Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 86


__ADS_3

Di pagi hari suasana yang sunyi berubah menjadi drama yang panas. Melihat tingkah Clarisa yang berusaha mencari perhatian Kaka nya yang ia kira sudah tidak memperdulikan nya lagi.


" Kaka pagi ini aku akan pergi. Aku sudah memesan tiket pesawat pagi ini, sudah lah kau tidak usah mencari ku lagi Ka". Sambil membawa koper ditangannya.


" Kemari lah".


" Apa!".


" Apa kau yakin akan pergi sekarang?".


" Yakin. Karna kau sudah tidak memperdulikan ku bukan? Aku membencimu Kak".


" Jika kau pergi, aku akan benar-benar tidak menganggap mu sebagai Adik ku, apa kau mau hal itu terjadi?".


" Apa Kak? Bahkan kau tega berkata seperti itu?".


" Kenapa tidak! mestinya kau sadar. Kau bukan anak kecil yang mesti aku turuti setiap saat. Kau sudah dewasa sekarang".


" Aku hanya ingin kau memperhatikan ku Ka. Aku tidak ingin ada orang lain yang mengganti kan posisi ku, apa aku salah?".


" Tentu saja kau salah, kau bukan lagi Adik ku yang penurut sekarang".


" Ka, aku datang jauh hanya ingin mendapat perhatian dari mu. Tapi sifat mu malah seperti ini pada ku".


" Seharus nya kau tahu batasan mu".


" Batasan apa Ka?".


' Batasan mu hanya Adik angkat, bukan Adik kandung seperti Fahri Nona!". Teriak Riki yang berada tak jauh dari posisi Aldi berdiri.


" Kau tidak usah ikut campur! Ini urusan ku dengan Kaka ku".


" Maaf Nona saya rasa, saya bisa saja ikut campur untuk masalah ketenangan Tuan Aldi. Dan anda telah menganggu kenyamanannya sekarang, apa ada hal yang ingin anda sampaikan kembali sebelum kami pergi bekerja?".


" Kenapa kau sangat berkuasa atas kehidupan Kak Aldi hah?".


" Maaf Nona saya tidak memiliki kuasa atas hal itu. Tuan Aldi bebas menentukan hidupnya, tetapi tugas saya saat ini hanyalah untuk menjaga dan melindunginya dari hal apapun. Termasuk saat Tuan Aldi merasa tidak nyaman sekalipun".


" Jadi maksud mu aku membuat Kaka ku tidak nyaman?".


" Jika anda menyadari mungkin memang benar". Dengan nada santai Riki.


" Wah wah! Kau memang pandai berbicara ya. Aku tahu sejak dulu kau memang tidak pernah menyukai ku bukan?. Dan Kaka kenapa tidak pernah membelaku saat Riki menyakiti perasaan ku?". Teriak nya kesal.


" Nona apakah anda ingat kejadian 9 tahun lalu?".


" Kejadian apa yang harus aku ingat?".


Riki menceritakan kejadian saat 9 tahun lalu, saat Clarisa berusaha mencelakai orang-orang terdekat Aldi. Menurut Riki seharus nya ia malu untuk kembali dan menampakkan wajahnya di depan Aldi.


FLASHBACK ON


Saat itu keadaan di rumah sedang sepi, hanya ada Clarisa sendiri. Mama pergi bertemu teman-teman nya untuk acara arisan, Papa yang sibuk bekerja dan Fahri yang hobi nya sibuk bermain game bersama teman-teman nya di luar rumah.

__ADS_1


Saat itu Aldi membawa Delima ke rumah, ditemani oleh Riki dibelakang nya. Clarisa yang sedang duduk, menonton TV di sofa segera menghampiri dan memberi pelukan pada Aldi.


" Kaka kau kemana saja, aku bosan Kak. Ayo kita pergi untuk menikmati udara di sore hari". Sambil menatap lengan Aldi yang dirangkul Delima.


" Tapi Ris, Kaka sedang bersama Kak Delima sekarang. Besok saja ya kita pergi".


" Aku ingin sekarang Kak, bagaimana jika kau juga mengajak Kak delima?".


" Tidak!".


" Ayolah Kak".


" Baik lah, Riki dan Delima juga akan ikut".


" Yee terimakasih Kaka. Baik lah aku akan bersiap sekarang".


Di taman kota suasana yang begitu ramai dipenuhi dengan tawa para pengunjung yang datang.


Clarisa yang bertingkah seperti anak kecil yang manja, membuat Aldi mau tak mau harus mengikuti apapun yang ia inginkan. Karena ia sangat menyayangi Calarisa dan gemas dengan tingkah adiknya.


" Kaka aku ingin pergi kesana bersama Kak Delima, boleh kan?".


" Ya, tanyakan saja pada Kak Delima, dia mau mengantar mu atau tidak".


