Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Teringat ciuman pertama kak Aimi


__ADS_3

Flas back (ciuman pertama)


"Iya kakak, Dio bawakan pisang goreng, ibuku tadi goreng pisang, dan ternyata kebanyakan, buat kakak aja deh, lagian aku sudah kenyang nih".


Dio berbicara sambil membawa pisang goreng yang akan dia berikan pada Aimi. Tiba-tiba Dio terjatuh ke arah Aimi karena tersandung sesuatu.


"Bruk"..


Bibir Dio yang berwarna merah jambu itu menempel di bibir Aimi tanpa sengaja.


Posisi Dio tepat di atas tubuh Aimi, dan Aimi tertindih tubuh Dio si anak brondong itu.


Getaran di hati Aimi maupun Dio tak terbendung kala itu. Walau mereka berdua sama-sama tak sengaja, tapi momen itu sangat pas untuk mereka jika memang benar saling suka.


Dengan gerak reflek, Aimi menyingkirkan Dio dari tubuhnya sambil berkata ketus.


"Ih Dio, kamu nih gak hati-hati kalau berjalan ya"? Ucap Aimi.


Dio langsung menjawab


"Ah kakak, maaf deh".


"Aku tidak sengaja nih" Ucap Dio lirih.


"Kak Aimi, Ini adalah ciuman pertamaku. "Kakak sudah ambil perjaka ku" Ucap Dio.


Dio dengan wajah cemberut menuduh Aimi yang saat itu sedang bengong.


"Apa Dio, kamu belum pernah berciuman dengan cewek"? Aimi mulai bertanya pada Dio dengan nada mengejek.


"Iya kak Aimi, aku ini masih perjaka".


"Kak Aimi harus tanggung jawab ya"?


Ucap dio sambil memandang Aimi dengan manja.


Aimi berusaha mempertahankan pendapatnya dan berkata pada Dio.


"Kenapa kakak harus tanggung jawab"?


"ini kan hanya berciuman tak sengaja"?


"Lagian kita tidak melakukan penyatuan tubuh Dio"?


Dengan ucapan Aimi yang panjang lebar ternyata Dio banyak saja alasannya.


"Ih kakak nih, bukan nya bibir Dio sudah menempel di bibir kakak, berati kita sudah melakukan penyatuan tubuh"?


"Kan nempel"? Ucap Dio tak mau kalah.


"Wah Dio, bukan itu yang kakak maksud".


Aimi mencoba menjelaskan


"Terus apa kak"?

__ADS_1


Dio pura pura bertanya pada Aimi, padahal sebenarnya Dio ingin mempermainkan dan bercanda saja dengan Aimi.


Akhirnya Aimi menjawab


"Sudah lah walau aku ceritakan, kamu pastinya sudah paham tapi sok gak paham" Ucap Aimi.


"Iya kakak, tapi karena ciuman itu hati Dio bergetar nih". Dengan polosnya Dio mengungkapkan sesuatu yang mengarah pada kekagumannya pada sosok Aimi, dan itu membuat hati Aimi bergetar walau sedikit.


Aimi tak menyangka juga jika seorang Dio berani benar mengatakan itu padahal usia Aimi 4 tahun jauh lebih tua dari dia.


"Apa anak anak disini emang seperti ini karakternya, bebas bicara apapun dan mengekspresikan diri pada orang yang lebih tua"? Kata ini yang terbesit di hati Aimi.


"Hei kak Aimi, kok bengong lagi, maaf deh kak, Dio gak sopan ya"?


Dio mulai mendekat dan duduk di samping Aimi yang saat itu lagi membayangkan segala hal tak tentu arah.


Aimi segera mencubit hidung Dio dan membuat warna hidung Dio menjadi merah seperti tomat.


"Iya Dio, kamu gak sopan banget deh" Ucap Aimi.


"Aduh kakak, sakit nih".


Dio meringis kesakitan karena Aimi mencubit hidungnya dengan sangat keras.


Setelah berdebat sambil bercanda, Hp Aimi berbunyi dan ternyata telepon dari Alex (suami pertama Aimi sebelum bersama Beni)


Sebentar Dio, nih aku dapat telepon dari kak Alex, dia mau main kesini dan nanti sore dia sudah sampai. Aimi segera menjauh dari Dio karena awalnya mereka duduk saling berdekatan.


