Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 72


__ADS_3

Keysa sedang menunggu angkutan umum, ia berlari menjauh dari posisi Dalvin dan Alda. Tetapi ia sendiri bingung mengapa perasaannya menjadi seperti ini, seperti tak suka ketika Dalvin bermesraan dengan wanita lain.


Seketika Dalvin mengejar dan menarik lengannya dari belakang, tetapi Keysa justru berusaha untuk melepaskan genggaman Dalvin padanya.


Dalvin justru tidak melepaskan genggamannya pada Keysa, ia bahkan meminta waktu sebentar untuk menjelaskan kesalah pahaman yang telah terjadi.


" Lo kenapa jadi kaya gini sih Key?".


" Menurut lo kenapa?".


" Jangan munafik lo, gue gasuka sama pembohong kaya lu Vin".


" Oke gue udah denger dari Alda, lo salah faham dan gue akan jelasin semuanya". Ucap nya tegas.


" Halah, buat apa juga lo jelasin Vin?".


" Ikut gue sebentar".


Dalvin pun menarik lengan Keysa untuk mengikutinya, tanpa sadar Keysa pun tak bisa menolak, karena Dalvin sudah mengajak nya.


" Apa, lo mau jelasin apa Vin!!".


" (Dalvin menjelaskan semua yang terjadi)".


" Jadi lo beneran punya sodara kembar?".


" Iya Key, kalo lo ga percaya kita bisa ke rumah sekarang".


" Hemm ayo, tapi kalo lo sampai ketahuan bohong, gue gakan maafin lo".


" Hemm terserah lu Key".


***


Saat Keysa tiba di rumah Davin, ia sungguh tak percaya karena memang benar ternyata Dalvin memiliki saudara kembar yang sangat mirip dengannya.


Saudara kembar Dalvin sedang duduk bersama dengan seorang wanita yang ia temui tadi siang, yang ia kira itu adalah Dalvin.


" Kak Ayo kemari gue mau kenalin pacar gue sama lu, dia cantik kan?". Tanya Dalvan sodara kembar Dalvin.


" Iya gue tahu lo emang enggak pernah salah dalam memilih pasangan Van". Balas Davin.


" Ahhh bisa aja lu, oh iya btw pacar lu juga cantik loh".


Keysa dan Dalvin seketika saling berpandangan, seperti tak terima dengan perkataan Dalvan padanya.


" Apaan sih lu".


" Benerkan dia itu pacar lu?".

__ADS_1


" Hemm". Ucap Dalvin singkat karena malas menanggapi.


Dalvin menarik lengan Keysa untuk mengajak nya keluar rumah, karena suasana didalam rumah sudah tak asik lagi baginya.


" Hei, lu kenapa sih? Lu sendiri kan yang ajak gue kemari, terus sekarang kenapa lo ajak gue keluar rumah?".


" Lo mau pulang, atau mau pergi jalan-jalan?". Ucapnya mengalihkan pembicaraan.


" Maksud lo?".


" Gue mau pergi keluar apa lo mau ikut?".


" Kemana?".


" Jalan-jalan aja ke luar".


" Baru juga sampai rumah lo, terus kita langsung pergi gitu? Gaasik banget hidup lu".


" Yaudah terserah, kalo lo mau ikut ayo, dan enggga juga gaapa kok".


" Yah gue ikut lah, gimana sih lo yang punya rumah dan lo juga yang tinggalin gue disini gitu?".


" Yaudah ayo buruan Key".


Keysa mengikuti Dalvin dari belakang, tanpa tahu akan dibawa kemana dirinya. Tetapi yang jelas ia hanya mengikuti nya agar nanti ada yang mengantarkannya pulang ke rumah.


" Emang mau kemana sih?".


" Gue lagi patah hati Key".


" Kenapa?".


" Ntar gue cerita kalo udah sampai".


" Oke, tumben banget lo mau cerita".


" Nah kan karena gue jarang cerita, jadi sekarang gue mau cerita sama lo".


Keysa hanya menganggukan kepalanya, lalu naik ke atas motor Dalvin.


Di dalam perjalanan, mereka tak banyak berbincang karena tak tau harus memulai pembicaraan dari mana.


Sesampainya di tempat yang sudah di tuju tepat nya di taman kota XX, mereka mencari tempat duduk yang bisa membuat mereka nyaman untuk bisa mengobrol dengan santay.


