Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 81


__ADS_3

Pagi hari yang masi diselimuti dengan salju, dan udara dingin yang berhembus kencang membuat Alda masih terlelap dalam mimpi indahnya.


Keysa yang sudah terbangun sedari tadi dan sudah menyiapkan makanan segera membangunkan Alda sahabatnya.


" Al bangun dong, ini kan udah pagi".


" Sebentar lagi aja Key, aku masi ngantuk".


" Hei! Ayo bangun terus mandi aku udah siapin sarapan nih Al".


" Kenapa kamu bangun pagi banget sih Key".


" Bukan aku yang bangun terlalu pagi, tapi kamu yang bangun terlalu siang Al".


" 5 menit lagi aja ya".


" Sekarang ayo bangun Al". Sambil menarik lengan Alda agar segera berdiri dari tempat nya. "Ini handuk nya sekarang kamu segera pergi ke kamar mandi ya".


" Iya iya bawel".


Alda pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya dan bersiap menuju meja makan.


***


" Alda lo lama banget sih, ayo cepet dong kita udah laper nih". Teriak Keysa dari ruang makan.


" Iya Key sebentar lagi selesai ko".


Semua orang yang berada diruangan masih tetap menunggu Alda, kali ini entah mengapa Alda begitu lama didalam kamarnya seperti sedang mempersiapkan sesuatu yang sepesial.


Alda keluar dari kamar nya, membuat semua orang terpukau dengan style yang digunakan oleh dirinya. Dengan pakaian yang dibelikan oleh Aldi semalam membuat nya tampil begitu mempesona.


" Waw mau kemana kamu Al?". Tanya Dalvin.


" Hemm aku hanya mencoba pakaian yang dibelikan Aldi semalam. Bagaimana penampilan ku?".


" Kau sangat cantik Al, sungguh".


" Terimakasih". Ucapnya tersipu malu.


Aldi yang sedari tadi hanya memperhatikannya, tiba-tiba berdiri dan mengajak Alda untuk duduk di samping nya.


" Mari Tuan Putri". Ujarnya sambil menarik lengan Alda.


" Ihh apaan sih Aldi".


" Haha ayo duduk, memang kamu tidak akan duduk sayang?".


" Sayang?". Teriak Keysa.


" Apa kalian sudah". Ucap Dalvin belum selesai.


" Ya kita sudah resmi berpacaran sekarang". Ucap Aldi sambil merangkul gadis disamping nya.


" Hah, kenapa kamu ga cerita Al?". Ucap Keysa.


" Giamana aku bisa cerita Key, semalem kamu tau sendiri kan aku tidur".

__ADS_1


" Oh iya setelah ini kamu harus ceritakan semuanya ya".


" Hemm".


Diatas meja makan mereka menikmati santapan sarapan pagi dengan khidmat, dengan fikiran ataupun pertanyaan dalam fikiran mereka masing-masing.


Jadi udah gaada harapan lagi Al, untuk aku bisa milikin kamu? Tapi aku ikhlas Al demi kebahagiaan mu. Dalvin.


Didalam kehenengin tiba-tiba seseorang membuka pintu dan berteriak memanggil Aldi. Seperti anak kecil yang merengek ingin bertemu dengan ayah nya.


" Ka Aldi, aku rindu". Teriak seorang gadis sambil menuju ruang makan.


" Clarisa kau kemari?".


" Iya Kak, aku merindukan mu". Sambil memeluk Aldi.


" Aku juga sangat merindukan mu, sejak kapan kau datang kenapa tidak mengabari ku?".


" Baru saja aku sampai Kak".


" Yasudah ayo makan, kau pasti lapar kan?".


" Aku ingin kau menyuapi ku Kak". Rengek nya seperti anak kecil.


Alda yang melihatnya terlihat seperti tidak menyukainya. Banyak pertanyaan dalam benak nya tentang gadis yang baru saja datang.


Siapa dia, "Kak" apa mereka kaka beradik? Tapi kenapa Aldi tidak pernah mengatakan tentang hal ini pada ku. Alda.


" Temen-temen kenalin ini Adik Angkat ku Clarisa. Risa ayo kenalin mereka teman-teman Kaka".


