Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Mengintai


__ADS_3

Hendra yang sudah menerima tugas dari Beni mulai memantau pergerakan Aimi.


Hendra pun langsung sampai di rumah Aimi. Di sana ada pak Sarto yang berjaga di pintu gerbang rumah Beni. Selain pak Sarto juga ada bi imah yang bertugas sebagai pembantu rumah tangga di rumah Beni


Hendra pun mengetuk pintu gerbang rumah Aimi dan bertanya pada Sarto. Tampak Sarto sedang bersantai merokok.


"Asalamualaikum pak Sarto"


"Nyonya Aimi ada?" tanya Hendra sambil melirik ke seluruh tempat di rumah Beni


"Oh, non Aimi sedang pergi ke rumah nenek nya" jawab pak Sarto pendek


"Ada apa bang hendra?" tanya pak Sarto penasaran


"Oh gak apa-apa"


"Aku diminta pak Beni untuk mencari Nyonya Aimi karena sejak tadi di telepon gak menjawab"


"Yaudah kalau gitu pak Sarto"


"Oh ya, kenapa mobil Nyonya Aimi ada di parkiran?"


"Emang Nyonya Aimi pergi naik apa?" tanya Hendra penasaran


"Entahlah bang Hendra"


"Bilang nya sih mau berangkat bareng teman nya ke rumah nenek"


"Jadi Nyonya Aimi gak bawa mobil" ucap Sarto menjelaskan


Hendra pun berusaha bertanya lebih dalam pada pak Sarto


"Pak sarto, kalau boleh tahu, teman Nyonya Aimi itu laki-laki atau perempuan?" tanya Hnedea makin penasaran.


"Entahlah Hendra"


"Aku tak tahu juga"


"Nyonya Aimi waktu itu langsung berangkat saja tanpa memberi tahu teman nya lelaki atau perempuan"


"Saat berangkat dari rumah, Nyonya Aimi dijemput seseorang lelaki naik sepeda motor"


"Mungkin saja ojek, karena Nyonya Aimi bilang dia mau naik ojek saat mau pergi ke rumah temannya" ucap Pak sarto


"Oh baiklah pak Sarto"


"Makasih ya atas infonya"


"Nanti, saya sampaikan pada pak Beni" ucap Hendra manggut-manggut.


Setelah mendapat info yang detail dari pak Sarto, Hendra pun langsung pulang menuju ke rumahnya.


Selama perjalanan pulang tak lupa Hendra menelepon Dokter Beni terlebih dahulu untuk menyampaikan kabar yang dia ketahui.


"Hendra, bagaimana?"


"Dimana Aimi?" tanya Beni penasaran

__ADS_1


"Tuan Beni, Aimi sedang pergi ke rumah nenek nya" ucap Hendra


"Oh ya, Nyonya Aimi tak membawa mobil nya dan sepertinya dia naik ojek untuk menemui temannya" ucap Hendra memberi kabar dari awal sampai akhir


"Hah, Aimi tak naik mobil?"


"Dia naik ojek?"


"Sekarang musim hujan, mengapa pak Sarto tak menelepon ku terlebih dahulu sih" ucap Beni dengan nads marah


"Awas saja kalau sampai terjadi apa-apa dengan Aimi" ucap Beni dengan nada ketus


"Tuan Beni, lebih baik, tuan beni menelepon nenek Aimi, dia sudah sampai di rumah nenek nya atau tidak" ucap Hendra memberi saran


"Oh ya, kalau begitu, aku akan menelepon nenek nya" ucap Beni..


Beni langsung menutup telepon nya dan beralih memanggil nenek Aimi melalui telepon.


Telepon pun berdering, dan saat itu nenek Aimi jauh dari telepon rumahnya karena menyambut kedatangan Aimi dan Dio yang datang ke rumahnya secara tiba-tiba.


"Nenek, maaf Aimi kesini tanpa menelepon dulu" ucap Aimi pada nenek nya.


Nenek Aimi berusia 74 tahun, tapi dia masih sehat segar bugar. Pola makan yang baik menjadi salah satu penyebab tubuh nenek Aimi masih sehat sampai sekarang.


"Oh ya Aimi, masuk nak" ajak nenek Aimi


Sementara itu, Dio tetap berada di luar karena dirinya malu menemui nenek Aimi yang sebenarnya sudah lama dikenal nya.


