Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Pagi yang suram


__ADS_3

Tak terasa, pagi menjelang. Beni mulai membuka matanya saat itu.


"Ah, dimana aku?" gumam Beni sambil melihat ke berbagai arah


Beni terkejut karena di samping nya ada sosok wanita yang tanpa busana.


"Siapa dia?" gumam Beni sambil melihat ke arah wanita itu


Terlihat sosok Sita yang saat itu sedang tidur di sampingnya


"Hah, Sita?"


"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Beni pada Sita


Sita yang saat itu pura-pura tertidur membuka matanya


"Oh, kamu mas Beni" ucap Sita pendek


"Loh, kenapa kau ada di sini?"


"Apakah aku melakukan hal yang tak baik kepadamu?" tanya Beni penasaran


"Hem, bukannya mas Beni sudah melakukan hal itu tadi malam?" tanya Sita pada Beni


"Tidak"


"Aku tidak merasa melakukan nya kepadamu"


"Tadi malam, aku sedang berbincang dengan Hana"


"Bukan dengan kamu"

__ADS_1


"Sekarang, mana Hana?"


"Panggilkan Hana ke sini"


"Aku ingin berbicara" ucap Beni pada Sita


"Hana?"


"Siapa Hana?"


"Saat aku datang ke sini mencari mas Beni, tak ada wanita yang bernama Hana"


"Mas Beni sendirian di sini dan dalam keadaan mabuk"


"Aku berusaha membantu mas Beni dan berencana akan mengantarkan pulang"


"Namun, dengan paksa, mas Beni merangkul tubuhku dan aku tak bisa mengelak lagi" ucap Sita sambil meneteskan air mata.


Beni hanya terdiam mendengar ucapan Sita. Di ruang Vip juga tak tersedia Cctv sehingga Beni sulit untuk mengelak akan tuduhan Sita


"Aku telah melakukan hal yang tak pantas kepadamu"


"Sekarang, aku akan pulang dan ingin menenangkan diri dahulu"


"Untuk seminggu ini, aku akan ijin cuti" ucap Beni sambil tertunduk lesu


Sita hanya terdiam mendengar ucapan Beni. Dia hanya menunggu respon Beni terhadapnya.


Sita akhirnya berjalan di samping Beni. Pagi itu adalah pagi yang suram bagi Beni. Dirinya tak menyangka bahwa bisa tidur satu ranjang dengan Sita.


Sesampai di rumah Beni, Sita langsung pergi meninggalkan Beni tanpa sepatah katapun. Dia tahu jika dalam kondisi seperti ini, Beni tak kan bisa diajak bicara. Sita berencana akan membicarakan rencana busuk nya ketika Beni sudah sedikit tenang dengan permasalahan yang baru saja dia hadapi.

__ADS_1


"Alangkah baiknya, aku diam saja sekarang"


"Satu minggu lagi setelah Beni selesai cuti, aku akan membicarakan nya pada Beni"


"Jika dia tetap mengelak, aku akan membuat perhitungan dengannya" gumam Sita dalam hati


Sementara itu, Beni yang sudah sampai di pintu gerbang rumahnya mulai berjalan gontai. Terlihat wajah Beni menggambarkan sebuah rasa penyesalan yang amat dalam.


"Ah, aku menyesal telah pergi ke club ini"


"Aku harus terjebak dan telah memaksa Sita untuk tidur dengan ku?"


"Apa yang harus kulakukan sekarang?"


"Jika Aimi sampai tahu, dia pasti marah dan minta cerai dengan ku" gumam Beni dalam hati


Beni tak bisa berpikir lagi saat itu. Pikirannya sudah buntu. Tak ada teman yang bisa dia ajak bicara lagi karena hal ini merupakan aib baginya


"Satu-satunya jalan, aku harus menutup rapat-rapat kejadian ini"


"Ya benar"


"Aku akan meminta Sita tutup mulut saja"


"Aku juga akan menjanjikan uang yang lebih kepadanya" gumam Beni dalam hati.


Beni pun tiduran di sofa sambil memukul kepalanya. Pak Sarto yang ada di luar keheranan melihat sikap tuannya yang berbeda dari biasanya.


"Kenapa dengan tuan Beni?"


"Biasanya sampai rumah, dia menyapaku"

__ADS_1


"Kali ini, dia menunduk saja, seperti menyimpan kesedihan amat dalam"


"Apa mungkin nyonya karena Nyonya Aimi belum juga ditemukan?" gumam pak Sarto sambil menggelengkan kepalanya


__ADS_2