Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Berita buruk


__ADS_3

Teman-teman, novel ku ini mau aku tamatin aja yo, mungkin 2 sampai 3 episode lagi deh..aku kelarkan biar kagak gantung..Aku jika buat novel gak pernah gantung makanya jangan bosan baca novel novel ku selanjutnya dan novel ku yang udah tamat.. karena yang baca dikit 😂😂 makasih ya udah setia membaca novel genre romantis ini. Aku lebih lumayan menulis novel horor rupanya. Jangan lupa mampir di novel horor ku ya..yang terbaru rumah tepi sungai..


Indah dengan cemas duduk diam di dalam taksi bersama ibu mertuanya. Sementara itu, Dio masih menyerahkan sampel pemeriksaan rahim Indah ke bagian laboratorium..


Beberapa jam kemudian sampel rahim Indah sudah keluar dan ternyata Tumor yang ada di dalam rahim Indah termasuk tumor yang ganas.


Dio hanya diam terpaku melihat hasil laboratorium yang ada di tangannya. Dengan langkah gontai, Dio langsung pulang ke rumahnya dan memberikan mandat tugas ke dokter magang yang ada di rumah sakit itu.


Dalam hati, Dio sedikit menyesal karena perhatiannya selalu tertuju pada Aimi dibanding Indah. Walau Dio tak mencintai Indah sama sekali, tapi melihat Indah mengalami penyakit yang seperti ini, hati Dio sangat miris sekali.


"Alangkah baiknya, aku harus segera mengangkat rahim Indah agar tumor ganas yang ada di rahim Indah tak menjalar ke organ tubuh yang lain.


"Aku harus bisa memberi kabar ini pada ibuku dan Indah" Mereka pasti akan syok mendengar berita ini" gumam Dio dalam hati.

__ADS_1


Satu bulan kemudian


Indah rupanya mulai menerima dengan kondisinya dan hari ini, dirinya siap dioperasi dan Dio sebagai dokter yang bertanggung jawab untuk mengoperasi rahim nya. Di tempat lain, Aimi terlihat mual-mual ingin muntah. Kebetulan saat itu Aimi bersama Beni pergi ke sebuah supermarket untuk membeli sesuatu.


"Aimi, ada apa kamu?" kok muntah?" apa kamu lagi gak enak badan?" tanya Beni penasaran.


"Ya mas, aku mual sepertinya aku salah makan" ucap Aimi sambil memuntahkan isi perutnya.


"Kalau begitu, ayo kita pulang saja" ucap Beni pada Aimi.


Mereka berdua akhirnya pulang dan Beni mulai mengamati gerak-gerik istrinya itu.


Saat Beni memeriksa Aimi, Beni merasakan jika Aimi berbeda dari biasanya. Beni pun segera memberikan tes kehamilan untuk Aimi saat itu juga.

__ADS_1


"Aimi, coba kau tes kehamilan" Aku takut kau hamil" ucap Beni pada Aimi.


"Oh ya mas" jawab Aimi singkat. Aimi tak banyak bicara pada Beni karena dirinya masih kesal dengan ulah Beni yang arogan walaupun sebenarnya hati Beni masih baik.


Setelah Aimi melakukan tes kehamilan, ternyata Aimi benar-benar hamil sesuai dengan perkiraan Beni.


"Mas, aku hamil" ucap Aimi singkat


"Oh, kau hamil?" Syukurlah kalau begitu" Aku akan menjadi seorang ayah" ucap Beni dengan wajah bahagia.


Aimi hanya diam karena sebenarnya dalam hati Aimi tersembunyi suatu hal yang hanya dirinya saja yang tau.


Rupanya Aimi sudah telat dua bulan dan pastinya itu bukan anak Beni, karena Beni baru tidur dengannya sekitar sebulan yang lalu. Namun Aimi tak menghiraukan nya karena dirinya sudah muak dengan kelakuan Beni.

__ADS_1


"Andai Beni tahu yang sebenarnya, pasti dia akan menceraikan ku" Dengam begitu aku bisa bebas membesarkan anak ini sendirian" Aku tak mungkin minta tanggung jawab pada Dio karena akupun tak mungkin mampu merusak rumah tangganya" gumam Aimi dalam hati.


"Aimi, apa yang kau pikirkam?" tiba-tiba Beni mulai bertanya pada Aimi mengenai apa yang sedang dipikirkannya saat itu


__ADS_2