Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Kepikiran


__ADS_3

masa sekarang


"bleb"...


"Dag dig dug..." jantung Dio berdetak sedikit kencang karena mengingat kejadian yang memalukan itu.


"Kenapa aku memaksa kak Aimi waktu itu?"


"Mungkin itu yang membuat kak Aimi menolak cintaku"


"Karena aku suka memaksa dia?"


"Sekarang, kak Aimi batinnya telah tersiksa"


"Dia juga dipaksa melayani birahi suami nya padahal dia sedang sakit"


Dio terus saja terbuai oleh angan angannya bersama Aimi hingga tak terasa jam telah menunjukkan pukul 02.00 malam


"Sekarang, bagaimana kabar kak Aimi ya?"


"Apakah dia sedang tidur sendiri di rumah sakit?" gumam Dio sambil memainkan ponsel nya.


Iseng-iseng Dio memencet tombol panggilan dan akhirnya Dio mencoba menelepon Aimi malam-malam.


Rupanya Aimi langsung mengangkat telepon dari Dio


"Kak, belum tidur kah?" tanya Dio penasaran


"Ya Dio, aku belum tidur"


"Aku takut"


"Tak ada yang menemaniku disini" kata Aimi


"Kak, tenang"


"Kalau kakak takut, jangan matikan teleponnya sampai besok pagi"


"aku akan menemanimu di telepon sampai besok pagi"


"Kakak mau aku temani kan kak?" tanya Dio pada Aimi


"Ya Dio"


"Makasih ya?" jawab Aimi dengan nada yang manis.


Kali ini, Aimi sedikit berubah. Aimi yang awal bertemu Dio terlihat sangat cuek, namun sekarang Aimi lebih nakal dari biasanya. Dio merasa Aimi kembali ke masa lalu dimana dirinya pertama kali mengenal sosok Aimi.


"Kakak sangat berbeda dengan kemarin"


"Sekarang, kakak telah menerimaku sama seperti dulu lagi"


"Apakah kakak masih sayang denganku?" tanya Dio mencoba menggali perasaan hati Aimi yang hampir pupus.


Aimi hanya diam mendengar pertanyaan Dio yang menurut nya ada benar nya.


"Kak, kenapa kamu diam saja kak?"


"Ayo jawab pertanyaan ku"! kata Dio memaksa Aimi


"Dio, aku tak suka orang memaksaku"


"Biarlah kau tau sendiri nanti"

__ADS_1


"Oh ya, aku sebenarnya masih sayang sama kamu"


"Tapi, keadaan kita sudah berbeda sekarang"


"Aku wanita yang masih punya suami dan kamu mempunyai calon tunangan"


"Jangan pupuskan harapan Indah, tunangan mu" ucap Aimi memberi masukan pada Dio


Mendengar ucapan Aimi, Dio berkata


"Kak, jujur nih ya"


"Semenjak bertemu kakak di butik, hatiku mulai goyah"


"Aku tak mencintai Indah lagi" ucap Dio jujur


Aimi yang mendengar hal itu terlihat senang karena keinginannya sudah menang satu langkah


Tapi disisi lain, Aimi juga kasihan pada Indah karena cinta Dio telah berpaling padanya.


"Dio, apa benar yang kau katakan?" tanya Aimi


Kali ini pertanyaan Aimi sangat serius.


"Benar kak"


"Rasa di hatiku untuk kak Aimi tak pernah berubah sedikitpun" ucap Dio berusaha meyakinkan Aimi yang saat itu sedang galau.


Galau membuat keputusan yang sangat rumit dalam hidup nya. Memilih mantan brondong nya ataukah suaminya sendiri.


"Dio, Sekarang aku akan mengajukan pertanyaan lagi kepadamu"


"Jika aku menginginkan kamu, dan aku ingin kau jadi milikku saja, apa kau mau memutuskan hubungan mu dengan Indah?" tanya Aimi mencoba keseriusan Dio terhadapnya.


"Jika kak Aimi menyerahkan hati kakak untukku, aku akan tinggalkan Indah sekarang juga"


"Indah pantas bahagia dengan lelaki yang sayang dengannya"


"Bukan dengan lelaki sepertiku yang sudah mempunyai cinta yang lain di hatiku yaitu hanya kakak seorang" ucap Dio serius.


