
Setelah banyak menghabiskan waktu bersama dengan gadis pujaan nya Aldi pun bergegas untuk pulang dikarenakan Riki sudah menunggunya cukup lama.
Alda pun mengantarkan Aldi menuju pintu depan, ia juga tak ingin melepaskan genggaman tangannya pada Aldi, entahlah rasanya ia tak mau jika Aldi pergi sangat lama mulai esok.
" Al aku pulang ya, jaga dirimu baik-baik, aku ingin kau ikut mengantar ku ke bandara esok, aku akan menunggu mu sampai kau datang menemui ku". Ucapnya sambil menyentuh kedua pipi Alda dengan kedua telapak tangannya.
" Aku tak tau Di, tapi akan ku usahakan untuk mengantar mu besok".
" Terimakasih Al, aku pamit". Ucapnya sambil mengecup kening Alda.
Alda hanya menunduk, begitu berat bagi nya menerima ini semua, sudah tak ada lagi harapan untuk nya mencegah kepergian Aldi.
Selang beberapa waktu Keysa dan Nina datang menghampiri Alda, karena mereka sudah membuat janji untuk menginap di rumah Alda. Aldi juga masih belum beranjak dari tempatnya.
" Lah Aldi, Riki kalian disini juga". Tanya Keysa.
" Iya, lagian kita juga mau balik". Jawab Aldi.
" Oh udah lama nih?".
" Iya".
Keysa pun menatap Alda, ia melihat mata Alda sudah sangat sembab, walaupun ia tak mengetahui apa pun tak peduli untuk nya memarahi Aldi.
" Alda kenapa lo nangis? Ini semua pasti karena Aldi kan?". Sambil menatap Aldi.
" Aku gapapa Key, ini semua bukan salah Aldi ko".
Ia tak mau mendengarkan penjelasan Alda, ia berbalik pada Aldi dengan air muka yang kesal.
" Lo ngelakuin apa sampai buat dia nangis?".
" Gue ga ngelakuin apa-apa".
" Rese banget sih lo, jangan mentang-mentang sekarang lo udah jadi orang terhormat, lo malah nyakitin sahabat gue!".
" Hemm, gue tau lo tulus sahabatan sama Alda, gue minta tolong sama lo tolong jaga dia selama gue gaada disamping dia".
" Maksud lo apa?".
__ADS_1
" Mulai besok gue bakal pergi jauh ke luar negeri, gue percaya sama kalian, kalian pasti bisa buat Alda bahagia, dan jauh lebih bahagia dari pada gue".
" Memang kenapa harus jauh-jauh ke luar negeri? Sementara disini lo udah jadi pemimpin kan?".
" Lo bisa langsung tanya ke Alda".
Keysa menatap Alda, ia mengerti kesedihan nya sekarang rasanya pasti sakit untuk melepas kepergian Aldi esok, ditambah lagi jika ia harus mengatarkan kepergian Aldi untuk kebandara.
Secara tidak sengaja, tanpa se izin dari pemiliknya air mata Alda mengalir begitu saja, sungguh itu membuat dirinya sangat terpukul, mendengar perkataan Aldi yang akan pergi jauh saja membuatnya terpuruk, ditambah lagi jika esok Aldi memang benar pergi meninggalkan dirinya.
Ia berharap ini hanya lah mimpi buruk, dan ia akan terbangun dengan indah nya dunia nyata. Tetapi justru dunia nyata yang ia hadapi nanti tak akan mudah, ia akan mendapatkan kepahitan yang tidak akan pernah ia bayangkan mulai esok.
Aldi menghampiri Alda kembali, mengusap air matanya kembali dan meminta maaf padanya karena telah membuat gadis yang dicintai sampai menangis.
" Aku minta maaf Al, jangan nangis". Sambil mengusap air matanya lalu pergi, karena tak kuasa melihatnya menangis. "Maaf Al aku pamit pulang ya".
Alda tak menjawab, ia terus menunduk sampai Aldi masuk kedalam mobil.
***
" Udah Al jangan nangis, kita ga tega lihat kamu kaya gini". Ucap Keysa menenangkan Alda.
" Gimana aku ga nangis Key, Nin, coba bayangin deh jika kalian udah sayang sama seseorang, tapi orang itu tiba-tiba harus pergi dengan waktu yang cukup lama, apa kalian gaakan terluka?". Ucap nya sambil menangis.