" Hemm Key, apa lo masih marah sama gue?".


" Kalo gue masih marah sama lo, gue gaakan mau dateng kesini bareng lo".


" Jadi lo udah maafin gue kan?".

__ADS_1


" Udah ko, btw gue minta maaf ya karena kesalah pahaman gue semuanya jadi runyam, sampai-sampai gue hampir hancurin persahabatan kita bertiga".


" Ga apa-apa ko Key, tapi gue masih ga ngerti kenapa lo bisa sampai semarah itu?".


" Hemm i, itu karena yang gue tau lo hanya suka sama Alda kan? Tapi ternyata gue dua kali lihat lo sama cewek yang berbeda".


" Tapi kenapa bisa sampai semarah itu Key?".


" Hemm gue gatau Vin, gue juga bingung kenapa bisa seperti itu".


" Oke ga masalah, oh ia ngomong-ngomong tentang Alda barusan gue udah nyatain perasaan gue buat yang kesekian kalinya ke dia".


" Oh terus dia terima?".


" Dia tolak gue Key, kayanya udah gaada lagi kesempatan buat gue dapetin dia, karena sampai sekarang pun dia maaih tetap setia nunggu Aldi".


" Gue ngerti ko perasaan lo, tapi gue juga paham perasaan Alda, begitu banyak pengorbanan mereka berdua untuk mempertahankan persahabatan mereka sampai akhir nya mereka bisa saling jatuh cinta".


" Maksud lo?".


" Kalo lo tau, perjuangan Aldi itu sangat luar biasa buat dapetin hati Alda, Aldi bukan hanya sebagai sahabat untuk Alda, tetapi ia juga adalah sosok pelindung untuk nya, bahkan saat Alda mengalami masa-masa sulit nya, orang yang pertama kali akan selalu ada pasti Aldi. Makannya dia ga bisa untuk ngelupain Aldi gitu aja".


" Apa lo tau pengorbanan terbesar apa yang udah Aldi kasih buat Alda?".


" Banyak banget Vin. Apa lo inget waktu Alda jatuh dari jurang, dan saat Alda di culik, Lo fikir siapa yang tahu lebih dulu dan siapa yang cari tahu lebih dulu?".


" Iya lo bener, Aldi memang selalu ada buat Alda. Pantes aja sampai saat ini pun Alda ga bisa merima perasaan gue".


" Karena Alda sudah mencintai Aldi Vin, gue berdoa semoga lo cepat mendapatkan orang yang tepat dan jauh lebih baik dari Alda Vin". Sambil menepuk pundak Dalvin.


" Iya Key, gue akan lakuin semuanya seperti biasa, tanpa ada nya rasa sedikitpun melainkan sebatas sahabat pada Alda. Mulai sekarang gue bakal move on Key".


" Bagus lah, maaf Vin gue bicara seperti ini cuman ingin buat lo sadar, bahwa rasa yang saat ini lo simpan untuk Alda, justru akan jauh lebih menyakiti perasaan mu untuk kedepannya".


" Iya gue paham, cinta gue gaakan pernah terbalaskan, itu sebab nya gue lebih baik mundur".


" Tapi kalo lo mau bertahan, mungkin aja Alda bisa faham dengan perasaan lu, dan dia bisa berubah dengan sendirinya".


" Mulai sekarang gue gaakan mengharapkan seseorang yang sama sekali tidak mencintai gue Key".


" Semoga lo akan segera mendapatkan yang terbaik dari Alda Vin".


" Aamiin, gue yakin gue akan segera Move on Key".


Perasaan Dalvin yang selama ini tersimpan untuk Alda kini akan segera sirna, sebab ia akan meng ikhlaskan seluruh kebahagian sahabat nya, Alda memang telah menyakiti hati Dalvin, tetapi mau bagaimana pun Dalvin tak bisa memaksakan kehendak nya pada Alda.


Memendam perasaan memang sungguh menyakitkan. Tetapi yang jauh lebih menyakit kan, ketika aku tahu bahwa perasaan ku tak akan pernah terbalaskan oleh cinta yang aku berikan padamu, walaupun seluas samudra sekalipun, karena hatimu hanya akan menetap pada satu nama. Dalvin.


-Selesai😊

__ADS_1


__ADS_2