"Siapa kak Alex "? pacar kak Aimi"? Dio dengan segenap keberaniannya bertanya pada Aimi.


"Dibilang pacar bukan, dibilang bukan pacar ya tidak juga, tengah-tengah atau bisa dikatakan bimbang Dio.


"Pokoknya gak tau deh Dio, ini urusan orang dewasa".


"Kamu gak perlu tau" Ucap Aimi.


Setelah menjawab semua pertanyaan Dio


Aimi segera mengangkat telepon dari Alex.


"Halo kak Alex, sudah sampai mana"? Tanya Aimi.


"Aku sampai kota Naga, mungkin 4 jam lagi sampai" Ucap Alex.


"Oh ya kakak, Aimi tunggu ya, nanti Aimi jemput di terminal" Ucap Aimi.


"Iya Aimi, muach" Ucap Alex.


Alex memberi ciuman jauh untuk Aimi yang sangat dicintainya itu.


Aimi segera membalas ciuman jauh juga tanpa berpikir panjang.


"Muach" Ucap Aimi.


Ternyata Dio mendengar apa yang dibicarakan oleh Aimi dan Alex.

__ADS_1


Setelah Aimi menutup teleponnya, Dio segera mendekati Aimi lagi dan berkata


"Kak Aimi jahat, selesai ambil perjaka ku, kakak mau bertemu sama cowok lain"?.


"Pokonya Dio tidak rela"! Ucap Dio.


Dengan nada manja Aimi membalas ucapan Dio.


"Wah Dio kamu ngelantur saja ngomongnya" Ucap Aimi.


Dio berusaha merayu Aimi lagi


"Iya kakak, Dio hanya mengungkapkan kata hati Dio yang terdalam" Ucap Dio.


Aimi segera memberikan solusi pada Dio yang saat itu berusaha mengungkapkan kata gombal untuknya.


"Yaudah nanti gantian supaya adil".


"Kalau temen cowok kakak sudah pulang, kakak mau ajak Dio nonton bioskop deh" Ucap Aimi berjanji pada Dio.


Dengan semangat Dio langsung menjawab ajakan Aimi.


"Janji ya kak" Ucap Dio.


"Iya kakak janji Dio". Aimi memberi janji pada Dio si anak brondong manis itu, dan Dio terlihat sangat senang dengan janji yang diucapkan Aimi.


"Oke kak Aimi, Dio balik ke kamar dulu ya, kabari Dio kalau kakak mau jemput kak Alex" Ucap Dio.


"Oh ya, Jangan lupa nanti kenalin Dio pada kak Alex ya"? Ucap Dio lagi.


"Dio pengen tau kak Alex itu seperti apa sih" Ucap Dio.


"Bikin Dio penasaran saja" Ucap Dio.


"Cowok yang bisa mengambil hati kak Aimi ini pastinya tampan" Ucap Dio pada Aimi.


"Oke Dio tenang saja nanti kakak kenalin deh", jangan tunjukkan kalau kamu sangat akrab denganku ya"? Ucap Aimi.


"Nanti kak Alex cemburu"! Ungkap Aimi pada Dio.


"Tenang kakak, dijamin deh, Dio jadi adik yang baik untuk kak Aimi" Ucap Dio.


"Dio akan menjaga nama baik kak Aimi di depan kak Alex" Ucap Dio. Setelah itu sambil tersenyum Dio beranjak pergi dari kamar Aimi.


"Dasar Dio" Ucap Aimi.


Setelah itu, Aimi segera menutup pintu kamarnya.


Kembali ke cerita awal


Kenangan ciuman pertama yang membekas di hati Dio tak bisa hilang begitu saja. Aimi yang sangat berpengalaman dalam bermain lelaki di masa mudanya dulu membuatnya biasa saja tapi tidak dengan Dio.


Dio merasa hal itu sangat spesial baginya sampai sekarang. Kesabaran Dio menunggu Aimi patut di acungkan jempol. Mulai dari suami pertama Aimi yaitU Alex, Dio dengan setia tetap menjadi teman baik Aimi dna menjaga Aimi kala itu. Pernikahan Aimi yang hanya setahun akibat Alex meninggal terlebih dahulu membuat Dio bersemangat lagi mengejar Aimi.


Namun, lagi-lagi semangat itu kandas setelah Aimi dipaksa orang tuanya untuk menerima lamaran dokter Beni, suami Aimi yang sekarang

__ADS_1


__ADS_2