Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 39


__ADS_3

" Oh iya, gue paham". Seperti baru menemukan kata-kata yang sangat luar biasa. "yaudah aku minta maaf ya cantik, jangan ngambek lagi dong, ntar cantiknya ilang loh". Sambil menyentuh hidung Alda dengan telunjuknya, lalu tersenyum secerah mentari pagi.


Alda tersipu malu, dengan ucapan Aldi barusan. Karena tak biasanya Aldi mengeluarkan kata-kata seindah tadi. Jantung nya berdegup kencang, ia merasakan ada yang aneh dengan detakan jantung nya.


Aaaaa jangtung aku? kenapa berdetak sekencang ini, jantung, aku gamau Aldi sampai denger!.Alda


Aldi melihat wajah gadis didepannya yang tersipu malu, ia begitu gemas saat Alda sedang tersipu, rasanya senang bisa melihat nya seperti itu, apalagi saat melihat nya ngambek.


" Yaudah cepet katanya mau ambil tas?".


" Ahh iya, ini juga mau ambil kok". Alda membalikan badannya masih tersipu malu, lalu ia berlari kecil, menjauh dari hadapan Aldi.


" Al, ntar gue tunggu lo seperti biasa ya, diparkiran sekolah".


" iya". Tanpa melihat yang bicara.


Alda pun pergi, lalu mengambil tas nya didalam kelas, tetapi di tengah perjalanan, seseorang memanggil Alda. Sambil tersenyum dari kejauhan.


" Keysa". Gumamnya "ada apa?".


" Al, aku seneng deh, akhirnya bisa satu kelompok sama kamu, aaaa nanti kita bisa banyak cerita bareng Al".


" Ahh iya aku baru inget, aaaa seneng banget akuu key". Sambil memeluk sahabatnya keysa. " Key maaf ya, karena aku sibuk, aku jadi jarang banget cerita bareng kamu, hiks".


" Haha, ga apa-apa kali Al, santay aja, lagi pula besok kan pasti bakal bareng-bareng terus". Sambil melepaskan pelukannya.


" Iya, aku gasabar deh pengen cerita banyak hal sama kamu". Ujarnya sambil tersenyum secerah mentari "yaudah Key, Aldi udah nunggu, aku duluan ga apa kan?".


" Iya ga apa-apa ko, semangat terus ya Al".


Alda pun, pergi meninggalkan keysa, karna tak enak jika membiarkan Aldi menunggu terlalu lama, walaupun ia masih ingin berbicara banyak hal dengan Keysa.


**


Alda menghampiri sosok pria yang sedang mengobrol dengan Riki di parkiran, tak tau apa yang sedang dibahas, tetapi ia tak peduli, karena itu adalah urusan mereka.


Alda diam, tetapi tak terlalu jauh dengan tempat Aldi mengobrol. Aldi yang melihatnya seketika memanggil nya, agar segera mendekat.


" Al, ayo sini!". Teriak nya.


" Hemm, lanjutin aja dulu obrolan kalian, maaf ya aku ganggu".


Jujur saja Alda merasa tak enak, karena muka mereka terlihat begitu serius ketika mengobrol.


" Ga apa-apa Al santay aja, gue duluan ya Al". Ucap Riki. Sebeneranya, ia tak benar-benar pergi, karena ia akan terus menepati janjinya, agar selalu berada dibelakang Aldi.


" Ia Rik, hati-hati di jalan ya".


" Oke, makasih Al".


Aldi yang melihat, sepertinya kesal. Karena Alda memberi perhatian pada Riki, mungkin bisa dibilang ia sedang cemburu.

__ADS_1


Aldi menarik lengan Alda agar segera naik ke atas motornya, lalu memakaikan helem ke atas kepala alda, sambil menatap Riki dengan sorot matanya, seperti mengatakan, awas kau jika berani merebut Alda.


***


Mereka pun akhirnya sampai di toko XX, seperti yang tadi di bicarakan Alda untuk mebeli syal. Sebenarnya Alda sudah memesan syal itu dari 3 hari lalu, karena ia memesan dua syal couple berbentuk seperti sepasang kekasih, yang ditengah nya terdapat bentuk hati.


Ia mengambil syal yang sudah di siapkan oleh Bapak penjual, ia sangat puas dengan hasilnya, sungguh luar biasa, ternyata hasil nya sangat bagus.


Waaa ini bagus banget, tapi Aldi bakal suka kan?. Alda.


" Baik Pak terimakasih, saya cukup puasa dengan hasil nya Pak". Sambil mengulurkan tangannya untuk membayar Syal.


" Ia Mbak sama-sama, semoga suka ya Mbak".


Alda hanya memberi senyuman, lalu menarik lengan Aldi agar segera keluar dari toko, sebenarnya di fikiran Aldi dari tadi, terpacu mengenai gambar yang berada tepat di dua syal itu.


Hemm, sebenernya syal couple itu buat siapa sih Al, hemm apa kamu udah punya kekasih ya sekarang. Aldi.


