Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Pahlawan Dio


__ADS_3

Aimi langsung menutup teleponnya. Hari ini adalah hari yang sangat berat bagi Aimi. Suami Aimi yang dulu nya baik kini berubah sikap menjadi gila **** dan tak bisa mengontrol amarahnya.


Ditambah lagi, Aimi harus menerima tuduhan perselingkuhan yang tidak benar sama sekali.


Walau pernah bersama Dio, namun Dio dianggap adik oleh Aimi, tidak lebih


Tamparan keras yang dilakukan suami nya cukup menyakiti hati dan emosinya.


"Aku ingin lari dari sini"


"Aku ingin pergi menghilangkan jejak ku ke semua orang"


"Aku ingin berganti nama saja" gumam Aimi dalam hati


Dalam hati Aimi, timbul rencana-rencana yang mengarah ingin pergi bahkan ingin mengakhiri hidupnya sendiri karena beban yang dideritanya sangat berat.


Aimi mulai berdiri dari tempat duduk nya dan dirinya merasakan sakit yang amat sangat di bagian perutnya.


"Mengapa saat datang bulan terasa sakit sekali?"


"Padahal dulu dulunya aku tidak begini" gumam Aimi dalam hati


Dengan langkah gontai Aimi berusaha pergi ke wastafel untuk menghilangkan luka lebam di pipinya yang cantik.


Saat Aimi mulai membersihkan wajahnya dan mengompresnya, karyawan kepercayaan Aimi yang bernama Ririn datang dan masuk ke dalam ruangannya.


"Masuk Rin" ucap Aimi pendek


Saat itu, Ririn tak sengaja melihat wajah Aimi yang lebam


"Wah, nyonya Aimi, ada apa dengan wajahmu?" tanya Ririn sambil berusaha mendekat ke arah Aimi


"Ririn, jangan mendekat" ucap Aimi sedikit menjauh pada Ririn


"Maaf nyonya, saya sudah lancang"


"Oh ya, tuan Dio salah satu langganan kita datang lagi"


"Dia ingin bertemu dengan nyonya" ucap Ririn memberi kabar


"Hah, Dio"


"Kenapa dia tahu aku ada di sini?" gumam Aimi sambil berusaha berpikir keras karena dirinya tak mau hari ini dirinya bertemu dengan Dio


"Ririn, bilang saja aku lagi di luar"


"Aku tak mau menemui pelangganku dengan kondisi seperti ini" ucap Aimi pada Ririn


"Baiklah Nyonya" jawab Ririn singkat


Ririn pun kembali ke ruangan depan dan mengatakan pada Dio bahwa Aimi tak ada di butik.


"Maaf tuan Dio, Nyonya Aimi tak ada di butik" ucap Ririn pada Dio


"ha, tak ada di butik?"

__ADS_1


"Tidak mungkin"


"Itu mobil Nyonya Aimi ada di depan".


"Ada apa dengan nyonya Aimi hingga dia tak mau menemuiku?" tanya Dio penasaran


Ririn pun hanya diam dan tak berani berkata lagi. Dia hanya mematuhi apa yang diucapkan oleh Aimi kepadanya.


Namun, karena insting Dio terhadap Aimi begitu kuat, Dio dengan cepat menerobos ririn yang saat itu berada di depannya.


"Tuan Dio, jangan ke dalam" ucap Ririn sambil berusaha memanggil Dio


Dio tampak nya tak memperhatikan Ririn dan masuk ke dalam ruangan Aimi.


Ketika Dio membuka pintu ruangan Aimi, Dio terkejut melihat Aimi sangat pucat dan wajahnya juga lebam


"Kak Aimi, kenapa dengan kamu?" tanya Dio sambil mendekat ke arah Aimi


"Dio, jangan mendekat"


"Kamu, pergilah dari sini"


"Aku takut kau nanti kena marah sama suamiku"


"Aku tak mau melibatkanmu dalam situasi ini" ucap Aimi melarang Dio agar dio tak mendekatinya.


