
"Dio, kenapa kau memelukku seperti ini?"
"Lepaskan aku Dio"
"Ayo kita pulang" ujar Aimi pada Dio yang saat itu masih dirasuki oleh gairah menggebu.
"Tidak kak"
"Aku ingin memeluk kak Aimi"
"Kak Aimi cukup diam saja"
"Biar aku yang bekerja"
"Bagaimana?" ucap Dio memberikan sebuah penawaran
Aimi yang melihat wajah Dio mulai luluh. Dirinya merasa kasihan melihat Dio yang tak kuat menahan hasratnya.
Walau Aimi lelah, karena tadi malam sudah melayani Dio meluapkan hasrat nya, dan pagi nya melayani Aldi dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangganya, Aimi berusaha sekuat mungkin melayani Dio untuk terakhir kalinya.
"Baiklah Dio"
"Aku ikhlas bercinta dengan mu kali ini"
"Lakukan sesukamu" ujar Aimi pada Dio
"Benarkah kak?" tanya Dio pada Aimi
Aimi hanya mengangguk saja tanda setuju dengan apa yang diinginkan Dio darinya.
Dio pun langsung membuka pakaian Aimi dari atas sampai bawah. Hingga terlihat semua bagian tubuh nya.
Aimi pun melakukan hal yang sama. Dia mulai membuka pakaian Dio dan terlihat tubuh Dio yang gagah sehingga menambah gairah Aimi untuk bercinta dengannya.
"Kak, aku akan melakukannya pelan"
"Kakak jangan kawatir"
__ADS_1
"Kalau sakit bilang ya?" ujar Dio berkata dengan sopan.
Aimi pun mengangguk untuk kedua kalinya, tanda dia sudah pasrah dengan apa yang akan Dio lakukan kepadanya.
Tampaknya, senjata Dio mulai menegang saat itu. Dirinya tak kuasa melihat kemolekan tubuh Aimi. Bentuk tubuh yang proporsional dan kulit yang kuning langsat membuat gairah Dio tak tertahankan lagi.
Dio pun memulainya.
"Ah,..." rintihan Aimi mulai terdengar pelan di dalam kamar itu
Senjata Dio rupanya menyerangnya pelan-pelan.
"Gimana kak?"
"Enak?" tanya Dio sembari menahan nafas nya yang naik turun.
Lagi-lagi, Aimi mengangguk tak berkata apa-apa. Aimi terlihat pasrah dan berusaha membahagiakan Dio pagi itu.
"Kak, aku ingin posisi yang berbeda"
"Apakah kakak mau?" tanya Dio lagi
Dio pun mulai berganti posisi dan rupanya dengan posisi itu, senjata Dio mulai semakin masuk ke dalam.
Keduanya merasakan kenikmatan yang tiada tara. Kenikmatan yang dilakukan secara ikhlas tanpa paksaan.
"Ah...." kak"
""Aku tidak tahan"
"Aku keluarkan ya?"
"Ah..." akhirnya Dio mengeluarkan semua hasrat nya dan lagi-lagi Dio mengeluarkan nya di dalam.
Aimi rupanya juga merasakan kenikmatan yang dirasakan Dio
"ah..."
__ADS_1
"Dio,..."
"Sakit...."
"Pelan saja" ujar Aimi pada Dio
"Iya kak"
"Maafkan aku kak"
"Semua hasrat ku telah aku masukkan ke dalam"
"Aku akan bertanggung jawab jika kakak hamil" ucap Dio dengan penuh keyakinan.
Aimi hanya mengangguk saja tanpa berkata apapun lagi. Pelayanan nya untuk Dio kali ini cukup menguras tenaganya.
Rasa capek mulai terasa bagi Aimi.
"Dio, aku sangat capek"
"Bolehkah aku tidur sebentar?"
"Satu jam saja" ucap Aimi pada Dio
"Ya kak"
"Tidurlah di dadaku"
"Aku akan menunggumu sampai kau bangun" ucap Dio pada Aimi.
Aimi langsung merebahkan diri di atas dada bidang Dio. Rasa hangat mulai dirasakan oleh Aimi.
Dio juga terlihat lelah saat itu. Nafasnya masih naik turun. Walau lelah, Dio merasakan kebahagiaan yang tiada tara.
Di luar hotel, tampak Indah sedang berjalan menuju ke sebuah kamar dimana Aimi dan Dio berada.
"Sepertinya, Dio pergi ke hotel ini"
__ADS_1
"Tapi, untuk apa dia ke sini?"
"Apa dia menemui Aldi?" gumam Indah penasaran