"Yasudah Dio"


"Jawabanmu cukup membuatku tenang"


"Sekarang, aku mau tidur Dio"


"Ponsel ku tak akan aku matikan karena aku sedang sendirian di kamar ini" ucap Aimi


Aimi mulai memejamkan matanya. dirinya berusaha tidur karena besok Dio membolehkannya pulang.


Keesokan harinya di rumah sakit mitra medika


Dio berangkat terburu-buru saat itu karena ingin memeriksa Aimi yang kini memberikan lampu hijau kepadanya.


"Aku harus cepat sampai ke rumah sakit dan memeriksa Aimi"


"Tampaknya kondisi Aimi sudah mulai membaik"


"Jika sudah membaik, aku akan memulangkan nya" gumam Dio sambil berjalan cepat menuju ruangan nya


Tampak beberapa perawat dan asistennya belum ada yang datang karena Dio datang ke rumah sakit sangat pagi sekali yaitu sebelum jam 07.00 pagi


Petugas yang berjaga malam dan saat itu belum pulang sangat terkejut karena Dio datang terlebih dahulu dibanding perawat dan bidan yang lain.

__ADS_1


"Lihatlah dokter Dio"


"Pagi sekali dia datang"


"Sangat aneh ya?" salah satu perawat yang jaga malam nyeletuk pada teman-temannya menceritakan tingkah Dio yang berbeda dengan sebelumnya.


"Iya, biasanya dokter Dio datang jam 7 lewat"


"Nih jam 06.00 pagi sudah datang"


"Tuh lihat"


"Dokter Dio sudah berkunjung di kamar nomor 3" Meri yang merupakan perawat jaga mulai bergosip pagi-pagi


Saat perawat jaga mulai bergosip, datanglah Rina dan Berta yang merupakan asisten Dio


"Heh, kalian nih mulutnya sejak tadi ngomel aja". tiba-tiba Berta menyela pembicaraan


"Wanita itu kakak nya dokter Dio"


"Jadi wajar Dokter Dio datang pagi" ucap Berta ketus


"Oh ya ya" perawat yang lain akhirnya paham dengan kondisi Dio dan Aimi sehingga mereka tak bergosip lagi.


Di tempat lain yaitu di rumah Beni, tampak Beni sedang berada di ruang tamu. Hari ini Beni bersiap akan menuju rumah sakit mitra medika dimana Aimi dirawat di sana.


Sudah dua hari Beni tak berkunjung di rumah sakit itu karena tak ingin istrinya terganggu karena kedatangannya


Mobil Beni akhirnya melaju dengan cepat. Beni tak ingin Aimi pulang terlebih dahulu dan diantar Dio. Mengingat hubungan Aimi dan Dio di masa yang lalu sangatlah dekat.


Bisa dibilang, dibanding dirinya, Dio adalah sosok pria penghibur bagi Aimi jika Aimi mengalami kesedihan.


Di rumah sakit mitra medika, Dio yang sejak tadi telah datang tampaknya berkunjung ke ruangan nomor 3 dimana Aimi dirawat


"Kak, apa kabar?"


"Bagaimana keadaan mu pagi ini?"


"Sudah enakan?" tanya Dio kepada Aimi


"Oh, kamu Dio"


"Aku baik-baik saja dan sudah enakan nih"


"Kamu kok datangnya pagi amat sih" kata Aimi


"Kak, aku penasaran ingin segera melihat kondisi kak Aimi"


"Nih aku lihat kakak baik-baik saja deh" ucap Dio dengan menunjukkan wajah yang sumringah.


Dio pun mendekati Aimi sambil berbisik


"Kakak, Kalau kau mau, aku ingin berjalan sebentar dengan mu jika nanti kau sembuh"


"Aku akan menggunakan jadwal cutiku sementara waktu"


"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat, dimana kamu suka kak" bisik Dio di telinga Aimi.


Aimi pun tertawa mendengar bisikan Dio yang mulai membuat pikirannya sedikit candu


"Benarkah Dio?"


"Ya, aku mau Dio" jawab Aimi tanpa berpikir lagi bagaimana cara bersembunyi dari suaminya jika dirinya nanti akan berjalan - jalan dengan Dio.

__ADS_1


Saat Dio dan Aimi sedang bercanda dan berbincang mesra, tampak Beni sudah ada di pintu masuk kamar nomor tiga dan melihat kemesraan Dio dan Aimi yang menyebalkan matanya


__ADS_2