" Iya Al, jangan menyiksa dirimu seperti ini, ayo bangkit. Kita tau Aldi sangat sayang sama kamu, kita bisa liat itu dari perbuatannya pada mu Al, dan aku yakin Aldi adalah orang yang setia, jadi kamu ga perlu kuatir Aldi akan menjauh dari kamu".
Alda tak menjawab, ia ingin mendingin kan fikirannya, saat ini fikirannya sedang kacau dan tak ingin memikirkan hal apapun.
" Al gimana kalo besok kamu kasih sesuatu untuk Aldi, dia pasti gaakan pernah lupa sama kamu".
" Aku harus kasih dia apa?".
" Ayo Al kita jalan-jalan, kita beli sesuatu untuk Aldi sekalian untuk menghibur diri kamu Al".
" Tapi".
Belum selesai Alda berbicara, dirinya sudah ditarik untuk berdiri oleh kedua temannya.
" Ga usah banyak mikir Al, ayo kita pergi. Buat apa kita kesini tapi cuman kamu diemin coba".
__ADS_1
" Hemm yaudah ayo, maafin aku ya teman-teman, kalian kesini malah jadi lihat aku yang cengeng".
" Gapapa ko Al kita ngerti, kamu ga perlu ngerasa kaya gitu Al".
" Makasih temen-temen".
Mereka pun bersiap-siap untuk pergi menuju suatu tempat yang dianggap bisa menghibur Alda agar tidak larut dalam kesedihan, yaitu pasar malam yang jarak nya tidak jauh dari rumah Alda, mereka tak ingin melihat sahabat nya terus memikirkan seseorang yang akan pergi meninggalkannya.
Mereka ingin Alda bisa tertawa walaupun hanya sebentar saja, mereka sangat faham bagaimana rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang selalu melindungi dirinya.
Alda tertawa, sejenak ia melupakan masalah yang sedang ia fikirkan, ternyata usaha teman-teman nya untuk membujuk Alda tidak lah sia-sia.
" Gimana Al sekarang perasaan kamu udah semakin membaik kan?".
" Udah ko, makasih ya, kalian memang teman terbaikku".
" Iya Al sama-sama". Ucapnya berbarengan sambil memeluk Alda.
Saat ini ia merasa bersyukur, sebab memiliki sahabat yang memang bisa mengerti dirinya untuk saat ini, dan semoga untuk selamanya.
" Ayo, Al kamu jadi kan beli barang untuk Aldi?".
" Jadi ko, aku mau beli barang yang gaakan pernah Aldi lupa".
" Apa Al?".
" Ayo, ikut aja".
Mereka pun berjalan memutari pasar malam yang ramai, mencari barang untuk diberikan pada Aldi, tertawa bersama dan merasakan kesedihan bersama, begitulah persahabatan yang mereka jalani, sungguh indah memiliki sahabat yang saling mengerti penderitaan yang dialami oleh sahabatnya.
Aldi memang harus pergi untuk sementara waktu, tetapi tak menutup kemungkinan Alda pun harus menjalani kehidupannya dengan damai dan dengan hati yang damai. Dan ia yakin Aldi pasti akan segera kembali untuk menemuinya.
Berusaha ikhlas bukan lah perkara yang mudah, tetapi itu bisa merubah jati diri nya menjadi lebih baik, ia akan berusaha tegar untuk menjalani hari nya tanpa Aldi, ia akan menunggunya sampai ia kembali, begitu lah komitmen yang tertanam dalam dirinya.
-Selesai😊
Hallo para readers, terimakasih ya sudah mendukung author sampai saat ini, dan terimakasih telah membaca😁
Oh iya tunggu episode selanjutnya yaa, pastii lebih seru loh, jangan lupa untuk terus stay di "Sahabat Rasa Rindu".
__ADS_1
Lalu author mau minta maaf ya karena author jarang sekali untuk Up, dikarenakan author perlu memikirkan ide" yang lebih menarik untuk episode selanjutnya.
Drama airmata dan kebahagiaan akan segera dimulai, dengan karakter yang pasti lebih menarik untuk dibaca. Jangan lupa untuk tunggu terus episode selanjutnya ya, makasih😄😄