Aldi masih saja memikirkan itu sepanjang perjalanan, padahal ia tak tau bahwa syal itu khusus di pesan Alda untuk mereka berdua. Alda memang sengaja tidak memberitahu terlebih dahulu, sebab ia ingin melihat reaksi Aldi nanti saat tiba-tiba ia memberikan syal couple.


Sesampainya di Danau, mereka duduk di tempat favorit yang pernah mereka kunjungi. Ya, tempat pertama kali Alda kemari kesini bersama dengan Aldi. Tanpa menunggu waktu lama, mereka pun duduk.


" Al, lo udah punya kekasih?".


Tiba-tiba saja Aldi berbicara ditengah keheningan yang ada di kepala Alda, yang ditanya kaget, lalu tertawa.


" Hahahah, kekasih? Mana mungkin".


" Oh ini?". Sambil mengeluarkan syal yang berada didalam tas nya "aku buat untuk kita berdua Di, semoga kamu suka ya".


" Hah, lo serius kan?".


" Iya aku seirus, kenapa, kamu ga suka ya?".


" Yah gue ga nyangka aja lo sampai kepikiran kaya ginian haha". Sambil tertawa.


Alda memanyunkan bibirnya beberapa centi, karena merasa Aldi tak menyukainya. "Yaudah kalo kamu ga suka besok gausah dipake ya".


" Ini buat besok, lo khusus kasih ini buat gue?".


" Iya".


" Gue suka kok Al, pasti bakal gue pake besok".


Mata Alda seketika berbinar saat mendengar jawaban Aldi. " Waaa akhirnya, besok kita pake samaan ya".


" Hemm".


Aldi hanya memberi jawaban seadanya, sebab ia sudah tak bisa berkata-kata lagi, mungkin karena senang ternyata syal yang dipesan Alda itu untuk nya.


" Aldi, sekarang perasaan mu sudah membaik kah? Apa kamu masih terbebanin dengan kepergian Papa mu nanti?".

__ADS_1


Tanya Alda, seketika mencairkan suasana kembali.


" Gue ga apa-apa Al, bener kata lo, gue cuman harus doain Papa supaya selamat sampai nanti Papa balik lagi kesini".


" Nah, betul Di, kamu gausah kuatir, toh banyak kan orang-orang disekitar mu, yang sayang sama kamu, jadi kalo Papa mu pergi nanti, pasti banyak ko yang bantu kamu Di".


Ucap Alda, padahal Ia tak tau apa-apa tentang hal ini, fikirnya cukup membuat Aldi tenang, supaya tak terlintas terus menerus difikirannya.


" Hahaha, sayang, termasuk lo gitu?".


" E,,eum yah kan aku sayang kamu hanya sebatas sahabat". Jawab Alda gelagapan.


" Iya deh iya, cuman sebatas sahabat".


" Kamu seneng kan, punya sahabat kaya aku? Soalnya ya, kalo kamu ga punya sahabat kaya aku, kamu gaakan bisa ketawa kaya gini".


" Haha siapa bilang, sotau lu".


" Hemm yaudah deh, terserah kamu". Kan lagi lagi memajukan bibir nya berapa centi meter, karena kesal dengan jawaban Aldi.


Aldi melihatnya, ia gemas dengan tingkah Alda, lalu menggelitik Alda yang sedang kesal supaya tertawa.


" Aldi, geli cukupp hahahah".


Aldi terus saja menggelitik, hingga alda terpingkal sampai menjatuhkan diri nya diatas rerumputan. Hingga membuat Aldi juga ikut terjatuh, lalu mereka berhadapan, dan berpandangan cukup lama, dengan posisi tangan Aldi, memeluk gadis yang baru saja dikelitikinya.


Jantung, kok kembali berdetak kencang lagi sih, ini deket banget sama Aldi loh, gimana kalo nanti dia denger. Alda.


Muka Alda merah merona, ia terkejut dengan posisi Aldi yang memeluk dirinya. Lalu refleks mendorong Aldi menjauh dari hadapannya.


Alda pun bangun dari posisinya, karena tidak mau Aldi melihatnya dengan wajah yang merah karena malu.


" Maaf Al".


Ucapnya, tetapi entah mengapa perasaannya sangat senang sekarang.


" Ga apa-apa kok". Menjawab tetapi tidak melihat kepada orangnya.


" Hei, kemari!".


Nadanya sudah mulai kesal.


" Iya". Alda membalikan badannya, dengan muka yang masih merah.


" Hahaha, muka lo merah banget Al". Tertawa saat melihat muka Alda yang merah merona.


" Ih nyebelin banget sih". Sambil menepuk pundak lelaki di sebelahnya.


Mulai saat itu lah, mereka berbicara tanpa adanya rasa canggung sedikit pun, karena memang waktu berjalan terus menerus, hingga membuat persahabatan mereka semakin erat adanya. Selayaknya tak bisa dipisahkan, dan berharap tidak pernah terpisahkan.


-Selesai😊

__ADS_1


__ADS_2