Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Bergetar


__ADS_3

Suara Dio sangat tidak asing bagi Aimi.


"Hah, Dio?" tanya Aimi dengan menunjukkan wajah keheranan.


"Iya kak, aku Dio"


"Kenapa kakak sampai disini?"


Tanpa sungkan pada Aldi, Dio mulai memeluk Aimi yang saat itu masih bengong saja.


Air mata Dio tak berhenti menetes. Wanita yang sanga dicintainya ternyata ada di depannya .


"Apakah aku sedang bermimpi?" gumam Dio dalam hati


Perasaan itu rupanya juga dirasakan oleh Aimi


Dirinya juga tak menyangka jika bisa bertemu Dio di tempat yang berbeda.


"Dio, lepaskan aku" bisik Aimi pada Dio


"Oh, ya kak" jawab Dio


Dio pun mulai melepaskan pelukannya itu. Pelukan yang spontan dilakukannya.


Aldi yang melihat kejadian aneh itu, mulai gencar menghujani Dio dengan beberapa pertanyaan.


"Oh, kalian berdua sudah saling kenal?"


"Kau memanggil Aimi dengan sebutan kakak?"


"Apakah dia kakak mu?" tanya Aldi penasaran


"Setahuku saat kita kuliah, kau tak pernah mempunyai kakak perempuan" ujar Aldi


"Bukankah kau anak tunggal Dio?" Aldi mulai menerka-nerka dan mengusik kehidupan Dio sebelumnya.


"Hemm, "

__ADS_1


"Aldi"


"Sudahlah, nanti saja aku menjawabnya"


"Kau menemukan kak Aimi dimana?"


"Kenapa dia bisa ada bersamamu?"


"Asal kau tahu"


"Kak Aimi adalah kakak kelasku, dan hubungan kami sangat akrab"


"Aku bahkan memesan baju kepadanya saat acara pertunangan ku dengan indah" ucap Dio panjang lebar


Mendengar jawaban Dio yang singkat itu, Aldi menganggukkan kepalanya. Hal itu menandakan bahwa dia telah sedikit mengerti tentang hubungan Aimi dan Dio.


"Oh, ya ya aku sedikit paham" jawab Aldi pendek


Setelah memahami semuanya, Aldi mulai menceritakan awal pertemuannya dengan Aimi.


"Dio, aku menemukan Aimi di rumah sakit tempat aku bekerja"


"Kebetulan sekali kalau gitu" ujar Aldi sambil tersenyum


Dio pun segera memandang ke arah Aimi


Sambil menatap Aimi dalam-dalam, Dio mulai bertanya pada Aimi


"Kak"


"Siapa yang tega membiarkan mu terlunta-lunta disini?"


"Apakah kau benar-benar di culik?"


"Apa kau masih ingat wajahnya?" tanya Dio penasaran


Aimi hanya diam mendengar pertanyaan dari Dio. Saat itu pikiran Aimi masih trauma dengan segala hal buruk yang dialaminya.

__ADS_1


"Dio, aku memang telah diculik oleh orang tak di kenal"


"Untungnya, penculik itu masih mempunyai belas kasihan kepadaku sehingga aku dibiarkan hidup"


"Sudahlah"


"Kau tak perlu tahu"


"Aku ingin menenangkan diri disini" ucap Aimi sambil pergi meninggalkan Dio


Air mata Aimi mulai menetes ketika meninggalkan Dio. Dirinya tak menyangka disaat susah, Dio selalu ada untuk nya.


"Kak.." Dio berusaha mengejar Aimi namun Aldi mencegahnya.


"Sudahlah Dio"


"Mungkin, Aimi masih perlu menenangkan diri dulu"


"Ayo duduk lah"


"Minum dulu teh hangat yang dibuatkan Aimi untuk mu" ucap Aldi pada Dio


Dio pun sedikit tenang mendengar ucapan Aldi yang ada benarnya.


Dio pun duduk di sofa dan meminum teh hangat yang baru saja dibuatkan oleh Aimi.


"Teh ini rasanya khas"


"Enak banget" gumam Dio dalam hati.


Dio terduduk lesu. Tak biasanya Aimi sangat cuek kepadanya.


"Kak, kenapa sih kamu selalu saja begitu" guman Dio dalam hati.


Sementara itu, di dapur yang ada di belakang rumah Aldi, tampak Aimi menangis menyesali semua yang terjadi.


"Dio, akankah kau akan membawaku pulang?"

__ADS_1


"aku masih tak siap bertemu dengan suamiku lagi" gumam Aimi dalam hati


__ADS_2