
Beni merupakan pria yang nekat. Hanya beberapa menit saja setelah menelepon Hana, Beni dengan kemarahan yang memuncak telah sampai di rumah Hana.
Dengan mimik yang tidak sabar, Beni mulai mengetuk pintu Hana yang saat itu tertutup rapat.
Di dalam rumah, Hana terlihat kebingungan. Dari luar tampak Beni sedang menunggu nya dan seperti hendak menerkamnya.
"Waduh bagaimana ini?"
"Aku tak bisa lari dari Beni"
"Cepat sekali dia ke sini?" gumam Hana sambil terus melihat Beni yang tetap bertahan menunggu dirinya di depan rumahnya.
"Hana"
"Cepat keluar"
"Aku tahu kau ada di dalam" panggil Beni dengan nada suara yang sedikit keras
Rumah Hana yang jauh dari tetangga membuat Beni dengan leluasa berteriak tanpa ada yang terganggu selaim Hana sendiri.
Karena Beni tak kunjung pergi dari rumahnya, Akhirnya Hana memberanikan diri untuk menemui Beni sendirian.
Hana pun segera membukakan pintu untuk Beni.
"Ceklek" pintu rumah Hana terbuka.
Tampak Beni dengan raut muka yang garang memandang Hana sinis.
"Ya mas Beni?" jawab Hana gugup.
Dengan kasar, Beni menyentuh tangan Hana dan mengatakan suatu hal yang membuat Hana takut setengah mati
"Jika kau tak mengatakan hal yang sebenarnya, aku akan lapor pads pemilik klub bahwa kau telah menipuku" ucap Beni geram
"Lihatlah kau"
__ADS_1
"Usia mu sudah tak muda lagi"
"Jika kau dipecat karena hal ini, kau akan hidup miskin" ucap Beni memberikan ancaman.
"Loh, mas Beni"
"Apakah kau punya bukti hingga kau menuduhku seperti ini?" tanya Hana pada Beni
"Ya, aku punya bukti"
"Aku akan menghubungi pihak keamanan klub dan meminta bukti cctv disana"
"Walau di dalam kamar tak ada bukti cctv, tapi di pintu keluar pasti ada"
"Di sana, pasti ada jejak mu yang keluar kamar tanpa meminta ijin kepadaku" ujar Beni pada Hana.
"Ingat Hana"
"Aku juga akan meminta uang ganti rugi kepadamu jika memang terbukti kau yang salah"
"Tapi, kau malah meninggalkan aku sebelum pagi menjelang" ucap Beni panjang lebar.
"Mas Beni, sudah cukup"
"Jangan mengomel lagi"
"Baiklah"
"Aku akan mengatakan semuanya" ucap Hana dengan suara bergetar
Hana sangat takut dengan ancaman Sita yang tidak main-main kepadanya.
Jika rahasia itu bocor, Hana akan mendapatkan teror darinya.
"Mas Beni"
__ADS_1
"Apakah kau sanggup melindungi aku jika aku menceritakan semuanya?" tanya Hana sebelum dirinya menceritakan perihal tentang Sita
"Ya Hana"
"Aku akan meminta Rudi untuk menjagamu nantinya jika kau mendapatkan ancaman dari Sita" ucap Beni memberi jaminan pada Hana.
"Baiklah Mas"
"Aku akan menceritakan semuanya, tanpa ada yang aku tutupi"
"Oh ya, sebelumnya, kau transfer uang dulu kepadaku"
"Informasi yang aku miliki ada nominal nya" ujar Hana mencoba memeras Beni
"Ahz kau ini"
"Ya, aku akan memberikan sejumlah uang kepadamu"
"Tapi, uang itu akan ku transfer ketika kau sudah menceritakan semuanya tentang Sita.
"Apa kau tak percaya kepadaku?"
"Sudah lama aku menjadi pelanggan mu"
"Apakah aku pernah terlambat memberikan kamu upah?" tanya Beni pada Hana.
"aehmz ya mas Beni"
"Aku percaya padamu" jawab Hana pendek
Setelah berkata demikian, Hana mulai menceritakan satu persatu kejadian yang menimpa Beni saat Beni mabuk.
Setiap cerita yang terucap di mulut Hana, tak ada yang ditambahi ataupun dikurangi.
Semua sesuai dengan apa yang dialami nya
__ADS_1