
Akhirnya Aimi duduk di halte sendirian tanpa ada siapapun yang menyapanya. Waktu terus berlalu dan malam pun telah tiba. Aimi yang tak kuat dingin tiba-tiba saja pingsan di halte itu.
Warga yang kebetulan lewat langsung menolong nya dan mengirimkannya ke sebuah rumah sakit terdekat
"Sepertinya, dia warga asing" ucap warga yang berada di tempat itu dengan menggunakan bahasa korea.
Melihat keadaan Aimi yang terlihat sangat pucat, warga asing itu segera membawa Aimi ke rumah sakit Kangbuk Samsung, Seoul.
Beberapa dokter dan staf medis di rumah sakit itu langsung memberikan pertolongan pertama kepadanya.
Kebetulan di rumah sakit itu, ada beberapa dokter dari Indonesia juga.
Terlihat lelaki tinggi besar mendekat ke arah Aimi. Dia berkacamata dan terlihat sangat tampan.
"Oh, sepertinya dia orang Indonesia"
"Tidak ada nomor ponsel yang bisa digunakan untuk menghubungi keluarganya juga" gumam pria itu
Pria itu akhirnya memeriksa Aimi menggunakan stetoskop nya. Tak lama kemudian saat dokter itu memeriksa Aimi, sedikit demi sedikit Aimi tersadar dari pingsan nya.
"Hem, dimana aku?"
"Sepertinya aku berada di rumah sakit" gumam Aimi dalam hati
Aimi mulai membuka matanya lebar-lebar. Terlihat sosok lelaki tampan yang seumuran dengannya berada di dekatnya sambil memeriksa dada nya.
"Oh, maaf pak"
"Saya berada di mana?" tanya Aimi memakai bahasa inggris karena dia tak tahu bahasa korea
"Nona, kamu gak perlu ngomong bahasa Inggris"
"Aku orang Indonesia sama sepertimu" ucap lelaki itu sambil tersenyum
"Oh, kau orang indonesia juga dokter?"
"Ya, maaf" jawab Aimi singkat
"Oh ya nona, kenapa kau pingsan di jalan?"
"Apakah kau seorang turis yang berlibur di sini?"
"Lalu, mengapa kau tak membawa barang apapun termasuk ponsel?"
"Apakah kau korban perampokan?"
"Kalau iya, saya akan membantu anda untuk melapor ke polisi setelah keluar dari sini" ucap dokter tampan itu kepada Aimi
"Oh, tidak dokter"
"Saya hanya korban yang dibuang"
"Saya tidak punya keluarga di sini, dan saya juga tidak punya uang untuk pulang ke Indonesia" jawab Aimi singkat
"Kalau begitu, apakah nyonya ingat nomor ponsel keluarga yang ada di Indonesia, biar nanti saya hubungi" ujar dokter itu kepads Aimi
Aimi mulai terdiam sejenak. Sebenarnya Aimi mengingat nomor ponsel Beni dan Dio, namun dirinya takut untuk menelepon suami nya dan pacar brondong nya itu.
Aimi takut jika penculikan yang terjadi kepadanya diakibatkan oleh kedua lelaki itu. Aimi ingat persis saat Tania menculik nya ketika itu dirinya masih menjadi pacar Alex.
Flasback penculikan yang dilakukan oleh Tania pada Aimi di masa lalu.
Saat itu, Aimi baru saja pulang dari hotel bersama Alex(almarhum suami pertama Aimi sebelum menikah dengan Beni)
"Ayo kak, Aimi mau balik ke kos lagi nih" Ucap Aimi.
"Oke Aimi kakak anterin ya"? Kata Alex.
"Oke kak" Jawab Aimi.
Mereka berdua segera berangkat meninggalkan hotel tempat mereka menginap.
Di sepanjang perjalanan, Alex memohon pada Aimi agar Aimi menjaga hati untuknya. Alex sudah berubah sekarang. Dia tidak seperti dulu lagi yang sering berganti-ganti pasangan. Kali ini dia ingin serius bersama Aimi.
Alex mengantar Aimi sampai di kos, dan Alex langsung pulang ke kotanya karena harus menjalankan rutinitas pekerjaannya.
"Aimi kakak langsung pulang ya"?
