Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Kisah Sita dan Beni masa lampau


__ADS_3

flasback


Awal kedekatan Beni dan Aimi yang membuat Sita cemburu adalah ketika Aimi mulai diterima kerja di rumah sakit milik dokter Beni.


Saat itu, Aimi melamar kerja di rumah sakit dokter Beni dan diterima oleh dokter Beni. Selain bekerja di rumah sakit harapan bangsa milik dokter Beni, Aimi juga diberi tawaran oleh dokter Beni agar Aimi bekerja paruh waktu di praktik pribadi dokter Beni yang berada di rumah Beni.


Saat itu, asisten Beni adalah Sita. Dirinya adalah Karyawan bagian administrasi dokter Beni. Sita lah yang memanggil pasien satu persatu mulai dari nomor antrian awal sampai akhir.


Sita adalah wanita cantik berusia 38 tahun, adik kelas dokter Beni saat masih SMA. Sejak dahulu, Sita menyukai dokter Beni namun cinta itu dipendamnya dan tak berbalas.


Walaupun usia Sita saat sudah menginjak 38 tahun, Sita memutuskan untuk tidak menikah dan mengabdi kepada dokter Beni. Sungguh malang nasib Sita.


Saat praktik sudah selesai, Beni segera memanggil Sita dan menyuruh Sita pulang. Biasanya, Sita lah yang membereskan semua bekas peralatan doktee Beni. Namun karena ada Aimi, tugas itu diambil alih oleh Aimi.


Sita, kamu boleh pulang".


"Nanti, Aimi yang akan membereskan ruangan ini" Ucap Dokter Beni kepada Sita.


"Baik dokter" Ucap Sita kepada dokter Beni.


Sita bersiap-siap pulang dengan membawa kegundahan dalam hatinya. Bertahun-tahun dia menunggu, dan saat dokter Beni menduda kesempatan Sita untuk mendekati dokter Beni akhirnya hampir tercapai. Namun ternyata saat kesempatan mulai ada, penghalang baru mengusik rencananya dan itu membuat hati sita tercabik-cabik tidak karuan.


Masa sekarang


Akibat dendam lama itu, membuat Sita lebih jahat dari sebelum nya dan ingin Beni jatuh ke pelukan nya lagi.


Jika dulu, Sita memakai cara normal, namun karena keinginan nya tak terpenuhi, akhirnya Sita menggunakan pelet gendam sukma dengan bantuan nenek nya yang ada di kampung.


Saat itu pagi hari sekitar jam 09.00 pagi, Sita pergi ke rumah neneknya yang ada di kampung


"Nenek, sudah lama aku tak menikah gara-gara Aimi"


"Sekarang, dia telah menikah dengan pujaan hatiku"


"Aku ingin membuat pujaan hatiku, mas Beni kembali kepadaku" ucap Sita


Air mata sita menetes dihadapan nenek nya sehingga nenek Sita dibuat luluh oleh air mata Sita itu.


"Nak, apa yang kau inginkan?"


"Aku lihat, Beni sangat mencintai Aimi"


"Apa kau tak mencari laki-laki lain saja?" tanya nenek sita memberikan masukan


"Sekarang, usia mu sudah 42 tahun, masih ada waktu untuk segera menikah" ucap Nenek Sita


Sita pun mengusap air matanya yang terus menetes


"Tidak nek, aku ingin mas Beni"


"Aku hanya ingin menikah dengan mas Beni"

__ADS_1


"Jika tak bisa menikah dengan mas Beni, aku tetap akan menjadi perawan tua sampai kapanpun" ucap Sita


"Yasudah nak"


"Nenek akan membantumu sekuat nenek ya?"


"Semoga saja, Beni berpaling pada Aimi dan menjadi suka kepadamu" ucap nenek Sita


"Mana foto Beni?"


"Serahkan pada nenek nak" ucap Nenek Sita memandang wajah cucunya itu


Sita langsung membuka tas nya dan mengambil foto yang ada di dompetnya.


Ternyata, Sita mempunyai foto Aimi dan Beni. Dirinya mendapatkannya di internet dan untuk jaman sekarang, mencari foto sangatlah mudah.


"Sita, kau tunggu disini ya, nenek akan berdoa di dalam kamar nenek" ucap nenek Sita


"Iya nek" Sita langsung menjawab perkataan nenek nya...


