Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
sebuah gairah tak terbendung


__ADS_3

Setelah berbincang-bincang dengan Aldi dalam waktu yang cukup lama, Dio meminta ijin untuk kembali ke hotel nya. Sebelum pulang, Dio berpesan pada Aldi agar Aldi menjaga Aimi baik-baik dan meminta agar Aldi merahasiakan keberadaan Aimi pada siapapun.


"Aldi, aku harap kau merahasiakan keberadaan Aimi pada siapapun, termasuk Indah" ucap Dio pada Aldi


"Emang kenapa Dio?" tanya Aldi penasaran


"Sudahlah"


"Kau tak perlu tahu"


"Aku hanya memohon itu saja kepadamu" ucap Dio pada Aldi


Setelah berkata demikian, Dio pergi meninggalkan Aldi dengan sejuta pertanyaan yang masih ada di dalam hati Aldi.


"Ada apa dengan Dio?"


"Mengapa dia begitu canggung berada di depan Aimi?"


"Apa mungkin mereka berdua memiliki hubungan spesial?"


"Kalau iya, mengapa Dio memanggil Aimi dengan kata kakak?" gumam Aldi sambil terus berpikir


Dio masih menahan diri untuk tidak bertanya terlalu banyak pada Aldi tentang pertemuannya dengan Aimi, karena tak ingin jika Aimi merasa terusik akan kedatangannya. Dio juga tak ingin Indah tahu kalau Aimi saat ini berada di Korea.


Di perjalanan menuju ke hotel, Dio mulai gelisah.


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Aku tak mau gagal lagi menjalin hubungan dengan kak Aimi"


"Sekarang, aku harus nekat dan melakukan sesuatu" gumam Dio dalam hati.

__ADS_1


Tak terasa, langkah Dio sampai juga ke hotel dimana Indah sudah menunggu nya dari tadi


"Dio, kemana aja sih?" tanya Indah penasaran


Dia merasa jengkel dengan Dio karena Dio keluar terlalu lama.


"Sudahlah Indah"


"Jangan ngomel terus"


"Lama-lama kau kayak ibu-ibu yang lain sukanya ngomel aja" ucap Dio pendek.


Mendengar ejekan Dio, Indah merasakan sakit hati. Dia tak menyangka setelah menikah dengan Dio, hidupnya tak bisa bahagia.


Setelah mengejek Indah, Dio segera merebahkan tubuhnya di kasur. Dio selalu memikirkan wajah Aimi yang makin cantik saja


"Gairahku sebagai lelaki gak bisa terbendung lagi"


"Aku tak tahan lagi" gumam Dio dalam hati


Dio termasuk sosok pria yang bisa menahan hasratnya. Namun kali ini dia tak bisa membendung lagi karena sudah cukup lama dia bersabar menghadapi sosok Aimi. Wanita yang selama ini di incarnya.


Selama beberapa tahun, dia sudah menahan hasrat hingga mempertahankan keperjakaan nya hanya demi Aimi. Bahkan Saat menikah pun Dio belum merasakan indahnya bercinta.


Rasa itu mengalir sampai di ubun ubun dan hampir meledak.


Hingga pada suatu malam, Dio dan Indah tertidur di hotel. Dio mengeluarkan keringat dingin karena gelisah. Dia gelisah karena kepikiran dengan Aimi yang saat ini ada dirumah Aldi.


"Kak, kamu lagi ngapain disana?"


"Jika terus begini, aku bisa gila" gumam Dio dalam hati

__ADS_1


Sambil melihat ke sekeliling kamar, terlihat Indah tidur di samping nya. Indah mengenakan pakaian yang seksi saat itu. Namun gairah Dio tak ada untuknya. Jangankan untuk tidur meluapkan hasrat nya. Mencium kening Indah pun Dio tak sudi.


"Sepertinya, aku harus segera cerai dengan Indah"


"Semakin lama, wajah Indah membuatku bosan" gumam Dio terus mengeluh.


Tepat jam 11 malam, Dio tak bisa menahan hasrat nya. Dio memberanikan diri untuk menelepon Aldi.


Untungnya telepon itu langsung diangkat oleh Aldi.


"Halo Dio, ada apa kau menelepon ku malam-malam begini?" tanya Aldi pada Dio


"Aldi, kak Aimi sudah tidur?" tanya Dio penasaran


"Ya, dia sudah tidur"


"Emangnya kenapa kau menanyakan Aimi malam-malam begini?" tanya Aldi penasaran


" Aku hanya mencemaskan nya saja"


"Oh ya, aku lupa untuk bertanya nomor ponsel Aimi" ucap Dio pada Aldi


"Ya, sebentar"


"Dia memang baru saja aku belikan ponsel supaya nanti kalau mental nya sudah baik, dia bisa menelepon keluarganya agar mau menjemput nya kesini" ujar Aldi pada Dio


"Ya, berikan nomornya kepadaku"


"Nanti, kalau waktunya sudah tepat, aku akan menghubungi keluarganya" jawab Dio


Aldi segera memberikan nomor ponsel Aimi dan Dio merasa lega ketika nomor itu telah berada di daftar pesan masuk yang dikirim Aldi.

__ADS_1


.


__ADS_2