Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Pertemuan Mengharukan


__ADS_3

Tibalah Hendra di sebuah tempat yang dimana di depannya ada sebuah pintu kamar yang terkunci.


"Sita, apakah kamu ada di dalam?" panggil Hendra lirih.


Sita yang saat itu berada di dalam ruangan yang terkunci itu seketika bergegas pergi ke balik pintu.


"Hendra, apakah ini suara kamu hendra?" aku ada di dalam, tolong aku Hendra, aku gak mau mati membusuk di sini" pinta Sita sambil mencoba membuka pintu yang masih terkunci itu.


"Sita, ya ini aku" Hendra" Aku harap kau baik baik saja di dalam" ucap Hendra sambil berusaha mencari alat yang bisa digunakan untuk mendobrak pintu kamar Sita


Setelah melakukan pencarian panjang, akhirnya, Hendra menemukan sebuah benda yang bisa dia gunakam untuk mendobrak pintu kamar Sita.


"Sita, minggirlah, aku akan mendobrak pintu ini" pinta Hendra pada Sita


Sita pun menuruti perintah Hendra. Dirinya langsung menghindar dari pintu depan kamar nya.


"Sudah?" tanya Hendra memastikan apakah Sita benar-benar telah pergi menghindar.

__ADS_1


"Sudah Hendra, lakukan lah" ujar Sita pada Hendra.


Akhirnya, Hendra mulai melakukan aksinya dengan cara mendobrak pintu kamar itu.


Dan Usaha hendra rupanya telah berhasil. Pintu kamar Sita terbuka dan terlihat Sita dengan pakaian yang hampir sobek duduk di pojok ruangan.


Sita tak kuasa menahan air matanya saat Hendra benar-benar ada di depan matanya sekarang.


"Hendra...jangan tinggalkan aku lagi" pinta Sita sambil berlari ke arah Hendra.


Tak sengaja, Sita mulai memeluk Hendra dan Hendra pun membalas pelukan Sita. Tampak keduanya terbuai dengan angan masing-masing.


"Sita, ayo ikut aku" sekarang gak kan ada lagi yang bisa menyakitimu karena aku akan menjagamu 24 jam" ujar Hendra sambil menarik tangan Sita.


Sita pun berlari bersama Hendra dan merea berdua pun pergi menuju ke mobil Hendra yang terparkir di jalan.


"Ayo masuklah Sita" pinta Hendra pada Sita. Dengan perasaan takut, Sita segera naik mobil Hendra.

__ADS_1


Tak lupa Hendra memasangkan sabuk pengaman untuk Sita, karena saat itu juga Hendra akan membawa Sita ke tempat yang jauh dan dengan kecepatan yang tinggi.


"Sita, aku akan membawa kamu pergi dari sini" Lebih baik kau tinggalkan kota ini untuk sementara, karena sepertinya keadaan mu sudah tak aman lagi" ujar Hendra pada Sita


"Loh, Hendra, aku gak mau berhenti dari pekerjaanku, karena aku tak punya apa-apa lagi jika aku tidak bekerja" jawab Sita


"Tenang Sita, uangku cukup untuk menghidupi mu" jawab Hendra sambil menatap wajah Sita dengan tatapan yang sangat tajam.


Sita hanya terdiam mendengar jawaban Hendra. Untuk kali ini Sita tak banyak bertanya lagi pada Hendra karena dirinya sangat takut jika penculik itu datang ke tempat itu sebelum dirinya pergi bersama Hendra.


Mobil Hendra akhirnya melaju dengan kecepatan tinggi menjauh dari tempat itu. Sita berusaha memegangi perut nya yang terasa kram saat mobil hendra melaju dengan kecepatan tinggi.


"Hendra, pelan-pelan, sakit perutku" rintih Sita sambil memegangi perutnya yang saat itu mengalami kram.


"Hah, benarkah?" tanya Hendra sambil mengurangi kecepatan mobil nya.


Sita pun merintih kesakitan karena rasa sakit itu semakin menjadi-jadi hingga Sita tak kuat lagi menahan sakit.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2