Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 77


__ADS_3

Alda dan teman-teman nya sudah sampai di depan gedung apartemen, dengan mempersiapkan kue bolu untuk menjadi kejutan tak terlupan untuk Aldi.


Alda juga tak lupa untuk meminta kerjasama nya pada Riki untuk bisa menutup mulut sampai kejutan yang ia bawa berhasil.


Riki menjemput kedatangan Alda dan kawan-kawan nya ke bawah, tanpa sepengetahuan Aldi. Karena pagi ini ia sedang bersantai menikmati kofie sambil menunggu makanan tiba.


Jika diperkirakan waktu di Negara XX dan Negara nya sangat lah berbeda, jika di Negara nya mungkin kali ini sudah sangat siang dan orang-orang sedang beraktivitas selayak nya manusia normal.


Tetapi berbeda di Negara XX karena sedang musim salju dan masih sangat pagi, angin pun berhembus sangat kencang ditambah dengan salju yang lebat membuat semua orang harus memakai pakaian yang sangat hangat agar bisa menghangatkan tubuh nya.


" Al ayo masuk".


" Aldi gatau kan kalo kita dateng kemari?".


" Tenang aja dia gatau kok".


" Oke makasih banyak Rik".


Alda beserta kawan-kawan nya mengikuti Riki dari belakang, ia tak sabar ingin segera bertemu Aldi, kali ini ia berharap bisa melepas rasa rindu yang selama ini ia rindu kan.


Di depan kamar apartemen milik Aldi jantung nya kini berdegup sangat kencang, karena sudah lama tak bertemu dengan Aldi, ia berharapa acara sederhana yang ia buat ini bisa terlaksana dengan baik.


Ckittt..


Suara pintu terbuka, saat melihat dibalik pintu semua orang terkejut karena kejadian yang tak terduga.


Alda menjatuhkan kue bolu yang dibawa nya, merasa tak percaya saat Aldi sedang berpelukan dengan wanita lain, dengan posisi Aldi sedang merangkul wanita itu dari atas lalu saling bertatapan dengannya.


" Aldi!". Teriak Alda masih berada ditempatnya dengan tatapan nanar.


Aldi menatap ke arah sumber suara, ia melihat Alda lalu menjatuhkan wanita yang tadi bersamanya.


" Alda, tunggu aku bisa jelasin ini semua".


Alda pergi dari tempat mereka berkumpul, merasa kan sesak pada dadanya, dan yang lebih parah nya ia merasa dikhianati oleh seseorang yang selama ini ia rindukan.


Aldi berlari mengejar Alda, tetapi Keysa dan Dalvin menghadang nya dan memaki diri nya.


" Bodoh! Lo bilang bakal terus jaga perasaan Alda. Tapi buktinya lo malah khianatin dia". Teriak Dalvin.


" Ternyata lo pecundang Di, gue ga sangka sama lo".


" Kalo kalian belum tau sama apa yang sebenernya terjadi kalian diem. Gue akan jelasin semuanya setelah gue kejar Alda".


" Lo gausah kejar Alda, biar gue sama Key aja yang kejar Alda".

__ADS_1


Aldi menatap Riki, meminta bantuannya agar bisa mengkondisikan semuanya dengan baik.


" Maaf Vin, Key kasih kesempatan Aldi untuk jelasin semuanya, ini semua pasti cuman salah faham. Nanti gue akan tunjukin rekaman CCTV yang ada di ruangan ini sama kalian".


" Baik lah, lo harus kejar Alda sampai dia mau balik lagi kemari!".


Aldi mengangguk lalu mengejar Alda yang sedang berlari di tengah salju yang berhembus dingin.


Untungnya Alda belum berlari terlalu jauh, hingga ia bisa cepat menemukan sosok gadis yang ia cari ditengah salju yang sedang berjatuhan.


" Al, denger dulu penjelasana aku". Ucapnya sambil meraih lengan Alda.


" Lo gausah jelasin apapun, gue udah liat sama mata kepala gue sendiri". Ucap nya emosi sambil melepaskan genggaman lengan Aldi dengan paksa.


" Liat apa, kejadian barusan?".


" Iya lah, kenapa lo kejar gue? lebih baik lo urus aja cewe lu Di".


" Hahaha, kamu cemburu? Sementara saat ini kamu sedang salah faham dan tak mau mendengar penjelasan ku".


