Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 101


__ADS_3

Siang, dengan trik matahari yang memberikan banyak manfaat untuk seluruh mahluk bumi yang ada didalamnya.


Kehidupan yang dijalani dengan semua kesempatan yang ada dimuka bumi ini. Semoga orang-orang yang sedang berjuang selalu dimudahkan dengan segala perjuangannya.


Siang ini Alda berencana pergi menemui Aldi di kantor, sambil memberikan makanan kesukaannya, ia berniat untuk membereskan kesalah pahamannya dengan Aldi. Ia berharap semoga Aldi mau mendengarkan penjelasannya.


Sebelumnya ia sudah mencari informasi melalui Riki, karena tidak mungkin ia menghubungi Aldi, jika begitu pasti tidak akan ada balasan darinya.


Riki membantu Alda untuk bisa bertemu dengan Tuan Mudanya, karena sejak tadi pagi, Aldi sangat tidak bersemangat untuk pergi ke kantor.


Didepan lobi, Alda sudah tiba. Beberapa orang menyapa nya, tetapi tidak untuk segelintir orang, karena tidak semua orang tahu wajahnya, lagi pula siapa yang ingin dikenal. Batin Alda.


Alda naik ke lantai teratas di kantor ini. Karena ruangan Aldi tepat berada disana. Perasaannya kali ini bercampur antara senang dan takut, sepanjang perjalanan ia terus berdoa supaya Aldi mau mendengarkan penjelasannya.


Alda keluar dari lift, Riki sudah menunggunya diluar sana. Bersiap mengantar Alda menuju ruangan Tuannya. Sambil mengatakan bahwa kondisi emosional Aldi saat ini sedang tidak baik-baik saja.


" Al, sebaiknya lo tunggu disini dulu. Gue bilang Aldi kalo lo datang kemari".


" Oke Rik, semoga Aldi ngizinin ya".


" Iya Al, pasti Aldi ngizinin. Lo kan orang penting dikehidupannya". Jawab Riki


" Tapi gue gatau setelah kejadian semalam Ki, semoga dia mau dengerin penjelasan gue sekarang".


" Gue masuk dulu Al". Ujarnya sambil memasuki ruang pribadi Aldi.


Tak lama Riki keluar, akhirnya Aldi mengizinkan Alda untuk masuk kedalam ruangannya.


" Walaupun Aldi ga jawab, setidaknya dia ngizinin lo buat masuk". Ucap Riki.


" Oke, makasih banyak Ki". Ujarnya senang mendengar jawaban Riki.


Alda masuk kedalam ruangan Aldi, ia melihat pria itu sedang membelakangi mejanya, dengan memutarkan kursi kearah jendela.


" Ngapain lo kesini?". Tanya Aldi, masih belum melihat gadis dibelakangnya.

__ADS_1


Alda tertegun saat Aldi kembali menyebutnya dengan kata "Lo". Sudah lama ia tidak mendengar kata itu dari mulutnya jika berbicara dengannya.


" Aldi maaf, aku cuman mau selesaikan kesalah pahaman semalam". Ucap Alda sambil menggenggam tas nasi yang ia bawa.


" Bukannya semalam udah jelas?". Ujarnya dingin. Sambil memutarkan kursi ke arah Alda.


" Engga Di, kamu salah paham". Ucap Alda dengan jantung yang memompa sangat kencang.


" Apa yang perlu lu jelasin, gue udah denger semuanya semalem".


" Tapi itu belum semua aku bicarain Di. Kenapa kamu jadi kaya gini, dimana kesalah ku?".


" Semalem gue udah kasih lo kesempatan. Terus apa? lo masih tanya kesalahan lo dimana!". Teriak Aldi dengan kesal.


" Begitu marah kamu sama aku, sampai-sampai kamu berubah kaya gini. Jujur aku sakit, lihat orang yang sangat aku cinta gamau dengar penjelasan ku".


Alda menangis, karena melihat perubahan sikap Aldi yang begitu dingin padanya.


" Jujur, semalam aku hanya ingin mengatakan ini. Aku ingin menikah sama kamu, tapi aku ingin meraih mimpiku menjadi seorang dokter. Aku takut, jika setelah menikah, kamu tidak mengizinkan aku untuk meraih cita-cita ku". Ucapnya sambil mengusap pipinya yang dibanjiri air mata.


" Terserah jika kamu masih marah, tapi aku tidak mau membatalkan pernikahan kita. Aldi aku mencintai kamu, tapi kenapa kamu malah menunjukan sifat mu kembali kepadaku". Air matanya sudah tak bisa dibendung, bahkan ia terisak dalam tangisan.


