Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Rasa mulai ada


__ADS_3

Sita hanya diam mendengar pertanyaan Hendra yang begitu mengagetkan nya


"Ada apa Hendra mendadak ingin menemuiku?"


"Tak biasanya dia bersikap begitu" gumam Sita dalam hati


"Sita, kok diam saja?" tanya Hendra pada Sita


"Oh ya maaf Hendra"


"Aku lagi bingung aja" jawab Sita sekenanya


"Ya ya, aku paham posisi mu sekarang"


"Supaya kamu tidak suntuk, aku akan menemani mu hari ini Sita"


"Kau bisa menyampaikan keluh kesahmu sekarang" jawab Hendra memberikan semangat pada Sita


"Ya Hendra"


"Baiklah kalau begitu"


"Kita mau ketemuan di mana?" tanya Sita pada Hendra


"Kita ketemu di kafe tempat kita makan saat muda dulu, gimana?" tanya Hendra pada Sita


"Ya, aku setuju Hendra"


"Nanti malam, aku akan menemuimu disana"


"Tunggu aku ya?" ucap Sita pada Hendra

__ADS_1


"Ya, Sita" jawah Hendra


Setelah percakapan kedua manusia itu, akhirnya Sita dan Hendra menutup telepon mereka masing-masing


Percakapan itu menjadi awal mula rasa yang ada di hati Sita mulai ada untuk Hendra, namun Sita tak menyadarinya.


Tak terasa, waktu telah sore dan Sita mulai berdandan cantik malam itu. Sejenak Sita melupakan Beni yang telah tega menolak nya untuk beberapa kali.


Sita segera menaiki mobil nya karena Hendra sudah pasti menunggu nya di kafe


Ternyata, dugaan Sita benar tentang Hendra. Tampak sosok pria tampan memakai jaket dan kacamata hitam sedang duduk di kursi, dengan meja dengan nomor 14, dimana mereka akan janji bertemu di meja itu


"Hendra?"


"Sudah lama kau menungguku? tanya Sita pada Hendra


"Hem, begitulah Sita"


"Tidak terlalu lama kok" ucap Hendra pada Sita


"Ya, duduk lah"


"Aku sudah memesan minuman hangat untuk mu" ujar Hendra


Sita pun tersenyum senang merasakan perhatian seorang Hendra yang sangat besar kepadanya.


Mereka berdua pun terbuai akan cerita masing-masing hingga di sela-sela pembicaraan, Hendra menanyakan perihal Beni kepada Sita


"Sita, ngomong-ngomong, apakah kau telah meminta pertanggung jawaban pada Beni?" tanya Hendra penasaran


Sita yang mendengar pertanyaan Hendra sedikit terkejut dan sulit untuk mengeluarkan kata-kata

__ADS_1


"Ehm,, sudah lah Hendra"


"Jangan tanyakan hal itu kepadaku".


"Aku benci dengan dia" jawab Sita


Air mata Sita menetes waktu itu dan hal itu membuat Hendra bingung dibuatnya


"Sita, mengapa kau menangis?"


"Apakah Beni menyakitimu?" tanya Hendra pada Sita


Sita hanya diam tanpa berkata-kata lagi, hingga membuat Hendra kesal


"Sudahlah Sita, kau jangan menangis lagi"


"Jika Beni macam-macam sama kamu, aku tak segan untuk membunuhnya" ujar Hendra mencoba menenangkan hati Sita


"Sudahlah Hendra, jangan bicara lagi, cukup' jawab Sits menyeka air matanya


"Sita, sepertinya kondisi emosimu belum stabil, kalau begitu, bagaimana kalau aku pesan kan kamar di kafe ini?"


"Dengan begitu, kau bisa melupakan keluh kesah mu kepadaku" ucap Hendra


Sita pun mengangguk tands setuju dengan ajakan Hendra


Tak menunggu waktu lama, Hendra memesan satu kamar untuk mereka berdua


Mereka berdua pun menuju ke dalam kamar yang ada di kafe itu. Kafe itu termasuk kafe terlengkap di kota Baru. Sebuah kafe yang menyediakan kamar menginap untuk para pengunjung nya sehingga pengunjung yang dalam perjalanan jauh bisa menginap di tempat itu dengan biaya yang tak terlalu mahal.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2