Nenek sita langsung masuk ke dalam kamar pribadinya. Entah apa yang dilakukan nenek Sita di dalam kamar. Yang pasti, nenek Sita menjanjikan pada Sita bahwa dirinya akan membuat Beni tak suka dengan Aimi dan berbalik arah mencintainya


Sita dengan sabar menunggu nenek nya sampai neneknya selesai melaksanakan ritual nya ..


Sekitar satu jam lebih sedikit, nenek Sita mulai keluar dari kamarnya. Dia membawa sebuah cincin yang telah berisi mantra pelet gendam sukma.


"Nak, kemarilah" panggil nenek sita memanggul cucu kesayangannya itu


"Pakailah cincin ini"


"Jika bertemu dengan Beni, sentuhlah tangannya" ucap nenek Sita memberi tahu cara kerja pelet gendam sukma yang dia miliki.


"Lalu, setelah aku menyentuhnya, apa yang akan aku lakukan lagi pada Beni nek?" tanya Sita penasaran


Nenek Sita memandang Sita dengan tersenyum


"Setelah kau menyentuh Beni, kau tak perlu melakukan apa-apa lagi"


"Tunggu reaksi pelet itu"


"Malam harinya, Beni pasti menelepon mu" ucap nenek Sita memberikan penjelasan.


"Baiklah nenek"


"Aku akan melaksanakan syarat dari nenek"


"Kalau begitu, aku akan kembali ke kota ya nek" ucap Sita meminta ijin untuk kembali ke kotanya, karena dirinya tak sabar ingin segera mempraktekkan hal mistis itu.


"Ya nak, hati-hati di jalan ya"


"Nenek ingin kamu bahagia"

__ADS_1


"Jangan menangis lagi ya?" ucap nenek Sita mencoba menghibur cucu kesayangannya itu.


Akhirnya dengan tersenyum lepas, Sita kembali ke kota. Tentunya dia ingin sekali melaksanakan niat jahatnya yaitu merebut Beni dari Aimi .


Di tempat lain, Beni telah sampai ke rumahnya. Dirinya tak sabar ingin menemui Aimi dan bertanya kepadanya tentang kejadian kemarin yang membuatnya tak bisa tidur.


"Aimi, kemana kamu" Beni mulai berteriak seperti orang kesetanan. Hal ini karena pelet gendam sukma telah mulai merasuk pada jiwa Beni.


Aimi yang saat itu sedang mandi langsung segera menyelesaikan mandinya.


"A a ada apa mas Beni?" tanya Aimi ketakutan


"Sini kamu"


"Aku ingin bicara dengan mu"


"Kemana saja kamu hingga tak sempat mengangkat telepon ku?" tanya Beni sambil memegang handuk yang dipakai Aimi


"Lepaskan aku mas"


"Tenanglah"


"Aku akan menjelaskan semuanya" ucap Aimi memohon kepada suaminya itu agar suaminya segera melepaskan cengkeramannya yang sangat kuat


Beni segera melepaskan Aimi dan membanting tubuh Aimi di kasur.


Tubuh Aimi terbuka semua karena saat itu Aimi sedang mandi dan hanya memakai handuk.


Beni memandang Aimi dengan tatapan nanar dan seolah ingin menerkam Aimi saat itu.


"Kenapa kau mandi?"


"Apakah kau habis selingkuh dan berhubungan dengan selingkuhanmu?" tiba-tiba Beni mengatakan sesuatu hal yang diluar dugaan Aimi


Setiap gerakan Aimi selalu dicurigai oleh Beni


"Tidak mas"


"Kamu salah paham"


"Aku tak selingkuh"


"Setelah pulang kerja, aku terbiasa mandi"


"Kamu tahu itu sejak lama" ucap Aimi sambil menangis.


Beni langsung mendekati istrinya itu dan akhirnya Beni juga membuka pakaiannya.


"Layani aku sekarang"


"Aku tak sabar ingin memakai tubuhmu biar otakku tak pusing lagi" ucap Beni sambil menidurkan Aimi ke kasur dengan kasar.

__ADS_1


Tangisan Aimi tampaknya membuat Beni semakin bergairah saja.


__ADS_2