Clarisa menatap Delima dengan muka melas nya. Berharap Delima mau mengantarnya.


" Baik lah Nona cantik, aku akan mengantar mu".


" Terimakasih Kak".


" Kaka ayo kita kesana". Sambil menunjuk jalan raya.


" Kenapa kesana? Disana terlalu berbahaya untuk menyebrang".


" Tapi aku ingin permen Kak, tolong ambilkan untuk ku ya. Aku ingin permen yang ada disebrang sana secepat nya Kak".


" Tapi".


" Ayolah Kak".


" Baiklah aku akan ambilkan untuk mu".


Delima bersiap untuk menyebrang. Menunggu jalan kosong lalu menyebrang, ia tak melihat ada mobil yang melaju cepat di jalan kiri.


Brakkk.


Suara mobil menabrak seseorang. Seketika semua orang melihat dan berlari menuju tempat kejadian.


Aldi yang duduk santai pun berlari untuk melihat siapa orang yang tertabrak saat itu.


" DELIMA". Teriaknya. "Kenapa bisa kaya gini?". Teriaknya marah.


Seseorang yang mengendarai mobil turun untuk mempertanggung jawab kan perbuatannya.

__ADS_1


" Maaf, ini semua bukan sepenuhnya kesalahan saya. Seharus nya tidak ada yang menyebrang disini, karena sangat berbahaya. Tapi baik lah saya akan mempertanggung jawab kan semuanya".


Ya tentu saja si pengendara pun harus protes, sebab jalanan disini tidak diperuntukan untuk orang-orang yang menyebrang sembarangan, karena laju kendaraan bisa meningkat cepat.


" Dimana Clarisa. Rik lo cari dia sekarang".


Clarisa duduk terdiam disebrang, sambil tersenyum melihat keberhasilannya menyingkirkan Delima.


" Haha sekarang pengganggu ku sudah tidak ada lagi". Ucapnya tak disadari Riki sudah berada dibelakang nya.


" Oh jadi semua ini ulah mu. Kau tahu ini sangat membahayakan nyawa seseorang. Kau bisa masuk penjara akibat ulah mu".


" Riki, kau". Menggantungkan perkataannya.


" Kenapa kau takut?".


Sejak kejadian itu lah Aldi sudah tidak percaya dengan Clarisa, ia sangat kecewa dengan Adik nya yang selama ini ia sayangi bisa berbuat hal yang sangat menyedihkan.


Mulai saat itu, Papa meminta Calarisa untuk pindah keluar negeri, agar ia bisa menyadari apa yang telah diperbuatnya.


Maka dari itu tak salah jika Aldi bersikap biasa saja pada Clarisa.


FLASHBACK OFF


" Jadi apa anda sudah menyadari perbuatan anda dimasalalu Nona?".


" Kau sengaja mengingatkan kejadian itu kembali?!".


" Ternyata anda masih belum bisa menyadarinya Nona". Sambil tersenyum masam.


" Tidak! Sampai kapan pun aku tak ingin ada seorang pun yang menggantikan posisi ku untuk dekat dengan Kak Aldi!".


" Saat ini saya mulai memahaminya Nona, anda bukan menganggap Tuan Aldi sebagai Kaka, tetapi Anda mencintai nya bukan?!".


" T, tidak. Apa maksud mu?".


" Hanya kau sendiri yang dapat memahami nya".


" Kau!".


Aldi menarik nafas dan membuangnya dengan kasar. Berusaha tenang untuk menghadapi Adik nya yang mulai keras kepala.


" Risa baik lah, apa yang kau inginkan sekarang?".


" Aku ingin kau bisa memperhatikan ku seperti dulu Kak, bahkan aku ingin kau mencintaiku lebih dari aku mencintai mu Kak". Ucapnya yang tak sadar kata itu keluar begitu saja.


" Maaf Ris itu tidak akan pernah terjadi!". Ucap nya dengan nada kesal. "Rik urus dia, gue udah gamau bicara lagi. Gue tunggu di mobil". Sambil berjalan cepat.


" Baik Tuan".


Riki menatap Clarisa dengan muka masam. Seperti jijik melihat wanita yang berada dihadapannya.


" Seharusnya anda sadar Nona. Jika Tuan Aldi tidak menganggap anda sebagai adik. Mau jadi apa anda saat itu, mungkin kau sudah terlantar, dan tidak akan menikmati kehidupan mewah seperti ini". Ucapnya penuh penegasan.

__ADS_1


" Satu lagi, karena kemurahan hati Tuan Aldi, ia bisa memaafkan mu atas kejadian yang di perbuat oleh mu di masa lalu, seharusnya Anda bersyukur Nona". Ucapnya tersenyum masam lalu meninggalkan Clarisa yang sudah tak bisa berkata-kata.


-Selesai 😊


__ADS_2