" Kenapa kamu ketawa! ini semua ga lucu. Aku datang jauh hanya untuk kamu, tapi saat aku datang kemari aku lihat kamu sedang bermesraan dengan wanita lain. Apa kamu mengerti perasaan aku saat ini?". Ucap nya menahan tangis.


" Kenapa kau tidak mengabari aku jika kau akan datang kemari?".


" Tidak kau tidak salah, hanya saja aku akan menyiapkan semuanya jika kau akan datang kemari".


" Ya dan seharus nya aku tidak datang kemari agar aku tidak akan merasakan sakit seperti ini".


" Oh iya Al kamu harus denger penjelasan ku, wanita tadi itu anak Bibi pelayan yang ada di apartemen ku, biasanya Bibi yang selalu mengantar makanan setiap pagi, tapi hari ini Bibi sakit, makannya Bibi menyuruh anak nya untuk mengantarkan makan pagi untuk aku dan Riki. Dan saat dia telah selesai meletakan makanan di meja ku, rok nya terinjak dan hendak terjatuh, ya secara otomatis aku harus menolong nya bukan? Dan saat itu kamu datang saat melihat kejadian itu".


" Apa kau punya bukti kuat untuk meyakin kan ku?".


" Tentu ada, pulang dari sini akan aku perlihatkan".


" Baik lah".


" Eitss, mau kemana?".


" Kembali ke apartemen mu kan?".


" Kenapa secepat itu?".


" Aku ingin segera lihat bukti itu".


" Memang kau tidak merindukan ku Al?".

__ADS_1


" Tidak! Untuk apa aku merindukan mu, sementara kau disini saja tidak merindukan ku bukan?".


" Siapa bilang aku tidak merindukan mu?. Aku senang kau kemari dan aku senang akhirnya bisa memeluk mu kembali". Sambil memberi pelukan erat pada gadis dihadapannya.


Hiks, hiks, ini yang selama ini aku rindukan. Aku rindu pelukan mu Aldi, akhirnya aku bisa merasakan ini kembali setelah bertahun-tahun kita berpisah, rasanya aku ingin waktu berhenti untuk sementara agar aku tetap merasakan hangat nya pelukan mu. Alda.


" Kenapa kau memakai jaket seperti ini, apa kau tidak memperkirakan kondisi cuaca disini sampai-sampai kau memakai jaket tipis ini. Apa kau tidak kedinginan?".


" Ya aku belum sempat pergi ke toko pakaian barusan, karena aku ingin segera bertemu dengan mu".


" Dasar bodoh". Sambil mengusap kepala Alda.


" Kenapa?".


" Masuk kedalam jaket ku, ku fikir ini bisa dipakai untuk kita berdua karena jaket ku lumayan besar kan".


" Bagaimana caranya?".


Aldi membuka sleting jaket nya lalu membuka lebar jaket nya agar Alda bisa memakainya bersamaan.


Aldi mengantar Alda untuk pergi menuju salah satu toko pakaian, mencari jaket dan juga perlengkapan musim dingin pengkap.


" Kamu bisa mengambil apapun yang kamu suka disini".


" Maksud kamu?".


" Di musim dingin tak mungkin kau memakai pakaian seperti ini, kau harus membeli pakaian hangat untuk badan mu".


" Apa kamu serius, barang-barang disini sepertinya sangat mahal. Lebih baik kita pergi saja dari tempat ini".


" Kamu tidak perlu kuatir, aku yang akan membayar semuanya".


" Tapi".


" Shutt". Sambil menyentuh bibir Alda dengan telunjuknya agar ia berhenti berbicara.


Aldi memanggil pelayan toko untuk memperlihatkan beberapa pakaian musim dingin yang cocok untuk digunakan oleh Alda kali ini.


-Selesai 😊


Episode selanjutnyaa akan segera dimulai. Tetapi tunggu dulu author untuk memikirkan ide yang lebih menarik lagi yaa, Insya Allah besok atau lusa author pasti akan Up. Terimakasih kepada readers yang sudah mendukung author sampai saat ini.


Salam cinta dari "Sahabat Rasa Rindu". 💑


Dan salam manis juga dari "Alda&Aldi" untuk para readers tercinta❤️❤️.

__ADS_1


__ADS_2