" Aku bawakan ini untuk mu, jika kamu suka makan lah, tetapi jika tidak, kamu boleh membuangnya. Kalo begitu aku pulang, jaga dirimu baik-baik". Ucap Alda sambil membalikan badannya bersiap untuk pergi.


Aldi terdiam, ia merasa bersalah pada Alda. Ia telah membuat wanita yang sangat dicintainya menangis, ternyata kesalah pahamannya kian menjadi penyesalan untuknya.


" Al, tunggu!". Ujar Aldi sambil berdiri, lalu menggenggam lengan Alda. Sontak membuat Alda berbalik arah. "Udah cukup, jangan nangis. Kenapa kamu ga bilang dari semalem? ". Sambil mengusap air mata Alda dengan perasaan bersalah.


" Aku takut". Jawabnya sedih.


" Dasar bodoh! aku gaakan marah kalo kamu bilang yang sejujurnya. Lagipula setelah menikah, aku gaakan larang kamu buat jadi dokter". Jelas Aldi sambil mengacak rambut Alda.


"Maaf, tapi itu kan ketakutan ku. Akhirnya kan kamu marah juga?". Jelasnya menunduk kebawah.


" Aku marah karena kamu ga bilang yang sejujurnya, penjelasan mu kemarin yang bikin aku jadi salah paham, kamu ngerti kan?". Ucap Aldi jelas.

__ADS_1


" Iya, aku minta maaf. Tapi kamu janji kan izinin aku buat ngejalanin karir setelah menikah". Ucapnya meminta dengan sangat.


" Heem".


" Aldii". Panggil Alda dengan menekan intonasinya.


Aldi menatap tajam gadis dihadapannya, yang dilihat tertegun keheranan.


" Sebelumnya aku minta maaf, karena aku udah salah paham dan ngeluarin kata kasar, mungkin kamu terluka dengan perkataan ku barusan". Ucap Aldi masih merasa bersalah, atas apa yang dilakukannya barusan. Ia kembali menarik nafasnya berat. " Sebelum kamu minta izin pun, aku udah siapkan rumah sakit untuk kamu praktek, karena aku tau perjuangan kamu sampai tahap ini penuh dengan perjuangan. aku gaakan larang kamu untuk kejar karir kamu, lakukan apa pun yang menurut kamu baik. Rumah sakit itu akan menjadi milik kamu, saat kamu sudah menjadi Istri ku nanti. Anggap saja itu hadiah pernikahan kita". Jelas Aldi sambil merangkul Alda.


" Aldi aku ga pernah sangka kamu ngelakuin ini semua, aku ga pernah berfikir sedikitpun, kalo kamu melakukan ini semua demi aku. Ku kira kamu gaakan pernah izinin aku, tapi ternyata kamu buat aku yakin, kalo kamu adalah calon Suami yang akan selalu mengerti aku. Terimakasih banyak sudah mengerti". Ucapnya senang.


" Apapun, aku akan terus berusaha buat kamu bahagia. Jangan pernah ragu lagi, karena disetiap hubungan harus adanya kejujuran dan keterbukaan".


" Aku paham, terimakasih, aku mencintai mu Aldi. Aku gamau kamu marah, aku janji gaakan bikin kamu marah lagi".


" Iya sayang, aku juga minta maaf atas sikap aku barusan. Maaf juga udah bikin kamu nangis". Ucap Aldi sambil memeluk Alda.


" Iya aku maafin, tapi awas aja kalo kamu sampai marah kaya tadi".


" Iya sayang, aku janji gaakan marah lagi. Asalkan kamu ga bikin kesalahan, aku gaakan marah". Ucap Aldi sambil menyatukan jari kelingking.


" I love you sayang". Ujar Alda dengan manis.


" Dasarr!".


" Oh gitu gaada jawaban, oke gapapa, aku pergi".


" Masa gitu aja marah, I love yo to sayang. puas?".


" Hehe, puas ko. kalo gitu aku pulang ya". berbalik badan lalu melangkahkan kakinya. tetapi lengannya ditarik oleh Aldi, sontak ia berbalik badan.


" Aku mohon jangan pulang, tunggu disini, aku masih merindukan kamu". Memeluknya kembali dengan erat.


Kesalah pahaman mereka kini telah usai, mereka kembali seperti biasanya. Begitupun Aldi, ia tak akan sanggup jika harus bertengkar lama dengan wanita diperlukannya.

__ADS_1


-Selesai😄


__ADS_2