Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Berusaha tenang


__ADS_3

"Baiklah kak kalau begitu"


"Aku balik dulu ya kak"


"Minggu depan aku akan datang kesini bersama Indah" ucap Dio pada Aimi


"Ya Dio" jawab Aimi pendek


"Permisi" Dio pun segera balik badan dan pergi meninggalkan butik Aimi


Aimi berusaha menjaga sikap nya karena tak ingin Beni cemburu jika dia bersikap lebih pada Dio. Begitu juga dengan Dio.


Dio tampak lihai dalam memainkan perannya. Dia berusaha seporfesional mungkin berbincang dengan Aimi yang masih berstatus istri orang.


"Oh ya Dio, tunggu sebentar" tiba-tiba Beni memanggil Dio yang saat itu berjalan meninggalkan butik.


"Oh ya mas Beni, ada apa?" tanya Dio penasaran


"Minggu depan kan Indah sama kamu mau datang ke butik ini?"


"Gimana kalau kita berempat berlibur bersama ke Bali?"


"Aku ingin refresing setelah banyak kejadian menimpa keluargaku" ajak Beni pada Dio


"Oh ya mas, aku turut senang kau mengajak ku"


"Kalau begitu, nanti aku sampaikan perihal ini pada Indah" jawab Dio


"Ya udah Dio" jawab Beni


Setelah percakapan itu selesai, Dio benar-benar pergi dari butik Aimi. Sebelum pergi meninggalkan butik, tampak Dio memadang ke arah Aimi begitu juga dengan Aimi.


Tatapan mereka mengalami penyatuan seakan memberikan kode penuh misteri.


Sesaat setelah kepergian Dio, situasi menjadi hening kembali. Aimi juga telah menenangkan dirinya dan beradaptasi dengan sikap Beni yang sedikit melunak. Hari itu adalah hari dimana rumah tangga Aimi sedikit tenang. Tak ada konflik yang berarti.


Di mobil, Dio tersenyum sendiri karena melihat respon Aimi kepadanya sudah membaik.


Dio merasakan suatu hal yang tak biasa dia artikan. Entah apa itu.


Hari berganti hari, tak terasa waktu sudah seminggu. Besok Indah akan datang di rumah Dio bersama orang tuanya untuk membicarakan pertunangannya dengan Dio yang tinggal menunggu hari.


Beni mulai mengosongkan jadwal nya besok, karena dirinya akan berjalan ke bali bersama Aimi, Dio dan Indah.


Sementara itu, di tempat lain dio juga melakukan hal yang sama. Dio mulai mengosongkan jadwal nya dan mengambil jatah cutinya sehari di rumah sakit tempat dia bekerja.


Sehari sudah dilalui dengan baik, Indah akhirnya datang ke rumah Dio bersama orang tuanya .


Mereka pun berbincang mengenai pertunangan mereka.


"Gimana Dio?"

__ADS_1


"Apa kau sudah menelepon pihak butik?" tanya Indah tak sabar ingin mencoba gaun pertunangan yang mereka pesan.


"Ya, aku sudah menghubungi pihak butik"


"Oh ya Indah, rencana suaminya kak Aimi akan mengajak kita jalan-jalan ke Bali besok"


"Apa kau mau?" tanya Dio memberi penawaran pada Indah


"Ya Dio, aku mau-mau saja"


"Justru aku sangat senang kau mengajak ku jalan-jalan"


"Sudah sekian lama kau tak pernah mengajak ku jalan-jalan" ucap Indah dengan perasaan berbunga-bunga


"Yasudah"


"Kalau begitu, kita ke butik kak Aimi sekarang ya" ajak Dio pada Indah


"Ayo Dio" jawab Indah


Indah tak tahu jika Aimi adalah mantan pacar Dio dahulu. Padahal sebelum nya Indah sempat melihat foto Dio dan Aimi yang vulgar. Namun sepertinya Indah lupa kalau yang di foto itu adalah Aimi dan Dio.


