Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Tamat


__ADS_3

Setelah menelepon Dio, Aimi langsung pergi ke dalam kamar rumah sakit dimana Beni dirawat. Tampak nya, Beni mulai sedikit lega melihat istrinya itu menunjukkan wajah yang teduh tak seperti biasanya.


"mas, mulai sekarang aku akan menemani mas Beni" ucap Aimi pada Beni


"Ya, aimi terimakasih" kata teman ku, besok aku udah boleh pulang kok" ucap Beni pada Aimi. Sikap Beni mulai melunak lagi tak seperti dulu. Rupanya pengaruh pelet gendam sukma yang dilakukan Sita tak berpengaruh lagi pada Beni, karena Sita telah melabuhkan hatinya pada Hendra. Sita pun telah membuang cincin milik nya yang baginya tak berpengaruh apapun terhadap Beni. Sita pun bahagia bersama Hendra, kekasih yang mencitai dia apa adanya.


Beni tersadar jika selama ini, dirinya telah bertindak kasar pada Aimi.


Keesokan harinya, Beni dan Aimi pulang ke rumah mereka. Oleh rekan kerja Beni, dirinya diberi waktu istirahat seminggu untuk pemulihan kesehatannya dan hal ini dimanfaatkan oleh Beni untuk berlibur bersama Aimi di luar kota.


"Aimi, bagaimana kalau kita berlibur ke luar kota?" tanya Beni pada Aimi


"Tapi, mas" aku lagi hamil" ucap Aimi pada Beni


Tenang Aimi, aku tak mungkin bertingkah kasar padamu" Aku bukan Beni yang dulu, tapi Beni yang selalu sayang kepadamu sampai mati" ucap Beni pada Aimi


"Oh baiklah kalau begitu" jawab Aimi singkat


Keesokan harinya, Beni dan Aimi benar-benar berangkat ke luar kota. Mereka berkencan di pulau Bali. Pulau dimana di sana penuh dengan keindahan


"Aimi, kita ke hotel dulu ya?" aku ingin istirahat" ucap Beni pada Aimi


"Ayo mas, nanti malam kita lanjutkan jalan-jalan lagi" Aku ingin membeli peralatan bayi untuk anakku" jawab Aimi dengan tersenyum senang.


Sesampai di hotel, Aimi merebahkan tubuhnya begitu juga dengan Beni. Wajah lelah tampak terpancar di kedua pasangan itu.


Beni hanya tiduran tanpa menyentuh Aimi sedikit pun. Aimi pun sedikit penasaran dengan sikap Beni yang berbeda dari biasanya.


"Mas, kau menjauhiku?" karena aku tak mengandung anak darimu?" apakah kau merasa jijik?" tanya Aimi pada Beni


"Oh, tidak Aimi" Aku tak mau memaksamu" aku takut kau capek dan bayimu kenapa-napa" ucap Beni pada Aimi


"Tidak mas, kita lakukan percintaan dengan ikhlas malam ini" Mas Beni mau?" tanya Aimi sambil menyentuh organ sensitif Beni.


"Oh, ya aku mau Aimi" jawab Beni dengan wajah senang.


Aimi mulai menyentuh ba ta ngan milik Beni yang sangat besar itu. Hingga Aimi menundukkan kepalanya. Lidah Aimi me lu mat habis ba ta ngan itu.

__ADS_1


"Akzzz., Beni tak kuasa menahan nya dan meminta Aimi melakukan lagi dan lagi. Selama menjadi istrinya, tak pernah Aimi bergerak terlebih dahulu, Beni lah yang menguasai medan. Tapi kali ini Aimi lah penguasa medan nya.


"Gimana mas, apa kau masih kurang?" tanya Aimi sambil terus saja mencari titik lemah Beni


"Ah, lakukan lah Aimi, aku sudah tidak tahan lagi" Sentuhlah seluruh tubuh ku ini" Tubuhku hanya untuk mu" ucap Beni sambil menikmati sensasi liar nya.


Hingga Beni hampir mencapai titik puncak dan Beni pun memasukkan ba ta ngan nys ke dalam rongga dibawah sana.


