
Tuan Beni, maafkan aku sudah terlambat beberapa menit" ucap Rudi menyapa Beni
"Yah, gak apa-apa"
"Duduklah" pinta Beni pada Rudi
"Baiklah tuan" jawab Rudi sambil menganggukkan kepalanya.
"Wah, ada apa tuan Beni kok tumben mengajak saya berbicara empat mata?"
"Sepertinya ada permasalahan penting yang tuan Beni tak bisa melakukan nya sendiri" ujar Rudi pada Beni
"Ya Rudi"
"Aku membutuhkan kamu untuk membantuku kali ini"
"Oh ya, sebelum aku mengatakan hal ini, apa kau sudah menemukan kabar keberadaan Aimi?" tanya Beni pada Rudi
Rudi yang memang telah mendapat tugas mencari Aimi oleh Beni menggelengkan kepalanya sambil berkata
"Tuan Beni"
"Maafkan saya"
"Nyonya Aimi belum ditemukan sampai sekarang" jawab Rudi pada Beni
"Ya, sudahlah"
"Untuk Aimi, kita berpikir nanti saja"
"Sekarang, ada kasus baru yang harus kita selesaikan secepatnya" ujar Beni pada Rudi
"Ya Tuan Beni"
"Emangnya kasus apa?" tanya Rudu penasaran
"Kau aku beri tugas untuk melenyapkan Sita dari hadapan ku"
__ADS_1
"Aku tak mau dia ada di tempat ini" ucap Beni pelan.
Beni tak mau pembicaraan nya terdengar oleh orang lain, sehingga Beni memperkecil volume suaranya dan berbisik di telinga Rudi
"Apa tuan?"
"Kau memintaku untuk melenyapkan Sita?" tanya Rudi sedikit keras
"Hei, diamlah"
"Jangan keras-keras bicaranya" ucap Beni sedikit kesal
"Oh, ya maaf Tuan Beni"
"Ya, aku akan berbicara pelan"
"Tapi, benarkah apa yang aku tanyakan barusan Tuan?" tanya Rudi penasaran dengan apa yang telah dia dengar
"Ya benar"
"Apa yang kau tanyakan kepadaku barusan emang sudah benar"
"Oh ya Tuan aku paham"
"Baiklah"
"Aku akan melakukan nya untuk tuan Beni"
"Tapi, bukan berati aku membunuhnya kan?"
"Aku cukup menghilangkan dia dari hadapan tuan Beni saja?" tanya Rudi penasaran
"Terserah kau Rudi"
"Aku tak mau tahu tentang semua itu"
"Pokoknya, aku minta Sita tak ada di sini lagi" ujar Beni mengulang kata-katanya
__ADS_1
"Bagaimana Rudi, apakah kau sanggup menerima tugas ini?" tanya Beni pada Rudi
"Hem, iya tuan"
"Aku sanggup kok " jawab Rudi tanpa bertanya lagi alasan Beni mengapa menyuruhnya berbuat nekat pada seorang wanita.
Padahal dalam kamusnya, Beni tak pernah melakukan hal selicik ini pada siapapun. Paling berat tugas Rudi adalah mencari keberadaan Aimi. Itu saja.
Untuk tugas yang lainnya, paling-paling Beni hanya menyuruhnya untuk mencari identitas seseorang yang dibencinya.
Setelah Rudi menyanggupi permintaan nya, Beni memberikan uang tanda jadi pada Rudi
"Rudi, ambillah uang ini"
"Kalau kau telah berhasil, kau bisa mendapatkan uang lebih dariku"
"Aku akan memberimu lagi nanti" ucap Benu memberikan sebuah janji pada Rudi
"Waw, baiklah tuan"
"Kalau begitu aku pamit dulu" ucap Rudi meminta ijin pada Beni
"Loh, teh kamu belum kau minum?" tanya Beni pada Rudi
"Oh, tidak perlu tuan"
"Aku harus secepatnya pulang ke rumah dan mencari media sosial target yang akan aku enyahkan dari hadapanmu" jawab Rudi santai
"Oh ya ya"
"Aku paham"
"Pergilah kalau begitu" ucap Beni sambil menghisap rokok yang saat itu ada ditangannya.
"Oh ya tunggu" ucap Beni tiba -tiba
"Oh ya tuan Beni ada apa?" tanya rudi pada Beni
__ADS_1
bersambung
Tunggu episode selanjutnya ya kawan