Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
gelisah


__ADS_3

"Oh ya agnes"


"Observasi saja, berikan terapi amoxcillin 500 mg 3x1, ama tablet fe aja 2x1, selebihnya nanti aku ke sana untuk melihat kondisinya" jawab Dio pendek.


"Baik dokter, terimakasih" jawab agnes.


Agnes segera menutup telepon nya begitu juga dengan Dio.


Setelah perbincangan itu, Dio segera kembali masuk ke dalam mobil nya dan pergi meninggalkan Indah.


Indah hanya melihat kepergian Dio dengan tatapan sayu.


Satu bulan kemudian, Di tempat lain, Sita dan Beni berada dalam satu ruangan.


Mereka terlihat sangat serius membicarakan sesuatu.


"Mas beni, aku benar-benar hamil"


"Sekarang, aku minta kau mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu" ujar Sita pada Beni.


Wajah Beni menunjukkan raut wajah yang tidak suka. Dirinya merasa bahwa dia tak melakukan apapun di klub itu.


Namun, Beni tak bisa mengelak karena Sita membuktikan kehamilan nya dihadapan Beni.


"Sita, biarlah aku berpikir dulu"


"Aku tak mau gegabah mengambil keputusan" jawab Beni


Beni segera meninggalkan Sita sendirian di ruangan itu. Tampak raut wajah Beni menunjukkan kegelisahan yang mendalam.

__ADS_1


Beni mulai membuka ponsel nya. Dirinya seperti mencari nomor seseorang yang saat itu sangat dibutuhkan nya.


"Yah, ini nomornya" gumam Beni sambil mencoba melakukan panggilan.


"Ya, hallo" jawab Hana menanggapi panggilan dari Beni


"Hana, aku minta tolong sama kamu"


"Aku akan memberikan kamu uang lebih jika kau bisa membantuku" pinta Beni dengan nada lirih


"Ya, mas Beni"


"Aku akan membantumu selagi aku bisa" jawab Hana santai.


Hana, aku telah dijebak oleh Sita"


"Kau ingat ada seorang wanita yang pernah bersamaku saat di club?"


"Ehm, ya Beni"


"Waktu itu aku ada kepentingan mendadak sehingga aku meninggalkan kamu yang saat itu masih mabuk" ucap Hana berbohong.


Hana berusaha menutupi apa yang sebenarnya terjadi pada Beni waktu itu karena Sita telah membayar lebih untuk nya.


"Hana, kau jangan bohong kepadaku"


"Kau adalah orang yang selalu aku percayai"


"Jangan sampai kepercayaan ku hilang padamu" ucap Beni mencoba memaksa agar Hana memberikan penjelasan yang lebih rinci lagi karena dirinya masih tak percaya dengan penjelasan dari Hana.

__ADS_1


Hana mulai berpikir keras waktu itu. Walau hati kecil nya ingin membantu Beni mengatasi permasalahan ini, namun hatinya masih berat karena kata-kata Sita waktu itu berharap agar rahasia ini ditutup rapat selamanya.


"Ehm, eh" jawab Hana gugup


"Hana?"


"Ayo katakan?"


"Apa kau sedang diancam oleh Sita?" tanya Beni penasaran


Beni mulai merasa ada yang ganjil dengan perkataan Hana yang mulai ngelantur.


Karena tak ingin Beni bertanya macam-macam kepadanya, Hana segera menutup teleponnya.


"Hah, dasar hana"


Beni mencoba melakukan panggilan lagi pada Hana namun hasil nya nihil. Tiba-tiba saja ponsel hana sedang diluar jangkauan.


"Ah, sial sekali aku hari ini"


"Awas saja kau Hana"


"Aku akan mencari kamu sampai dapat"


"Kalau bisa, aku akan mengerahkan kepolisian untuk membuka mulut kamu" gumam Beni kesal.


Karena Hana tak kunjung mengaktifkan ponselnya, Beni segera pergi menuju ke tempat parkir.


Dirinya berusaha mencari keberadaan Hana saat itu juga karena jika tak dilakukan sekarang, dia akan kehilangan jejak Hana.

__ADS_1


Sebelum pergi, Beni terlebih dahulu menghubungi asisten nya agar menghandel semua pekerjaan nya di rumah sakit.


__ADS_2