
Riki yang paham dengan tatapan aldi padanya langsung menyuruh wanita itu pergi dari pandangan aldi.
" Ada apa dengan kau nona!! mengapa kau mempermalukan dirimu sendiri didepan banyak orang? lebih baik kau menjauh dari hadapan kami". Teriak riki pada wanita itu dengan sedikit menaikan nada bicaranya.
" Mengapa kau mengusirku, padahal aku hanya ingin memiliki nomor ponsel kalian, apakah aku salah?!". Balas wanita itu yang tak lain adalah sista wanita yang dikenal selalu mengincar para lelaki tampan disekolah.
" Kau tidak salah, hanya saja caramu yang salah, kau membuat kami merasa jijik dengan tingkah mu itu". Tambah aldi dingin
" Tapi aku sangat menyukai dirimu aldi". Ucap sista sambil memegangi tangan aldi kembali
Aldi memandangnya dengan tatapan sinis lalu melepaskan dengan kasar tangan sista yang memegangi tangannya, sontak membuat setiap orang yang melihatnya tercengang.
Alda yang melihat banyak orang yang sedang berkerumun didepan taman langsung menghampiri dan berniat untuk membubarkan kerumunan orang yang sedang berada disana.
Dari belakang alda menyuruh dengan tegas orang-orang yang sedang berkerumun itu untuk pergi kelapangan karena acara akan segera dimulai.
Sekelompok orang yang sedang berkerumun itu mendengar perintah alda untuk menuju ke lapangan, saat mereka telah bubar alda kaget karena ia melihat aldi, riki, dan juga sista.
Alda langsung menghampiri ke arah mereka untuk membubarkan, walaupun alda sangat penasaran mengapa mereka jadi bahan kerumunan orang-orang.
Sista masih saja terus memaksa aldi agar ia mau memberikan nomor ponsel padanya.
Tetapi aldi bersikeras tidak memberikan nomor ponselnya karena ia tidak ingin memberikannya kepada sembarang orang.
" Aldii ayolah aku hanya ingin minta nomor ponsel mu agar kita bisa semakin dekat". Sorak sista memaksa aldi agar memberikannya
Aldi tidak menjawab dan ia menatap alda yang sedang berjalan menghampirinya.
Alda tiba dihadapan mereka menyuruh untuk aldi dan riki segera menuju ruang ekskul 1 untuk bersiap-siap.
" Kalian kenapa masi disini, ayo cepet keruangan kalian harus bersiap-siap sekarang". Ucap alda kepada dua sejoli yang dipandang tidak suka oleh sista "kau cepat kelapangan karena acara akan segera dimulai". Ucap alda pada sista tegas
Aldi tiba-tiba saja mengenggam tangan alda, lalu pergi diikuti dengan riki dari belakang meninggalkan sista.
Sista yang melihat aldi menggenggam tangan alda semakin geram.
__ADS_1
" Awas saja kau alda aku tidak akan tinggal diam seperti ini!!". Gerutu sista dalam hatinya sambil memandang aldi yang berjalan menggenggam tangan alda.
Alda heran mengapa aldi tiba-tiba saja menggenggam tangannya, sontak alda pun melepaskan genggaman aldi.
" Hey katakan kenapa kau menggenggam tanganku?!". Ucap alda sambil memegang pinganggang dikanan dan kirinya.
" Maaf al gue cuman ingin ngasih pelajaran ke cewe barusan". Ucap aldi
" Hmmm, dengan cara genggam tanganku gitu?! ". Ujar alda heran
" Iya, kalo ga gitu dia gaakan nyerah, untung lo datang barusan al". Ucap aldi merasa terselamatkan.
" Hahaha jangan lupa lo harus berhutang budi ya". Tawa alda lalu mengernyitkan dahinya. "Udah sana cepet masuk ruangan bentar lagi kalian tampil". Ucap alda kembali
" Oke siap, yaudah gue sama riki pergi duluan ya". Ucap aldi sambil melangkah
Alda pun mempersiapkan kegiatan yang lain, lalu diperintah ibu kepala sekolah untuk menyambut para tamu yang akan datang.
