
Kecurigaan yang dialami Beni ada benarnya juga. Saat Aimi hendak pulang, Aldi membantu menyiapkan barang-barang milik Aimi sampai selesai.
Hingga akhirnya Aimi dan Beni benar-benar menyatakan pamit pada Aldi sang tuan rumah. Aldi pun mengiyakan saja tanpa banyak kata-kata lagi.
Sementara itu, Dio yang ada di dalam kamar Aldi terlihat sangat gelisah. Dirinya merasakan kehilangan yang amat sangat.
"Mengapa harus Beni yang datang menemui Aimi?" Mengapa aku terlambat kesini untuk menjemput Aimi?" gumam Dio terus saja meenggerutu dalam hati penuh penyesalan.
Hingga pada akhirnya, Beni dan Aimi benar-benar pergi dari rumah Aldi.
Saat Aimi dan Beni telah pergi meninggalkan rumah Aldi, Dio pun keluar dari kamar persembunyian nya.
"Aldi, Apa Beni sudah membawa Aimi pulang?" tanya Dio sambil mengintip di balik jendela rumah Aldi.
"Yah, benar sekali" Emangnya kenapa kalau Aimi pulang?" Bukankah bersama suaminya?" tanya Aldi berusaha melihat respon Dio ketika menanggapi ucapannya itu.
Dio berusaha tak memperlihatkan sikap nya yang sangat terpukul atas kepergian Aimi yang amat mendadak itu.
__ADS_1
"Oh, gak apa apa" Syukurlah kalau begitu" ucap Dio pada Aldi.
Setelah berkata demikian, Dio bergegas pamit untuk pulang juga ke Indonesia.
"Aldi, aku juga akan kembali ke Indonesia ya, banyak pasien ku yang menunggu ku" ucap Dio pada Aldi.
"Loh, kok terburu-buru?" bukankah kau ke sini ingin merayakan ulang tahun ku?" tanya Aldi pada Dio
"Ya, sih" tenang saja, nanti aja kita rayakan" Aku sedang sibuk" jawab Dio pendek
"Yaudahlah, kabari aku jika kau telah sampai ke Indonesia" Aku ingin berkunjung ke sana jika aku mendapat libur dari rumah sakit tempat ku bekerja" ucap Aldi pada Dio
"Ehm, aku ingin main-main saja sekaligus ingin tahu Aimi tuh gimana kabarnya" ucap Aldi memancing Dio apakah cemburu padanya ataukan hanya perasaan nya saja.
Mendengar ucapan Aldi yang makin ngelantur, Dio pun menjawab
"Hei, jangan begitu, Aimi udah bersuami, cari aja cewek lain" Di tempat ku banyak dokter atau perawat yang belum menikah" ucap Dio pada Aldi.
__ADS_1
"Yah, biarlah kalau masalah jodoh aku pikirkan nanti saja" ucap Aldi mengalihkan pembincaraan setelah tau sikap Dio kepadanya ketika dia mengungkit nama Aimi.
Sementara itu, di tempat lain, Beni dan Aimi pulang bersama menuju Indonesia. Aimi selalu memalingkan wajahnya ke arah lain ketika Beni hendak berbincang dengannya.
Hingga saat di pesawat, Beni memegang tangan Aimi erat-erat dan berkata
"Aimi, apa kau sudah tak cinta aku lagi?" Kau ingat pertama kali kau menikah dengan ku?" Kau akan berusaha mencintaiku sepenuh hati"
"Aimi, aku ingin punya anak dengan mu" ucap Beni sambil berbisik
Aimi hanya diam mendengar perkataan Beni yang terlihat mulai mesra dengannya. Walau Aimi hanya diam, Beni berusaha bersabar saat itu karena tak ingin kehilangan Aimi untuk kedua kalinya.
Tekat Beni sudah bulat yaitu dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Aimi.
Tak terasa perjalanan Beni dan Aimi ke Indonesia telah sampai tanpa halangan apapun. Sesampai di rumah, terlihat pak Sarto yang merupakan satpam pribadi Beni membukakan pintu.
"Nyonya Aimi, sudah pulang rupanya, ayo nyonya masuk lah" Tuan Beni selalu berusaha mencari nyonya sejak nyonya dikabarkan hilang" ucap Sarto berbasa-basi.
__ADS_1
Aimi pun masuk ke dalam rumah nya. Rumah yang sangat ditakuti nya karena ulah Beni di masa lalu