Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 25


__ADS_3

Riki pun menghampiri aldi yang baru saja masuk kedalam kelas, lalu duduk dibangku samping aldi.


" Aldii". Panggil riki


" Hemm". Ucap aldi singkat


" Gue barusan udah urus semuanya, jadi kalo lo nanti dipanggil ke ruang BK lo tinggal jelasin aja kejadian barusan". Ucap riki memberitahu aldi


" Terus gimana sama orang itu, lo udah urus dia kan, gue gamau dia sampai nyentuh alda lagi!". Ucap aldi penuh penegasan


" Gue bakal pastiin dia gaakan berani berurusan lagi sama alda, tapi gue yakin dia pasti punya rencana lain lagi buat nyakitin alda". Balas riki


" Lo harus pastiin dia ga akan tenang disekolah ini, kalo dia sampai berurusan sama gue karena nyakitin alda". Ucap aldi kesal


" Siap, lo tenang aja gue pastiin kejadian barusan gaakan pernah terulang lagi". Ujar riki penuh kepastian


" Gue percaya sama lo rik". Ucap aldi sambil menepuk bahu riki


Aldi berdiri dari duduk nya karena ia ingin memastikan kembali bagaimana keaadaan alda sekarang, walaupun beberapa menit yang lalu mereka kembali ke dalam kelas masing-masing, tetapi hati aldi masih belum bisa merasa nyaman jika ia belum memastikannya kembali.


" Lo mau kemana di". Tanya riki bingung melihat aldi berdiri dengan raut wajah cemas.


" Lo ikut gue rik, kita ke kelas alda sekarang". Ajak aldi


" Ayok!". Balas riki pasrah.


Sementara itu dikelas alda, teman-teman kelasnya yang sedang berkerumun langsung menghampiri alda yang baru saja masuk kedalam kelas.


Mereka sangat penasaran prihal kejadian barusan dikantin, dipikiran mereka hanya satu 'apakah benar alda telah merebut aldi dari kak delima' berita itupun menjadi salah satu topik yang sedang diperbincangkan oleh anak-anak satu sekolah.


Bahkan banyak juga orang yang melihat alda dengan tatapan sinis dan penuh kebencian.


" Al lo bener ngerebut aldi dari kak delima?!".


" Gilaa lo bisa se nekat itu ya rebut aldi, pantes aja kak delima marah banget".

__ADS_1


" Lo emang ga malu ya al, ngerebut aldi dari kaka kelas lo sendiri".


" Jangan kegatelan al jadi cewe".


Kata-kata yang sedaritadi didengar alda, tetapi ia masih sabar menanggapinya, dengan senyuman palsu ia membalas pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan padanya, walaupun sebenarnya itu membuat hatinya sakit atas apa yang tidak ia perbuat.


" Maaf tapi aku ga pernah ngelakuin apapun kok, aku juga gapernah tuh merasa merebut aldi dari kak delima, toh aku sama aldi cuman sahabat, jadi wajarkan kalo kita selalu bareng?!". Jawab alda sambil tersenyum


" Halah, sahabat juga ada batasnya kali. Masa sahabatan sampai deket gitu sih, apalagi lo rebut dia dari pacarnya". Ucap salah satu teman kelasnya.


" Udah kalian ini apa-apaan sih, kalo kalian gatau cerita sebenernya kaya gimana jangan ikut campur deh!". Ucap nina dan teman-teman alda yang membela.


" Hei, buktinya udah ada kan kalo alda itu emang perebut cowo orang!". Ucap seseorang yang memang membenci alda, sambil menunjuk didepan muka alda.


" Terserah lo mau bilang apa, tapi inget apa yang lo liat barusan belum tentu benar kenyataannya". Ucap alda sambil tersenyum tipis "jadi sebelum kalian bilang tentang keburukan orang lain, seharusnya kalian cari tahu dulu kebenarannya seperti apa". Ucap alda masih tersenyum tipis


" Gue cuman mau ngingetin doang al, inget jangan sampe lo jadi pelakor haha!". Ucap seseorang sambil tertawa remeh "inget karma itu berlaku al". Ucap nya lagi


" Jaga mulut lo!". Teriak nina mulai kesal


Seketika suasana menjadi hening saat ada dua sekawan masuk kedalam kelas, dan hanya terdengar suara seseorang yang terus memaki alda.


" Lo udah selesai ngecaci maki sahabat gue?!". Seru seseorang dari belakang


Seketika orang yang daritadi mencaci alda langsung berwajah pias, karena hanya mendengar suaranya saja ia sudah hafal jelas siapa orang yang memanggilnya.


" A..aldi, kenapa lo disini?!". Ucap wanita yang mencaci alda


" Kenapa, belum puas lo ngehina alda!!". Teriak aldi marah


" Mm...maaf, gue cuman becanda di". Ucapnya sambil menunduk


" Lo bilang becanda, lo daritadi maki-maki alda, itu lo bilang becanda?". Ucap nina kesal mendengar perkataan wanita itu


Aldi menatap dengan tatapan tajam, rasanya ia ingin melakukan sesuatu agar wanita itu menyesal, tetapi aldi sudah berjanji tidak akan melakukan yang tidak disukai alda.

__ADS_1


Hanya dengan tatapan aldi yang tajam saja membuat nyali wanita itu menciut dan merasa tercabik-cabik.


" Sekali lagi lo caci maki alda, atau siapapun yang berurusan dengan alda kalian semua bakal berurusan sama gue, inget itu baik-baik". Teriak aldi membuat orang-orang sampai bermuka pias "kalian semua tau sendiri jika kalian sampai berurusan dengan gue kan!". Ucap aldi penuh penegasan "sekali lagi gue peringatin kalo alda bukan plakor, sekali lagi gue denger kalian nyebut alda pelakor mati kalian!". Ujar aldi membuat orang-orang semakin takut.


" Maafin kita aldi". Ujar orang-orang yang barusan menghina alda


" Ko aldi, Bukannya salah kalian sama alda?!". Ucap riki angkat bicara


" Minta maaf sama alda sekarang!!". Teriak aldi memenuhi langit-langit


" Alda kita mintaa maaf ya, tolong maafin kita al". Ucap mereka bersamaan


" Hemm, gapapa aku udah maafin kalian ko". Ucap alda tersenyum lalu duduk dibangkunya


Aldi pun pergi menghampiri alda yang duduk dibangkunya.


" Lo ga apa-apa kan al?!". Tanya aldi


" Aku ga apa-apa ko di, tenang aja, aku cuma cape". Ucap alda tersenyum


Sebenernya aku cape di, aku cape terus dikatain yang engga-engga sama orang-orang yang suka sama kamu, tapi aku udah janji kalo aku gaakan nyerah buat pertahanin persahabatan kita. Alda


" Kamu mau ke uks buat istirahat al?! ". Tanya aldi


" Engga di aku mau belajar, kamu ke kelas aja ya kayanya bentar lagi bakal ada guru yang datang deh". Ucap alda tersenyum


" Yaudah gue ke kelas dulu al, kalo ada apa-apa lo bilang ya". Ucap aldi


" Iya di, udah sana ke kelas nanti kamu ada guru lagi". Ucap alda


Aldi pun berdiri dari tempatnya duduk lalu pergi menuju kelasnya kembali bersama riki, jam pelajaran pun dimulai.


-


-

__ADS_1


-Selesai😊


__ADS_2