" Aldaa kemari nak". Teriak ibu kepala sekolah memanggil alda. " bentar lagi para tamu akan datang, kamu jangan lupa nanti sambut para tamu ya dengan panitia yang lain". Ucap ibu kepala sekolah
Setelah alda memberitahu kepada seluruh panitia, mereka pun langsung bersiap-siap untuk menyambut para tamu didepan gerbang sekolah.
Tak lama para tamu pun datang dan disambut senyuman hangat dari seluruh panitia.
Para tamu masuk kelapangan dan sudah disambut oleh beberapa ekskul yang ada di sekolah, terutama diatas panggung sudah terdapat beberapa mc dari ekskul bahasa asing.
Para tamu duduk dikursi yang telah disediakan, lalu menyaksikan seluruh acara persembahan dari sekolah.
Tak lama setelah alda masuk kedalam sekolah, ia terkejut karena ekskul 1 sudah berada diatas panggung untuk memulai penampilannya, penampilan mereka seperti band tetapi lebih tepatnya menyanyi dalam bahasa asing. Dibantu dengan peralatan yang telah mereka siapkan dari kemarin.
Alda melihat dan memperhatikan teman-temannya dari bawah panggung, alda tidak menyangka bahwa penampilannya akan sekeren ini dibandingkan dengan latihan kemaren, ternyata alda baru menyadari bahwa teman-temannya itu memang sangat berbakat.
Disekitaran alda berdiri ia mendengar banyak orang yang mebicarakan tentang ketampanan teman-temannya yang berada diekskul 1.
Mereka sangat terpukau dengan penampilan ekskulnya terutama pada aldi, riki, dan dalvin. Entah mengapa rasanya alda begitu bangga sekaligus risih mendengar teman-temannya dipuji terus menerus.
__ADS_1
Ekskul 1 pun selesai memberikan penampilannya, lalu diberikan tepuk tangan yang sangat meriah dari penonton yang menyaksikan.
Alda merasa senang karena teman-temannya dapat memberikan penampilan terbaik.
" Sungguh mereka memang bisa diandalkan". Gumam alda dalam hati
Tak lama setelah mereka turun dari panggung, alda langsung menghampiri teman-temannya diruangan.
Teman-teman nya menyambut alda yang masuk keruangan dengan senang.
" Al gimana barusan penampilan kita, udah bagus belum?!". Tanya dalvin menghampiri alda
" Bagus banget. Pokonya aku suka sama penampilan kalian semuaa". Jawab alda sambil memberikan dua jempol pada dalvin dan juga teman-teman yang berada didalam ruangan.
" Uwu makasih alda". Ucap dalvin bangga
" Yaudah al aku pergi ketemen-temen yang lain ya, Kamu mau ikut ga?!". Ucap dalvin lembut, ya walaupun dalvin memang bersahabat dengan alda tetapi dalvin lebih sering menghabiskan waktunya bersama dengan teman-teman yang lain.
Sementara itu dalvin sangat berbeda dengan aldi, jika aldi adalah tipe orang yang selalu malas untuk berkumpul dengan banyak orang, apalagi jika didalamnya banyak wanita yang mengincar dirinya, aldi hanya mau berkumpul itupun karena ajakan alda.
" Maaf vin tapi kayanya aku langsung pergi aja ya, soalnya banyak kegiatan yang harus aku urus, salamin sama temen-temen ya". Ucap alda pada dalvin
Alda pun pergi keluar untuk melanjutkan kegiatannya, tetapi alda merasa bahwa dirinya sangat lemas karena ia tidak sempat sarapan pagi. Bahkan ia tak sempat bekal nasi, karena terburu-buru ia juga tidak membawa uang jajan.
" Arghh sial! kenapa bisa aku lupa untuk bawa uang jajan". Umpat alda dalam hati sambil menepuk dahinya
Alda kembali kelapangan walaupun ia sangat lemas dan kurang berkonsentrasi karena lapar, tetapi ia harus bersikap profesional saat dilapangan, dia tidak boleh memperlihatkan bahwa dirinya sedang sangat lemas.
.
.
-Selesai😊
Mohon maaf kalo masih banyak kata-kata yang kurang,, author tunggu kritik dan sarannya yaa 😊
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan VOTE ya biar author tetep semangat buat update😄