Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 50


__ADS_3

Didalam mobil, seketika suasana menjadi hening, karena Alda tertidur pulas disamping Aldi. Sambil menggenggam lengan sebeleh kiri, dan menyenderkan kepala nya dibahu kiri Aldi.


Ibu tak ikut kedalam mobil, karena ia bersama anak nya Riko menaiki motor, sambil mengurus beberapa obat yang harus diambil.


" Tuan Muda". Sambil menyodorkan Hp miliknya pada Aldi.


Ia mendapatkan beberapa pesan watshap dari Papa nya melalui Riki. Yang isinya.


" Riki, tolong sampaikan pada Aldi, setelah pulang dari rumah sakit, saya tunggu kalian secepat nya dikantor".


" Arghh! Memang mau apa lagi sih Papa".


" Saya tidak tahu Tuan, tetapi sepertinya ini sangat penting".


" Ya, bilang sama Papa, setelah anterin Alda pulang, gue langsung ke kantor".


" Baik Tuan".


Riki pun melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Setelah beberapa lama dalam perjalanan akibat lalu lintas yang macet, akhirnya mereka pun sampai. Didepan rumah sudah ada Ibu dan Riko yang menunggu kedatangan Alda.


Mereka pun turun dari mobil, lalu masuk kedalam rumah, sambil membantu membawakan beberapa peralatan. Alda duduk di sofa dan menyenderkan kepalanya.


" Huh, akhirnya sampai juga ya dirumah, aku beneran rindu rumah loh Bu". Ucap Alda, sambil duduk diatas sofa.


" Iya Nak, Ibu tau itu". Sambil tersenyum.


Setelah dianggap suasana sudah pas untuk Aldi berpamitan, akhirnya ia berpamitan pulang pada Ibu. Tetapi itu membuat Alda aneh, rasanya ia ingin Aldi berada terus disamping nya.


" Bu, saya mau pamit pulang ya". Sambil mencium punggung tangan Ibu.


Sebelum Ibu menjawab, Alda sudah terlebih dahulu berbicara, karena merasa Ibu akan membolehkan Aldi untuk pulang.


" Kenapa harus pulang sekarang, memang kamu gabisa lebih lama disini?". Padahal aku ingin kamu masih disini Di, kamu tetep disamping aku sekarang.

__ADS_1


" Engga bisa Al, aku harus pulang. Maaf".


" Yaudah sana pulang, hati-hati dijalan". Sambil melambaikan tangannya tetapi tanpa melihat orang nya.


Apa aku terlalu egois, sampai aku ingin Aldi masih temenin aku disini, walaupun cuman sebentar. Tapi entah lah rasanya aku gamau Aldi pergi sekarang, hiks, hiks. Alda.


" Jangan ngambek dong Al, aku gabisa pulang kalo kamu kaya gini".


" Bukannya kamu mau pulang kan, yaudah sana pulang".


" Kamu masih pengen aku temenin kamu?".


Alda tak menjawab, tetapi benar dalam hatinya ia ingin sekali Aldi tetap menemaninya.


" Tapi maaf Al untuk saat ini aku belum bisa, karena aku harus pergi ke kantor Papa, ada tugas yang harus ku urus Al".


" Oh gitu, yaudah Di hati-hati dijalan ya". Meskipun dirasa sangat berat.


Alda pun tersenyum, tetapi terlihat seperti tak seirama dengan hatinya, jelas itu terlihat karena senyuman Alda sangat terpaksa, tidak seceria seperti biasanya.


" Anak baik, yaudah aku pergi ya". Sambil mengusap dagu Alda.


Aldi pun beranjak pergi, walaupun masih sangat ingin menamani Alda dirumah nya. Tetapi kali ini ia tak bisa, sebab perintah Papa nya harus segera ia laksanakan.


" Bu, saya pamit". Sambil menganggukan kepalanya pada Ibu dan Kak Riko.


" Iya Nak hati-hati".


Aldi sudah berada didepan pintu, lalu melihat sebentar kebelakang menatap Alda, akhirnya ia pun pergi. Sementara Alda, ia berharap Aldi akan balik lagi kemari, tetapi itu tak mungkin karena Aldi adalah orang yang sangat patuh terhadap apapun perintah Papa nya.


Alda beralih menatap Kak Riko yang masih berdiri, lalu menagih janji Kak Riko yang akan menceritakan Aldi.


" Kak Riko, bukannya Kaka mau ceritain tentang Aldi kan?".

__ADS_1


" Ah iya, Kaka baru ingat".


