
Kedua manusia itu akhirnya masuk ke dalam kamar yang tak begitu luas tapi nyaman.
"Sita, duduklah di sini"
"Ceritakanlah semuanya kepadaku"
"Aku tak mau kau larut dalam kesedihan"
"Kasihan bayi yang ada di rahim mu"
"Aku sebagai ayah biologis nya, tak mau jika janin itu kenapa-napa" ujar Hendra sambil membelai rambut Sita pelan-pelan.
Mendengar ucapan dari Hendra yang menyejukkan hatinya, Sita mulai menangis tanpa henti. Air matanya tercurah kala itu.
Sambil menangis, Sita menceritakan semuanya pada Hendra mengenai apa yang dialaminya selama bersama Beni
"Hendra, mas Beni sepertinya tak menginginkan aku lagi"
"Walaupun aku hamil, dia tak mau mempertanggung jawabkan kehamilan ku"
"Tapi, aku tak kan menyerah"
"Lebih baik aku mati jika sampai mas Beni tak aku dapatkan" ujar Sita pada Hendra
"Sita, kau tak boleh bicara seperti itu"
"Lihatlah di depanmu"
"Ada aku yang akan selalu menjaga mu"
"Aku tak kan membiarkan Beni menyakiti mu"
"Apa sekarang aku menemui Beni dan membantu kamu?" tanya Hendra pada Sita
__ADS_1
Raut muka Hendra menunjukkan wajah yang kesal dan marah atas kelakuan Beni terhadap Sita
"Awas saja kau Beni"
"Kalau terjadi apa-apa dengannya, kau orang pertama yang akan aku habisi" gumam Hendra dalam hati.
"Jangan Hendra"
"Sudahlah"
"Aku akan berusaha lagi kali ini"
"Kau tak usah ikut campur" pinta Sita pada Hendra
"Baiklah Sita"
"Tapi, jika ada apa-apa denganmu, jangan sungkan - sungkan untuk memanggilku"
Hati Sita sedikit lega, mendengar ucapan Hendra. Timbul getaran aneh dalam hatinya ketika melihat wajah Hendra yang teduh.
Air mata Sita rupanya telah berhenti menetes.
"Hendra, apa boleh aku memelukmu?" tanya Sita pada Hendra
"Hah, apa benar yang Sita katakan?"
"Dia ingin memelukku?" gumam Hendra sambil terus memandang wajah cantik Sita yang saat itu tepat dihadapannya
"Ehm, boleh selama itu menenangkan hatimu Sita" jawab Hendra
.
Tubuh Hendra yang gagah itu akhirnya memeluk Sita, wanita yang diam-diam mulai dicintai nya karena sikap bodohnya itu.
__ADS_1
Pelukan Hendra rupanya mulai menghangatkan gairah Sita yang saat itu sedang hamil muda...
"Hendra, suasana disini sangat panas" ucap Sita sambil mencari tombol ac ruangan
"Nah, ketemu" jawab Sita tersenyum kegirangan
Tombol ac mulai dihidupkan oleh Sita sehingga ruangan itu berubah menjadi segar, tidak panas lagi.
Hendra dengan tatapan penuh gairah mulai melihat tubuh Sita yang sangat seksi saat itu.
Tanpa sadar, Hendra langsung membuka pakaian Sita satu persatu tanpa meminta ijin pada Sita terlebih dahulu.
"Hendra, apa yang kau lakukan?" tanya Sita pada Hendra
"Sita, diamlah"
"Aku akan membahagiakan mu malam ini" jawab Hendra sambil terus menggerayangi tubuh Sita yang indah itu
"Hentikan Hendra"
"Aku sedang hamil" ucap Sita lirih
"Sita, aku akan melakukan nya pelan-pelan saja"
"Aku akan membuat mu nyaman" jawab Hendra
Mendengar ucapan Hendra yang sedikit menenangkan nya, akhirnya sita pasrah pada Hendra untuk kedua kalinya.
Namun, rasa pasrah ini berbeda dengan saat pertama kali dia bercinta dengan Hendra
Rasa pasrah kali ini, lebih ke perasaan aneh yang mulai merasuk dalam alam pikirannya namun Sita tak mengetahui perasaan apa itu.
Pelan tapi pasti, seluruh pakaian yang dikenakan oleh keduanya terlepas..
__ADS_1