"Jaga diri baik baik sayang" Ucap Alex
Alex mencium kening Aimi, dan beranjak pergi.
Aimi mengantarkan Alex sampai depan gerbang pintu kosnya, dan memandang mobil Alex sampai tak terlihat lagi.
Tak disangka, ketika Aimi hendak menutup pintu gerbang kos, ada segerombolan preman menarik tangan Aimi dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Ayo cepat masuk" Dengan suara memaksa, preman itu memaksa Aimi masuk ke mobil yang dinaikinya dengan kasar.
__ADS_1
" Aduh, sakit, kamu siapa"?
Tanya Aimi.
"Gak perlu banyak tanya".
"Ayo masuk cepat" ! Ucap preman itu sambil terus memaksa.
"Tolong" Ucap Aimi meminta tolong.
Tapi mulut Aimi segera di sumpal dengan kain oleh preman itu dan Aimi pun pingsan.
Mobil itu melaju dengan kencang meninggalkan kos Aimi.
Tiba di suatu gang sempit, mobil itu berbelok dan berhenti disebuah rumah tua.
Tampak preman itu membawa Aimi masuk ke dalam rumah tua itu.
Mulut Aimi disumpal dengan plester agar tidak teriak, kaki dan tangan Aimi diikat kuat.
Tampak disitu ada seorang wanita seksi mendekati Aimi.
Aimi mulai sadar dan kaget melihat Tania berdiri di depannya.
"Kak Tania, kenapa kamu melakukan ini kepadaku"? Kata Aimi.
Tania berkata sambil mengancam
"Aimi, kamu sudah merebut Alex dariku".
"Tadi malam bukankah kamu tidur dengan Alex"?
"Kamu sudah menikmati tubuhnya"?
"Gimana rasanya"?
"Enak"?
Tania memberi pertanyaan bertubi-tubi pada Aimi.
"Kak Tania, semua tidak seperti yang kakak bayangkan".
"Aku dan Kak Alex tidak melakukan apa-apa". Ucap Aimi berusaha meyakinkan Tania.
"Aku akan menelepon Alex sekarang" Ucap Tania.
"Hei Alex, sekarang Aimi ada bersamaku".
"Kamu gak akan bisa bersama Aimi lagi, karena aku akan membuat dia tidak ada di dunia ini lagi". Ancam Tania pada Alex.
"Tania, apa yang kamu lakukan terhadap Aimi"? Tanya Alex.
"Aku sudah kehilangan kamu dan rasanya sangat sakit" Ucap Tania.
"Kamu juga harus kehilangan Aimi agar hatimu juga merasakan sakit seperti yang aku rasakan saat ini." Ucap Tania lagi.
"Tania, jangan" Ucap Alex.
"Apa yang harus aku lakukan agar Aimi selamat"? Tanya Alex pada Tania.
"Kamu harus menikah dengan aku Alex" Ucap Tania.
"Aku cinta mati dengan kamu dan aku gak rela kamu jatuh ke pelukan wanita lain" Ucap Tania.
"Tania aku sudah tidak mencintai kamu kenapa kamu memaksa"? Ucap Alex.
Tania tetap dalam pendiriannya.
Alex dan Tania tetap dalam perdebatan yang belum ada ujungnya.
Perdebatan yang dilakukan Tania dan Alex sangat panjang dan menguras emosi mereka berdua. Perdebatan mereka di telepon seakan tak berujung.
"Alex, aku akan merobek baju Aimi sekarang". "ha ha ha" Ucap Tania pada Alex.
Tania segera merobek baju merah yang dipakai Aimi, tampak paha Aimi terlihat dan tubuh Aimi hampir telanjang.
"Krek krek"
" Kak Tania, jangan lakukan ini padaku". "Kasihanilah aku kakak" Ucap Aimi dengan menangis tersedu-sedu.
Aimi berteriak dan memohon pada Tania agar Tania mau melepaskan dirinya.
Namun usaha Aimi memohon pada Tania seakan sia-sia. Tania tetap liar melakukan aksi jahatnya pada Aimi.
Alex yang mendengar jeritan Aimi akhirnya berkata pada Tania.
"Tania kamu sudah gila"?
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan pada Aimi"? Tanya Alex.
"Alex, kamu akan merasakan apa yang aku rasakan"! Ucap Tania penuh dendam.