"Ahz , mas Beni, lakukan lah" Akupun menikmatinya" ucap Aimi dengan nada lemah lembut.


Ba ta ngan milik Beni mulai berjalan maju mundur dan berirama sangat pelan. Beni tak ingin terlalu keras memperlakukan Aimi karena kawatir akan keselamatan janin yang ada di dalam perut Aimi.


"Aimi, aku akan melakukan nya pelan-pelan saja" ucap Beni sambil bergerak maju mundur


"Akzz, aku hampir mengeluarkannya,


"Hemmzz" , akhirnya benih cinta milik Beni terpancar di dalam rongga milik Aimi dan Kedua pasangan itu menikmati titik puncak bersama-sama.


"Gimana sayang?" apakah enak?" tanya Beni sambil membelai rambut Aimi


Mereka berdua akhirnya tidur di kamar dengan perasaan lega.


7 bulan kemudian


Di rumah Beni


"Mas, perutku terasa sakit" ucap Aimi pada suaminya itu.


"Hah, apa kau mau melahirkan?" tanya Beni sedikit cemas.


"Entahlah mas" Perkiraan masih satu minggu lagi" tapi kok rasanya sudah sakit sekali" ucap Aimi pada Beni.


Beni pun melihat ads bercak darah menetes di kaki Aimi.


"Aimi, kau tampaknya akan melahirkan" aku akan membawamu kepada Dio" Ini adalah pertemuan terakhirmu dengan nya" Bagaimanapun juga, dia ayahnya" ucap Beni berusaha tegar


"Tidak mas" aku tak ingin kau melihatku bersama Dio" aku tak ingin menyakiti hatimu" bawa saja aku ke bidan terdeka" tak usah ke rumah sakit" aku cukup kuat untuk menahannya" pinta Aimi pada Beni

__ADS_1


Beni pun tak bisa menolak permintaan Aimi karena dirinya tak ingin terlalu lama berdebat dengan istrinya itu. Akhirnya Beni pergi ke rumah bidan yang dekat dengan rumahnya.


Sesampai di rumah bidan, Aimi dan beni di sambut dengan baik dan Bidan itu menolong persalinan Aimi ditemani Beni.


"Akzzz, sakit mas Beni" rintih Aimi kesakitan


"Bertahanlah sayang, aku akan menemanimu disini" ucap Beni pada Aimi.


"Ayo, bu, tarik nafas lalu hembuskan" ucap bidan itu memberi komando pada Aimi.


Aimi pun mengikuti arahan bidan itu


Akzzzz, Aimi mengejan dengan sekuat tenaga dan keringat Aimi bercucuran kala itu, dan tak menunggu waktu lama, bayi mungil berjenis kelamin perempuan lahir di dunia


"Alhamdulillah, anak ibu berjenis kelamin perempuan" ucap Bidan itu pada Aimi dan Beni


"Selamat ya, ucap bidan yang menolong persalinan Aimi.


Beni tak kuasa menahan tangis karena perjuangan istrinya itu. Disisi lain beni merasa terpukul karena anak yang fikandung istrinya bukanlah anaknya.


Sehari kemudian


Setelah proses melahirkan selesai dan kondisi Aimi dinyatakan sehat, Aimi dan Beni membawa bayi itu ke suatu tempat dan ternyata ada Dio di sana.


Sebelum nya, Beni telah memberi kabar kepada Dio bahwa anaknya telah lahir, dan hari ini adalah hari dimana Beni dengan sukarela menyerahkan bayi itu pada Dio.


Dari jauh Dio terlihat murung.


"Dio, aku serahkan bayi ini untukmu" Ini adalah anakmu" rawatlah baik-baik dengan istrimu" dan ingat!! "Jangan ganggu keluargaku lagi" ucap Beni pada Dio


Sementara itu, Tampak Aimi duduk di dalam mobil dan tak menemui Dio sama sekali. Dan hal itu membuat Dio makin sedih saja.


Dio hanya mengagukkan kepalanya dan menggendong anak hasil hubungan gelap nya dengan Aimi.


Setelah menyerahkan bayi pada Dio, Beni langsung pergi meninggalkan Dio dan bayi nya di tempat itu.


Tamat...

__ADS_1


__ADS_2