Memang aku akan melakukan apa?".
" Aku gatau, tapi aku takut kamu mencelakakan dirimu sendiri".
" Kamu ga perlu kuatir, aku akan baik-baik saja". Sambil mencium telapak tangan Alda.
" Em, eumm Aldi aku ingin peluk kamu sekarang boleh?".
__ADS_1
" Boleh ko, kemari".
Alda memberi pelukan pada Aldi karena merasa bersyukur Tuhan telah memberikan sosok pria yang baik hati seperfi Aldi, walaupun dilihat dari luar, Aldi sangat dingin tetapi ia memiliki hati yang baik seluas samudra.
" Yaudah Al, aku pergi ya".
" Iya, tapi besok kamu pasti akan datang kemari kan?".
" Akan aku usahakan Al".
" Hemm, apa kamu janji?". Seperti anak kecil yang meminta seseorang berjanji padanya.
" Aku ga bisa janji Al".
" Iya deh aku tau ko, kamu kan Aldi pasti kamu sangat sibuk kan?". Sambil memanyunkan bibir nya.
" Maafin aku Al, kamu jangan sedih gitu dong".
" Engga kok, aku ga sedih. Udah sana katanya mau pergi kan?".
" Yaudah aku pergi ya". Ucap nya sambil mengacak rambut Alda.
" Iya, hati-hati di jalan ya".
Aldi pun masuk kedalam ruangan untuk berpamitan pada kedua orang tua Alda yang sedang duduk di kursi ruang tengah. Sesudah berpamitan ia segara melangkah pergi keluar rumah untuk tujuan awalnya barusan.
Di kantor polisi ia menghajar raffi terus menerus, sampai wajah raffi sudah tak berbentuk lagi seperti tadi. Karena kekesalannya sudah berada di ubun-ubun, mengingat orang yang sedang ia hajar sudah melecehkan Alda sahabatnya.
Tentu saja Raffi merasa sangat kesakitan, karena dengan pukulan Aldi yang secara tiba-tiba saja saat di ruang penyekapan sudah sangat sakit, ditambah lagi dengan ini, pukulan tambahan yang diberikan Aldi kembali. Ia hanya bisa pasrah walaupun sudah memohon pada Aldi sekalipun
Riki yang sedari tadi membiarkan segera menghentikannya, karena ia kuatir jika raffi akan mati karena terus mendapatkan pukulan keras dari Aldi.
" Sudah cukup Tuan, saya rasa ini sudah cukup untuk meluapkan kekesalan anda".
" Gue masih belum puas Rik, sebelum dia mati gue bakal terus hajar dia".
" Jangan Tuan, polisi tidak akan membiarkan itu terjadi karena itu adalah tindakan kriminal tuan".
" Kenapa lo bela dia Rik?".
" Saya bukan membela nya Tuan, justru disini saya sedang membela anda. Karena jika anda menghajarnya sampai mati anda juga akan ikut dipenjara Tuan".
Polisi datang menghampiri, untuk membawa Raffi kembali kedalam sel tahanan, karena waktu sudah habis. Polisi juga harus bersikap profesional walaupun yang sedang berada dihadapannya adalah Aldi sekalipun.
" Maaf Tuan tapi waktu sudah habis, Anda tak perlu kuatir sebab kami tidak akam membiarkannya lepas sampai waktu yang ditentukan".
" Penjara kan dia seumur hidup, agar dia tidak berani menyentuh Alda kembali!".
" Baik Tuan, apapun perintah anda akan kami turuti".
__ADS_1
Saat mendengar dirinya akan di penjara seumur hidup, ia langsung berlutut memohon ampunan pada Aldi, sebab ia tak mau jika seumur hidup nya harus mendekam dipenjara, karena kesalahannya pada Alda. Sekarang ia baru sangat menyadari betapa penting nya Alda dalam kehidupan pria dihadapannya.
" Tuan tolong ampuni saya, saya tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama, saya berbuat seperti itu pada Alda sebab atas perintah dari Delima dan keluarga nya. Mohon ampuni saya Tuan".
" Lo fikir, segampang itu buat gue maafin lo? Gue gaakan semudah itu untuk memafkan kalian yang udah melukai Alda!".
" Tolong ampuni saya Tuan". Sambil berlutut dihadapan Aldi.
" Minggir dari hadapan gue sekarang!!".
" Tuan saya mohon ampuni saya". Ucap nya masih tetap memohon pada Aldi.
Aldi tak menggubris, ia tetap melanjutkan langkahnya untuk memberi pelajaran pada Delima dan Charles Ayahnya yang sudah menghancurkan keluarga nya dan juga Alda sahabatnya.
" Dimana Charles dan Anaknya? Panggil mereka kemari!". Teriaknya marah.
" Baik Tuan".
Sang ketua kepolisian langung mengantar Aldi menuju sel Delima dan Tuan Charles. Sebab Aldi merupakan tamu kehormatan yang datang kemari dan tidak boleh sedikit pun mereka berbuat kesalahan pada Aldi.
" Mari Tuan saya antar".
" Hemm".
Mereka pun sampai di depan sel tahanan Tuan Charles dan Delima, mereka keluar lalu diperintahkan untuk menemui Aldi yang sedang duduk bersama ketua polisi yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
" Silahkan Tuan, Nona". Ucap salah satu polisi.
" B, baik".
Setelah berada dihadapan Aldi, mereka pun merasa begitu bersalah pada Aldi, ini adalah yang kedua kali nya mereka berbuat kesalahan. Mereka memohon pada Aldi, agar ia mengampuni nya seperti dulu, tetapi sayang nya Aldi sudah tak memperdulikannya lagi. Sebab Aldi sudah sangat berubah sekarang.
" Aldi tolong maafkam kami, tolong ampuni kami, kami tidak akan mengulangi kesalahan itu kembali, tapi kami mohon tolong lepaskan kami".
" Apa kaliam bilang, lepaskan? Haha tidak akan mudah untuk kalian lepas dari sini, disisa hidup kalian, kalian akan merasakan bagaimana rasanya berada didalam penjara, agar kalian menyadari besar nya kesalahan kalian jika berurusan dengan ku".
" Aldi maafkan aku, aku berbuat seperti itu hanya agar kamu bisa kembali pada ku, aku minta maaf Di".
" Ingat satu hal, aku bukan Aldi yang kalian kenal seperti dulu. Aku sudah berubah dan aku tidak akan pernah termakan lagi dengan omongan kalian, ingat itu baik-baik! Dan aku fikir hukuman seumur hidup untuk kalian disini sudah seimbang dengan apa yang kalian lakukan pada ku dan keluarga ku, terutama pada Alda barusan". Ucap nya tegas tanpa memandang lawan bicaranya. " Pak tolong, lakukan apapun yang sudah saya katakan barusan". Ucapnya pada kepala polisi.
" Baik Tuan".
" Aldi kami mohon jangan seperti itu, tolong maafkan kami".
" Gue ga peduli lo mau ngelakuin apapun di hadapan gue, tapi yang jelas kesalahan lo ga bisa gue maafkan". Ucapnya tegas.
Aldi pun pergi meninggalkan kantor polisi, ia sudah bisa bernafas lega sekarang, karena kantor Papa nya sudah kembali aman, dan Alda sudah ditemukan. Termasuk pelaku tokoh penjahat yang sudah dipenjara. Ia berharap semua kekacauan hari ini tidak akan pernah terulang kembali.
-Selesai😊
__ADS_1