" Jadi kenapa Kaka bisa hormat gitu sama Aldi, padahal Aldi kan cuman temen Alda".


" Jadi gini De, Aldi itu bukan orang sembarangan, dia itu adalah orang berpengaruh No. 2 di kantor Papa nya. Kantor Kaka juga pernah mewawancarai kantor orang no 1 di negara kita, yaitu kantor militer milik Jendral yang sangat di segani oleh orang banyak, yaitu Tuan Ardiantara. Kamu tau jika kita punya sedikit saja kesalahan pada Tuan Ardiantara, anak nya lah Aldi bersama teman nya Riki yang akan bertindak, dan menuntaskan semuanya sampai selesai, mereka tak akan segan-segan memukuli orang itu sampai babak belur sekalipun, walaupun memang banyak sekali orang yang ingin bekerja disana, karena gaji nya yang menjanjikan, tapi jangan pernah berbuat sedikit pun kesalahan disana, karena mebuat sedikit kesalahan saja mereka tak akan segan-segan untuk memecat karyawannya dan jika karyawannya sudah dipecat maka mereka akan diasingkan dan tidak bisa lagi bekerja dimanapun".


" Kenapa kejam seperti itu Kak, tapi Aldi gapernah bersikap kaya gitu kok ke Alda, bahkan Tuan Ardiantara juga baik sama Alda".


" Nah, karena kamu sangat beruntung dek. Kamu di sayangi oleh seorang Tuan Aldi, karena Tuan Aldi tak akan mampu menyakiti hati orang yang sudah sangat ia sayangi. Bahkan dia akan melakukan segala cara, agar orang yang ia lindungi selalu aman dalam lindungannya".


" Kenapa Kaka sepertinya sangat tahu tentang Aldi?".


" Itu sudah banyak beradar ko dek, dikalang kelas atas sekalipun itu sudah sangat beredar, bahwa rumor nya Aldi memang seperti itu, contoh nya perlakuan Aldi pada keluarganya, dan termasuk pada Papa nya. Aldi akan selalu menjaga orang-orang yang memang seharus nya ia lindungi". Ucap nya. "Aldi juga memang dikenal sangat kejam jika menyangkut persoalan Kantor dan Papa nya, walaupun bisa dibilang usia nya belum cukup matang, karena ia masi bersekolah, tetapi ia sudah sangat memiliki kekuasaan diatas segala nya dek, makannya kamu juga perlu berhati-hati dengan Aldi".


" Ternyata perbedaan Alda sama Aldi itu seperti langit dan bumi ya Kak, apa Aldi pantes Kak buat lindungin Alda yang memang dari kalangan biasa seperti ini".


" Kaka tidak tau dek, tapi yang jelas jika Tuan Aldi sudah berbicara sesuatu, ia akan tetap pada komitmen nya dek, begitu yang Kaka tau".


" Apa Alda pantes ya temenan sama Aldi?".


" Jika Tuan Aldi menerima kamu, berarti Tuan Aldi tidak memandang kamu dari kalangan manapun dek, tetapi memang benar, kamu juga perlu berhati-hati karena Tuan Aldi bukan orang yang sembarangan. Makannya banyak sekali orang yang hormat padanya".


" Kaka bener".


" Udah, kamu harus percaya sama Tuan Aldi. Dan kamu adalah orang yang sangat beruntung karena bisa berteman dekat dengannya".


" Iya Kak".


Tapi aku harus bicara sama Aldi, aku gamau Aldi ninggalin aku, karena aku memang berasal dari keluarga sederhana, tapi Aldi udah tau itu kan, toh Aldi pun ga tinggalin aku sampai sekarang. Tapi perbedaan ku sama Aldi memang sangat jauh, apa aku pantes tetap bersahabat dengan Aldi, hemm tapi aku ga boleh nyerah buat perjuangin persahabatan ku dengannya, karena kita sudah sama-sama untuk saling berkomitmen, dan aku gaakan nyerah Di. Alda.


Menyerah itu hanya untuk orang-orang yang yang putus asa, aku bukan orang yang lemah lalu putus asa, itu sebabnya aku harus bangkit walaupun aku terpuruk sekalipun. Aku tau bumi tak akan mudah menggapai langit, tapi memiliki sebuah impian adalah tujuan yang harus kita raih. Bukan untuk bersaing tapi lebih tepatnya untuk menjadi potensi hidup kita dimasa mendatang. Alda.


-Selesai😊

__ADS_1


__ADS_2