"Loh, kamu datang dengan siapa Aimi?" tanya nenek Aimi penasaran


"Aku datang ke sini bersama Dio" ucap Aimi pendek


"Mengapa tidak datang bersama suamimu?"


"Suamimu gak marah nak?" tanya nenek Aimi penasaran


"Sudahlah nek"


"Suamiku ada di luar kota"


"Dia gak mungkin memperdulikan aku" jawab Aimi ketus.


Nenek Aimi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


"Hem, sifat nakal kamu sepertinya muncul lagi" gumam Nenek Aimi dalam hati.


Nenek Aimi mulai melihat Dio dan akhirnya memanggil Dio agar Dio segera masuk ke dalam rumahnya.


"Nak Dio, ayo masuk"


"Kenapa kau menunggu diluar saja?" kata nenek Aimi


"Oh ya baik nenek" jawab Dio


Dio akhirnya masuk ke dalam rumah nenek Aimi. Tampak barang-barang yang ada di dalam rumah nenek Aimi tetap tersusun sama seperti dulu. Foto Aimi saat menikah dengan Alex (almarhum suami pertamanya) juga terpajang di dinding itu.


"Wah, nenek"

__ADS_1


"Nenek masih memajang foto kak Alex dan kak Aimi?"


"Lihatlah"


"Disitu ada fotoku juga" ucap Dio sambil tersenyum kecil.


Dio mulai membayangkan saat dirinya pertama kali ikut ke rumah nenek Aimi.


"Dio, kenapa kamu melamun, ayo kita bersantai di rumah nenek, jam 9 malam, kita pulang ke rumah Dio" ucap Aimi mengingatkan.


Saat itu, masih jam 7 malam, dan kurang dua jam lagi Aimi akan kembali ke kota baru karena besok Dio juga harus bekerja.


"Aimi, apa gak pulang besok pagi-pagi aja?"


"Kalian berdua menginap di rumah nenek seperti dulu" ucap Nenek Aimi


Aimi pun mulai berpikir dan akhirnya Aimi menyetujui ide nenek nya itu.


"Dio, gimana?"


"Kamu mau menginap di rumah nenek ku?" tanya Aimi memberi penawaran


"Besok kita balik ke kota baru jam 4 pagi" kata Aimi penuh semangat


"Ehem, iya deh kak" jawab Dio pendek.


Selama bersama Aimi Dio tak pernah menolak apapun permintaan Aimi. Dirinya seperti terhipnotis oleh bibir Aimi yang seksi itu.


Tiba-tiba saja ponsel Aimi berdering dan Aimi pun mulai membuka ponsel nya karema sejak tadi dirinya tak sempat membuka ponsel miliknya.


Ternyata panggilan dari Beni.


"Hallo, iya mas Beni" jawab Aimi dengan nada gugup


"Aimi, kamu kemana sih, di telpon gak diangkat, di sms tidak dibalas" ujar Beni dengan nada keras


"Maaf mas Beni, aku perjalanan ke rumah nenek ku nih" ucap Aimi tanpa menambah banyak kata apapun karena dirinya tak ingin Beni memarahinya lagi dan lagi


"Kenapa kau tidak ijin kalau ke rumah nenek?"


"Kata pak Sarto kau tak membawa mobil mu?"


"Kamu ke rumah nenek bersama siapa?" tiba-tiba Beni menanyakan hal yang membuat Aimi makin gugup saja.


Aimi terdiam begitu lama hingga Beni bertanya lagi untuk kedua kalinya pada Aimi


"Ayo jawab Aimi"


"Kamu ke rumah nenek diantar siapa?" tanya Beni makin ketus


"eh..em"


"Aku ke rumah nenek bersama teman ku mas" jawab Aimi bertele-tele


"Ya, aku tau kau pergi bersama temanmu"


"Siapa dia?" Beni mulai berusaha bertanys lebih jauh lagi dan hal itu membuat Aimi makin terpojok saja.

__ADS_1


"Aku ke rumah nenek bersama Rini mas" ucap Aimi berbohong


Akhirnya Aimi berbohong pada Beni tentang kepergiannya bersama Dio, karena sangat tak mungkin Aimi jujur pada suaminya itu karena Beni pernah tahu bagaimana hubungannya dengan Dio di masa lalu


__ADS_2