Wajar saja Indah tak mengenali nya karena memang saat itu Dio dan Aimi masih muda, dan wajah Aimi juga mengalami perubahan dari yang semula imut menjadi wajah keibuan.


Indah dan Dio akhirnya pergi ke butik Aimi dan saat itu hari masih pagi sekitar jam 08.00.


Sementara itu, di butik milik Aimi, terlihat Aimi sudah duduk di meja kerjanya. Aimi mulai mendesain berbagai model baju yang merupakan keahliannya.


Di rumah sakit kusuma bangsa, Beni bekerja seperti biasa. Sita yang sedari tadi menunggu kedatangan Beni mulai gencar mendekati Beni lagi


"Mas Beni, hari selasa kemarin mas Beni gak masuk ya?"


"Aku mencari mas Beni di ruangan gak ada" tanya Sita penasaran


"Ya Sita"


"Aku nemenin istriku di butik nya" ucap Beni santai


"Oh, emang mas Beni sudah baikan lagi dengan Aimi?" tanya Sita penasaran


"Ya begitulah"


"Aimi sedikit berbeda dari sebelumnya"


"Entahlah" ucap Beni


Di saat Beni sedang galau, Sita mulai masuk memberikan masukan yang membuat Beni makin panas dan cemburu pada Aimi


"Mas Beni, jika wanita sudah tak peduli lagi biasanya dia mempunyai lelaki lain" ujar Sita mencoba mempengaruhi Beni.


Beni yang mendengar ucapan Sita makin panas saja dibuatnya. Karena merasa tak nyaman, Beni pergi menghindar dari Sita dan mencoba menelepon Aimi.

__ADS_1


Saat Beni menelepon, Aimi berada di butik miliknya. Dia bersantai sambil membayang kan kisahnya bersama Dio di masa lampau. Saat itu Aimi sedang di culik oleh Tania mantan pacar Alex.


"Kemana ya kak Tania?"


"Gimana kabarnya sekarang?"


"Alex telah meninggal, pastinya aku dan kak Tania tak ada dendam lagi" gumam Aimi dalam hati.


Telepon dari Beni rupanya tak diangkat oleh Aimi karena ponsel Aimi sedang di silent oleh Aimi.


Saat ini memang Aimi sedang ingin bersantai, tak ingin ada orang menelepon nya, termasuk Dio.


"Kemana sih Aimi"


"Bukankah sekarang dia di butik?"


"Mengapa dia gak mengangkat telepon ku?" gumam Beni menggerutu kesal.


Beni pun melampiaskan nya dengan melempar apa saja yang ada di meja kerjanya.


"Mas Beni"


"Tenanglah" kata Sita.


Sita pun pergi sejenak meninggalkan Beni, dan sepuluh menit kemudian, Sita membawa segelas teh hangat untuk Beni.


"Ini aku buatkan teh hangat untukmu" ucap Sita sambil membawa segelas teh hangat yang baru saja dia buat


"Makasih Sita"


"Sejak dulu, kau selalu tahu yang aku mau" ujar Beni memuji Sita


Setelah hati Beni sedikit tenang, Sita mulai memijit pundak Beni


"Mas Beni, mungkin mas Beni merasa pegal badannya"


"Sini aku pijitin" ujar Sita memberikan penawaran pada Beni


Beni pun menuruti apa kata Sita. Tangan Sita yang lembut mulai memijit bahu Beni hingga Beni merasakan kenyamanan.


Sosok Beni yang tak pernah mendapat perhatian seperti itu dari istrinya kini mendapatkan nya dari Sita.


"Enak mas?" tanya Sita basa - basi


"Ya enak lanjutkan" ucap Beni sambil tiduran di kursi


Sita pun melanjutkan nya. Cincin warna merah yang dipakai Sita rupanya telah masuk terlalu di dalam tubuh Beni sehingga Beni mulai sedikit demi sedikit selalu curiga pada Aimi.


Begitu juga dengan Aimi. Karena pengaruh pelet gendam sukma milik Sita, Aimi mulai tak bernafsu dengan Beni.


Namun sampai saat itu, perasaan Beni terhadap Aimi tak berubah sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2