Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Pencarian Hendra


__ADS_3

Setelah mendapatkan secarik kertas dari Juminten, Hendra segera pergi meninggalkan Juminten tanpa berkata-kata lagi.


Hati Hendra sangat hancur karena tak tahu harus mencari Sita kemana. Dalam hatinya, Hendra sedikit menyesali semua kelakuannya terdahulu.


Dia teringat Aimi yang saat ini entah dimana jejak nya. Seingat nya, dia telah meninggalkannya di korea dan entah dimana sekarang


"Begini rasanya kehilangan,sangat sakit sekali di hati, aku harus mencari Sita secepatnya" gumam Hendra dalam hati.


Sebelum menuju ke rumah nenek Sita, hendra terlebih dahulu mengecek semua cctv yang ada di sekitar rumah Sita, dan sedikit demi sedikit Hendra telah menemukan beberapa petunjuk.


Di tempat lain, Sita yang telah di culik oleh preman suruhan Rudi mulai sadar dari pingsan nya.


"Dimana aku?" rintih Sita sambil memegangi perut nya.

__ADS_1


Perut Sita mulai sedikit buncit karena kehamilan Sita sudah menginjak 4 bulan.


"Ehm, tak perlu banyak tanya, kau ikuti saja kami" ujar salah satu preman itu


"Tidak, aku tak mau, aku ingin kembali pulang" ucap Sita merintih


Sita mulai berusaha mencari ponsel nya dan ternyata ponsel Sita sudah tak ada di dalam tas nya.


"Mana ponsel ku?" Aku ingin menghubungi Hendra" pinta Sita sambil mencari-cari ponsel nya.


Saat Sita memanggil Hendra, nun jauh disana hati Hendra sedikit berdesir seolah Sita memanggil nya.


"Hatiku terasa sakit" Sakit sekali" Sita, kau dimana? aku akan mendapatkan mu hari ini juga" ucap hendra sambil terus memantau ponsel nya dan mengendarai mobil nya.

__ADS_1


Hingga akhirnya, sinyal ponsel Hendra menangkap sinyal ponsel Sita yang berada di suatu tempat.


"Nah, ini ponsel Sita?" kemana Sita?" gumam hendra sambil melihat ke sekeliling. Tak ada satupun orang di tempat itu dan hal itu membuat hati hendra semakin panas saja.


Rupanya ponsel Sita terjatuh saat penculik memaksa nya untuk turun dari mobil dan hal itu adalah sebuah keberuntungan bagi Sita karena dengan adanya ponsel itu, Hendra bida melacak keberadaan Sita yang pastinya tak jauh dari sana.


Diamatinya ponsel milik Sita dan hendra mulai melihat satu persatu pesan masuk yang ada di ponsel Sita.


Tampak chat antara Sita dan Beni tersimpan di sana. Hati Hendra sedikit sakit karena dalam chat itu berisikan luapan isi hati Sita yang ingin dinikahi Beni walaupun Beni tak menggubris semua permintaan Sita.


"Sita, kenapa kau sangat bodoh sekali?" gumam Hendra sambil meremas ponsel Sita yang saat itu berada di genggaman tangannya.


Hingga suatu waktu Hendra mendengar teriakan lirih yang berasal dari pojok ruangan dimana dia berada saat itu.

__ADS_1


"Sita, kau kah itu?" gumam Hendra sambil terus mencari ke arah sumber suara. Akhirnya Hendra berjalan ke arah dimana Sita di sembunyikan di sana.


Suara Sita semakin jelas terdengar hingga pada akhirnya mata hendra tertuju ke sebuah rumah kecil yang sepi tak berpenghuni. Tak ada aktivitas di depan rumah itu. Dengan mengendap-endap Hendra mendekati rumah itu dan masuk ke dalam rumah itu secara diam-diam. Kebetulan penculik Sita sedang meninggalkan Sita sehingga dalam rumah itu hanya ada Sita saja, sehingga cukup memudahkan Hendra untuk masuk ke rumah itu tanpa ada hambatan sama sekali.


__ADS_2