"Kak, aku gak mau kamu seperti ini"


"Ayo aku bawa ke rumah sakit" pinta Dio sambil menggenggam tangan Aimi erat-erat


"Tidak Dio, aku masih kuat kok"


"Tidak, kamu pasti ada sesuatu"


"Wajahmu sangat pucat sekali"


"Aku gak mau kak Aimi kenapa-napa" ucap Dio berusaha meyakinkan Aimi kalau bersamanya bisa membuat Aimi aman


Aimi langsung berdiri dari tempat duduk nya dan berusaha lari dari Dio. Namun Aimi tak kuasa menahan rasa sakit yang ada di perutnya.


Aimi terduduk di lantai dan merintih kesakitan


"Kak, panggil Dio


Dio pun segera pergi ke arah Aimi dan menggendong Aimi.


Ririn yang ada di depan butik langsung pergi ke tempat Aimi dan berkata


"Tuan Dio, nona Aimi harus secepatnya di bawa ke rumah sakit"


"Kami akan merahasiakan nya dari suaminya"


"Mumpung tuan Beni belum datang"


"Bawalah tuan biar tidak terlambat penanganan" ucap Ririn memberi masukan pada Dio

__ADS_1


"Baiklah Ririn"


"Aku akan membawa nyonya Aimi ke rumaj sakit tempat ku bekerja"


"Mungkin aku bisa membantunya" ucap Dio pada Ririn


Akhirnya tanpa menunggu waktu lama, Dio langsung membawa Aimi ke rumah sakit tempat dia bekerja.


Aimi hanya pasrah saat itu. Dirinya tak menyangka dibalik kesusahannya ada Dio yang secara iklhas menolong nya disaat dirinya susah.


"Dio, andai saja aku dulu memilihmu"


"Mungkin, semua ini tak akan terjadi" gumam Aimi dalam hati


Namun penyesalan Aimi tak ada gunanya. Dia sudah terlanjur memilih Beni sebagai suami. Sosok Beni yang dingin, tak sehangat Dio. Walau Beni mencintai Aimi, namun rasa itu tak sama ketika bersama Dio


Rasa itu semakin pupus saja dengan bumbu pertengkaran yang terjadi. Serangan psikis dan emosi telah membuat Aimi ingin berontak saja.


Apalagi, sekarang ditambah siksaan fisik yang dilakukan Beni terhadapnya membuat Aimi ingin muntah ketika bertemu dengan Beni


Hasrat cintanya semakin hilang ketika Dio datang lagi. Sosok brondong yang masih perjaka itu membuat Aimi terhibur dan penasaran.


"Aku tak pernah merasakan perjaka" gumam Aimi dalam hati


"Awal bertemu, aku dipertemukan dengan Alex yang awalnya suka gonta ganti wanita"


"Selesai alex meninggal, aku kini menikah dengan Beni yang seorang duda"


"Sial banget nasib ku ini" gumam Aimi dalam hati.


Mobil Dio membawa Aimi hingga sampai rumah sakit tempat Dio bekerja. Dengam bantuan kursi roda yang tersedia di rumah sakit, Dio membawa Aimi ke ruangan pemeriksaan nya.


Kebetulan, sakit Aimi berhubungan dengan perut dan saat itu Aimi mengalami menstruasi, sehingga Dio lah yang menangani penyakit Aimi.


Dio sebagai dokter spesialis kandungan yang handal cukup mengerti apa yang diderita Aimi.


"Kak, ayo naik ke tempat tidur" ucap Dio meminta Aimi naik di tempat pemeriksaan nya


Aimi pun naik ke tempat tidur pemeriksaan.


"Kak, keluhannya apa?" tanya Dio sambil memeriksa Aimi dengan sabar


"Dio, aku mengalami menstruasi"


"Namun, menstruasi ku tak pernah berhenti selama seminggu dan darah terus mengalir"


"Aku juga mengalami sakit di bagian perut bawahku" ucap Aimi jujur.


"Baiklah kak, aku akan memeriksa mu"


"Maaf kak, aku membuka bagian perutmu ya?" tanya Dio meminta ijin terlebih dahulu


"Iya dio, gak apa-apa"


"Bukankah kau pernah melihat seluruh bagian tubuhku saat kau berusaha menolong ku saat aku di culik Tania?"

__ADS_1


"Tubuh ku sudah familiar dengan matamu"


"Kamu boleh melihat seluruh tubuhku karena aku serasa tak berharga lagi sebagai wanita" ucap Aimi dengan air mata merembes keluar


__ADS_2