"Tania, aku akan menemui kamu"! Kamu dimana sekarang"? Tanya Alex pada Tania.
"Alex, kamu mau kembali lagi kesini demi Aimi"?
"Apakah kamu sudah tidur dengannya"?
"Apakah tidur dengannya lebih enak daripada tidur denganku"? Sehingga kamu sampai rela menemuinya lagi"? Tanya Tania pada Alex.
"Diam Tania"! Ucap Alex.
"Jangan lakukan hal diluar batas" Ucap Alex lagi.
"Jika terjadi apa-apa dengan Aimi, aku tidak akan memaafkan kamu"! Ancam Alex pada Tania.
Ketika Tania dan Alex terus berdebat, ada Dio yang ternyata diam diam telah mengikuti preman yang sedang menculik Aimi. Dio tahu ketika ada mobil asing yang mendekat ke arah Aimi dan menculiknya. Atas inisiatif Dio sendiri, akhirnya Dio mengejar preman itu sampai berhasil mengikutinya. Dio segera mendekati Aimi yang disekap di kamar.
Tampaknya Tania tidak menyadari jika Dio masuk ke dalam kamarnya, karena konsentrasinya tertuju pada Alex.
Dengan membawa sepotong kayu yang Dio temukan di samping kamar, Dio segera memukul Tania dari belakang.
" Plak Plak" Dio memukul Tania sebanyak dua kali pukulan.
"Aw" Ucap Tania mengerang kesakitan.
Tampak darah mengucur di kepala Tania dan akhirnya Tania pingsan.
"Halo Tania, halo halo" Alex memanggil Tania namun tak dijawabnya.
Preman yang bersama Tania ternyata tidak mengetahui hal ini. Mereka sedang asyik mabuk mabukan di ruang Tamu.
Dio segera menghampiri Aimi yang saat itu hampir telanjang bulat. Baju merahnya sudah robek semua. Gunung indah milik Aimi pun terlihat jelas.
Dio memandang Aimi yang saat itu terlihat lemah, Dio segera membuka baju yang dipakainya saat itu, dan Aimi sangat terkejut dengan ulah Dio.
"Dio apa yang kamu lakukan"? Tanya Aimi.
Kak, kamu mau keluar dengan telanjang seperti ini"? Ucap Dio pada Aimi.
"Kak, ayo cepat pakai bajuku ini" Kata Dio.
"Oh ya Dio". Aimi segera memakai baju yang diberikan Dio padanya.
Dalam hatinya Aimi berkata
"Dio, untung ada kamu".
"Kamu adalah teman yang bisa diandalkan di kota ini selain Alex".
"Ayo kak kita pergi dari sini". Ucap Dio
Akhirnya Dio dan Aimi berhasil kabur dari penculikan yang dilakukan oleh Tania.
Masa sekarang
Kejadian penculikan yang dulu pernah Aimi rasakan rupanya tetap membekas di dalam hati Aimi dan itu membuatnya sedikit trauma.
Untungnya, saat penculikan yang dilakukan Tania, ada Dio yang berhasil membantunya dan menggagalkan rencana jahat Tania.
"Aku tak boleh gegabah sampai aku tahu siapa yang tega menyuruh Hendra untuk mengasingkanku di sini" gumam Aimi dalam hati
"Jika kemarin, ada Dio yang membantuku"
"Kalau sekarang, tak ada siapapun disini"
"Aku akan berjuang sendiri saja, tanpa merepotkan orang lain"
"Aku yakin aku bisa" gumam Aimi dalam hati.
Karena terus melamun, dokter indonesia itu mulai bertanya lagi pada Aimi. Jawaban Aimi sangat dibutuhkan olehnya karena hal itu berhubungan dengan administrasi di rumah sakit tersebut.
"Kenapa kamu diam Nona?" tanya pria itu
"Oh maaf"
"Dokter, aku lupa semua tentang keluargaku"
"Nomor ponsel semua keluargaku aku tak mengingatnya" jawab Aimi berbohong
Dokter itu pun akhirnya berkata
"Baiklah Nona, kau istirahatlah di sini"
"Berhubung kita sama-sama orang Indonesia, aku akan membantumu sebisaku" ujar dokter tampan itu.
__ADS_1
Aimi pun mengangguk setuju.