
Di tempat lain, Dio dan Indah akhirnya telah sampai di negara korea. Banyak hal menarik yang sebetulnya bisa dilihat di sana.
"Indah, ayo kita menuju ke hotel"
"Aku sudah memesan hotel jauh-jauh hari" ucap Dio sambil menatap ke arah Indah
Tatapan Dio terlihat kosong, tak sama dengan tatapan saat pacaran dahulu. Saat Dio belum bertemu dengan Aimi.
"Oh ya, kok kamu tidak berdiskusi dengan ku dulu?"
"Kau tak meminta pendapatku terlebih dahulu Dio?" tanya Indah sedikit kesal.
"Sudahlah Indah"
"Aku sudah berdiskusi dengan Aldi, teman ku" ucap Dio pada Indah
Mendegar nama Aldi, Indah mulai sedikit mengingat nya.
"Oh, Aldi teman kampus kita dahulu?"
"Dia kerja di Korea rupanya"
"Mengapa kau tak mengatakannya kepadaku sejak awal sih, kalau kamu masih berkomunikasi dengan Aldi?" tanya Indah penasaran
"Sudahlah Indah"
"Kalau aku bercerita kepadamu, memangnya untuk apa?"
"Gak penting juga" jawab Dio pendek
"Yasudah lah"
"Berbincang dengan mu lama-lama bikin aku boring Dio" ucap Indah kesal
Dio tersenyum tipis melihat Indah yang kesal kepadanya.
Mereka berdua akhirnya berjalan bersama hingga tak terasa, mereka berdua telah sampai di hotel tempat yang akan mereka gunakan untuk menginap
Sesampai di hotel, Indah langsung duduk di kursi sementara itu, Dio masih sibuk dengan ponselnya
Tiba-tiba, bel berbunyi dan Dio langsung tahu siapa yang datang ke hotel nya
"Wah, pasto Aldi datang menemuiku" gumam Dio
__ADS_1
Dio pun segera membuka pintu hotel nya
"Hallo, Dio"
"Kau pasti menunggu ku sejak tadi ya?" ucap Aldi sambil tersenyum lepas.
"Hai, ternyata kamu Aldi"
"Aku memang sudah menunggumu sejak tadi" ucap Dio sambil memeluk sosok Aldi yang merupakan kawan lamanya itu
"Wew, Indah badan kamu tetap kurus saja" ledek Aldi pada Indah
"Emang, Dio sering memarahimu?" tanya Aldi keheranan karena dulu, saat kuliah Indah mempunyai wajah yang lumayan cantik di kampusnya.
Namun, kali ini, dia melihat Indah sudah sangat berbeda dari biasanya.
Indah yang sekarang terlihat semakin kurus dengan mata yang cowong.
"Yah, aku emang sering tengkar ama Dio"
"Puas kau Aldi?" ucap Indah sambil menjewer telinga Aldi
"Eh, kau ini"
Aldi pun langsung duduk di ruangan hotel itu. Sambil berbincang dengan Dio, Aldi meminum minuman yang sudah dihidangkan di meja kamar hotel.
"Aldi, bagaimana rasanya kerja di korea?"
"Sudah lama kau bekerja di sini"
"Mengapa kau tak segera menikah saja" tanya Dio penasaran
"Soal pernikahan, aku akan memikirkannya nanti
"Sekarang, aku akan mencari uang untuk membiayai istriku nanto" ujar Aldi sambil memainkan ponsel nya
"Kalau menikah jangan ditunda-tunda"
"Apakah kau gay?"
"Jadi gak menikah"
"Nunggu seorang lelaki datang melamarmu" ejek Dio pada Aldi
__ADS_1
"Hei, kau ni bisa aja"
"Tunggu saja"
"Sepertinya akan ada kejutan buat kalian semua" ujar Aldi tertawa lebar
"Yah, Sudahlah kalau begitu"
"Jangan bahas lagi" ucap Aldi
"Baiklah kalau begitu, aku akan pulang dulu karena akan ada yang akan aku lakukan di rumah" ucap Aldi pendek
"Hah, emang mau ngapain di rumah ?"
"Bukankah kau hanya sendirian saja?"
"Apa tidak boring di rumah saja tanpa teman?"
"Aku ikut dengan mu saja deh" ucap Dio pada Aldi
"Oh, boleh"
"Indah, apa kau mau ikut kami?" tanya Aldi pada Indah
"enggak ah"
"Aku lagi malas"
"Kalian berdua pergi saja"
"Nanti jangan lupa bawa oleh-oleh buat aku ya?" pinta Indah berbasa-basi.
"Yaudah deh"
"Emang sebaiknya kau tak perlu ikut Indah"
"Cuaca saat ini sedang dingin"
"Kalau mau jalan-jalan besok saja bareng Dio"
"Aku tak perlu ikut karena hanya akan membuat aku gigit jari" ujar Aldi bercanda
Akhirnya Dio dan Aldi pergi meninggalkan Indah di hotel. Mereka berdua pergi menuju ke rumah Aldi yang letaknya tak jauh dari hotel tempat Dio menginap.
__ADS_1
Dio tak tahu jika sebentar lagi dia akan melihat sosok wanita yang selama ini dia cari. Sosok wanita yang telah meregut kecupan manis di bibirnya, dan tak bisa hilang sampai saat ini.