" Hai semua, aku Clarisa kebetulan kuliah ku di Negara XX sedang libur akhir semester. Jadi aku datang kemari untuk menemui Kaka ku".


" Hai Risa senang bisa bertemu dengan mu". Ucap Alda sambil tersenyum tulus.


" Hallo ka, aku juga senang bisa bertemu dengan mu".


" Nah Ris kenalin ini Alda, calon istri kaka. Bagaimana menurut mu dia sangat cantik kan?".


" Hemm iya Kak dia cantik, kalian sangat serasi".


" Itu lah sebabnya Kaka sangat menyukainya, karena kecantikan yang terpancar dari hati nya".


" Kau sangat beruntung Kak".


Aldi memperkenalkan seluruh teman-temannya kepada Clarisa agar dia bisa mengenali teman-teman masa sekolahnya.


" Baik lah apa sudah cukup Kak, bagaimana aku bisa makan sekarang?".


" Baik lah silahkan duduk adik ku yang cantik".


" Terimakasih Kaka ku yang super tampan".


Clarisa memanggil Bibi pelayan untuk meminta kursi agar dirinya bisa duduk bersebelahan dengan Aldi.


" Kak, apa kau tidak ingin menyuapi ku?".


" Masi saja kau manja". Ucapnya sambil mengusap kepala Clarisa.

__ADS_1


" Aku hanya manja kepadamu saja kak".


" Baik lah sini aku suapi, tapi setelahnya kau makan sendiri ya?".


" Baik lah, tapi bagaimana jika kita saling menyuapi saja kak?! ".


" Tidak. Aku bisa makan sendiri".


" Kenapa, kau berubah sekarang".


" Bukan begitu, kau bukan anak kecil lagi sekarang. Dan juga ada hati yang perlu aku jaga saat ini". Sambil menatap Alda yang melihatnya kesal.


" Yasudah terserah kau saja".


" Kau jangan marah, baik lah sekali ya".


" Iya".


Alda berdiri dari tempat nya duduk. Untuk segera menuju kamarnya karena melihat kemesraan adik kaka yang tidak sekandung layak nya seperti sepasang kekasih.


" Loh Al mau kemana?". Tanya Keysa.


" Aku pergi ke kamar Key, sepertinya badan ku kurang sehat".


" Aku anter ya". Tawar Keysa.


" Gaperlu Key, kamu lanjut aja makan".


Aldi yang sedang duduk bersama dengan Clarisa pun segera menghampiri Alda yang sedang berjalan menuju kedalam kamarnya.


" Sayang kamu kenapa sih?".


" Gapapa, silahkan lanjut kan urusan mu dengan Clarisa".


" Maksud mu?". Ujar Aldi bingung. "Apa kamu sedang cemburu? Ayo lah sayang dia hanya adik ku".


" Tapi dia bukan Adik kandung mu kan?".


" Lalu kenapa? Aku sudah menganggap nya seperti adikku sendiri sayang".


" Terserah kau. Kau bisa jelaskan nanti setelah mood ku sudah membaik".


" Tapi Al, tolong dengar dulu penjelasan ku".


" Aku akan mendengarnya nanti". Sambil membuka pintu kamar nya.


" Tapi Al".


Alda masuk kedalam kamarnya, lalu mengunci pintu kamar nya agar Aldi tidak bisa membuka pintu.


Apa aku salah berbuat seperti ini?, kenapa rasanya aku tak ingin kau dekat bersama wanita lain selain ku. Aku tau dia hanya adik angkat mu, tapi apa memang harus sampai seperti itu?. Alda.


Ada apa dengan nya, apa dia marah pada ku. Kenapa dia marah padahal Clarisa kan adik ku. Aku ingin Alda bisa berteman juga dengan Clarisa karena aku menyayangi mereka berdua, aku hanya ingin mereka bisa saling akrab layak nya saudara, karena Alda sebentar lagi akan menjadi Istriku. Aldi.


Yang pergi akan tetap pergi, walaupun kau telah menjaganya dengan begitu kuat tetapi itu tergantung dengan bagaimana kau menyikapinya. Dan yang datang pasti akan selalu datang, walaupun kita sangat tidak menginginkan kedatangannya dalam kehidupan kita, apalagi sampai merusak kebahagiaan kita.


-Selesai 😊

__ADS_1


__ADS_2